Tag

Yoona mengambil napas berat, di pikirannya hanya ada satu cara untuk lolos dari situasi ini. Memang bodoh, tetapi selalu berhasil setiap menghadapi situasi darurat. Yoona mulai menarik napas panjang dan menutup matanya, mempersiapkan dirinya untuk terjatuh..dan tiba-tiba…..
“Hyung,” sebuah suara memanggil Siwon, Yoona melirikan matanya pada suara itu dan sedikit bernapas lega menemukan Kyuhyun berdiri tak jauh dari mereka.
“Oh, Kyu!”, Siwon tersenyum padanya. Kyuhyun berjalan mendekati mereka.
“ hyung, apa benar kalau tema acara spesial akhir semester tahun ini sebuah pesta topeng ??” Tanya Kyuhyun pada Siwon.
“ne, Jessica sangat menginginkan hal itu,”jawab Siwon.
“ hmm, semoga acaranya berjalan dengan lancar, aku yakin Hyung pasti akan melakukan yang terbaik” balas Kyuhyun diikuti anggukan Siwon. Keduanya lalu tersenyum sambil mengalihkan pandangannya ke arah Yoona, yang sekarang sudah tersembunyi di balik Kyuhyun. Tak ada yang tahu kapan Yoona sudah berada di balik Kyuhyun.
“sepertinya ada sesuatu yang salah dengan temanmu, Kyu-ah !” Siwon kembali memperhatikan Yoona, gadis itu hanya tertunduk tersipu dan bergerak lebih dekat pada Kyuhun.
“jangan khawatir, Hyung, dia memang mempunyai penyakit dadakan seperti ini” jawab Kyuhyun dan Yoona sontak mengangkat kepalanya, “bwoo ??” serunya pelan, sedangkan Hyo dan Soo hanya tertawa.
Siwon mengangguk, “baguslah kalau dia tidak apa-apa, sekarang kami harus pergi. Sampai nanti,” Siwon lalu menuju di samping Yoona, “kami pergi dulu, Yoona-ssi.” Lanjutnya dan Yoona hanya menggigit bibir, kemudian mengangguk. Siwon tersenyum geli melihat tingkah polos Yoona, lalu menyempatkan membungkuk sejenak pada Hyo dan Sooyoung lalu berjalan pergi bersama Sungminn.

Tak sampai satu menit, Sooyoung dan Hyoyeon langsung menjerit dan memeluk Yoona, menabrak Kyuhyun begitu saja yang ada di depannya.
“Omo Yoong ! dia bicara padamu !” jerit Sooyoung.
“ apa ini nyata ??” tambah Hyoyeon.
Yoona hanya bisa tersenyum lemah karena masih antara percaya dan tidak percaya apa yang baru saja terjadi padanya.
“Annyeong Siwon-ssi. Bagaimana kabarmu ??” Kyuhyun tiba-tiba berbicara, membuat tiga orang gadis di depannya berpaling padanya., “Jujur saja, apa sulitnya untuk mengucapkan kata-kata seperti itu ?”
Kyuhyun mulai lagi memasukkan kedua tangannya di saku, “sebelumnya tadi aku lihat kau sudah berencana untuk melakukan aksi pingsan palsumu itu lagi, aishh…chinja..kau benar-benar tak ada harapan”
“apa ?” seru Yoona, Kyuhyun hanya membalasnya dengan tatapan mengejek.
“ Wae ?? apa kau pikir kau bisa mendapatkan Siwon-hyung dengan terbata-bata dan pingsan palsumu itu ? serius, aku tidak akan bisa membantumu kalau kau terus seperti itu di depannya !”
Yoona cemberut dan menggembungkan pipinya, sedikit kesal dengan ucapan Kyuhyun tapi tidak bisa memungkiri kalau yang dia ucapkan itu memang benar.
“ttapi, aku benar-benar blank dan lupa semuanya ketika dia ada di dekatku,”
“ makanya, cobalah untuk mengubah hal bodoh itu !”
“ ini tak semudah yang kau bayangkan!”
“ apanya yang sulit ?? dia juga manusia sama sepertiku, punya dua mata, dua telinga, hidung, bibir dan yang lainnya,”
“kau tidak mengerti,” tutur Yoona
“ kaulah yang tidak mengerti,” balas Kyuhyun.
“ maksudku kau tidak mengerti…..kau tidak mengerti bagaimana rasanya begitu menyukai seseorang! Ya, apa kau pernah sangat sangat menyukai seseorang, seperti dunia berhenti berputar saat kau bertemu dengannya ??” Yoona melirik centil kea rah Kyuhyun.
“ y..yaa..yaa !!” Kyuhyun tergagap.
“ belum pernah kan ? nah, kalau kau merasakannya nanti, kau pasti tahu kenapa aku seperti ini, “
Kyuhyun mengangkat alis.Oke, memang dia belum pernah menyukai seseorang seperti halnya Yoona, atau merasakan di sukai seseorang. Dia juga tidak tertarik pada hubungan semacam itu. Memang aneh untuk cowok sepantaran Kyuhyun, tetapi ada hal yang lebih penting dari hidupnya dari pada masalah seperti itu. Dia mungkin belum merasakannya, tapi satu hal yang pasti ia sadari, bahwa suatu saat nanti ia merasakan apa yang namanya cinta, ia tidak akan bertindak bodoh seperti yang dilakukan Yoona.
“ terserahlah ! yang jelas suka atau tidak, kau harus belajar tampil sebaik mungkin di depan Siwon atau tidak kau tidak akan mendapatkan apa-apa” ucap Kyuhyun kemudian berjalan pergi.
Yoona berusaha mencerna ucapan Kyuhyun, “tunggu,” ucapnya mencegah langkah Kyuhyun
“ apa ?”
“ bantulah aku,”
“ bwo ?”
“ aku bilang aku membutuhkan bantuanmu, bantu aku untuk tampil baik di depan Siwon, ”
“ tapi bagaimana caranya ?”
“ molla, tapi kau harus membantuku !!”
“ aisshhh..aku juga tak tahu, seharusnya kau yang lebih tau tentang dirimu sendiri”
Yoona melototi Kyuhyun, “ bantu aku atau game milikku akan aku ambil kembali !” ancam Yoona, menekankan pada kata MILIKKU.
Kyuhyun menutup matanya erat-erat kemudian mengambil napas dalam-dalam. Dia kemudian membukanya dan berjalan langsung ke arah Yoona, dan berhenti tepat di depannya.
“Jadi sekarang apa rencanamu ?” tanyanya, dan Yoona sekali lagi hanya bisa mengangkat bahu.
“molla, kau yang harus memikirkan itu!” jawab Yoona enteng sambil menyilangkan kedua tangannya di atas perutnya dan melihat-lihat kuku jarinya.
“neon jeongmal…” Kyuhyun mendesis sedangkan Yoona hanya memberikannya tatapan ‘apa-yang-salah ?”
Kyuhyun benar-benar frustasi. Ia menggaruk kesal rambutnya yang tak gatal. “aishhh…” ia mendengus dan Yoona tersenyum dalam kemenangan.
“bagaimana bisa kau menyuruhku untuk berpikir tentang hal itu ??” Kyuhyun berteriak dan ketika Yoona hendak berdebat kembali dengannya, tiba-tiba Sooyoung bertepuk tangan.
“ aku tahuuu !!” serunya. Yoona dan Kyuhyun sontak berpaling padanya.
“ kau tahu caranya ,?” Tanya Hyoyeon. Kyuhyun dan Yoona sendiri baru mengingat di tempat itu ternyata masih ada Sooyoung dan Hyoyeon, karena mereka terlalu tenggelam dalam perdebatan mereka yang tak berujung.
“ne, aku tahu bagaimana caranya Kyuhyun dapat membantu Yoona,”
Kyuhyun mengerutkan keningnya, mencoba membaca ekspresi wajah Sooyoung yang berbinar-binar. Seperti ia sedang merencanakan sesuatu.
Dan sesuatu yang tampak tidak bagus.

***
Kyuhyun bersandar di kusen pintu kamarnya saat terus mengawasi Yoona yang sedang melongo menatap isi lemari Siwon.
“Woah! Semua bajunya bermerek!” seru Yoona.
Ya, saat ini mereka sedang berada di asrama Siwon dan Kyuhyun. Sooyoung mendapat ide cerdas untuk Kyuhyun agar bisa membantu Yoona untuk bisa tampil nyaman di sekitar Siwon. Alasannya karena setiap Yoona melihat hal-hal kecil yang berkaitan dengan Siwon pun ia tidak bisa mengendalikan dirinya, setidaknya jika ia sudah tahu banyak tentang hal-hal tentang Siwon ataupun barang-barang milik Siwon, ia sudah cukup mampu untuk mengendalikan dirinya, dan itu bisa menjadi prestasi membanggakan untuk Yoona. Kyuhyun awalnya ingin berdebat tentang ide Sooyoung, tapi belum juga mengatakan apapun, Yoona sudah memberikan tatapan penuh ancaman pada Kyuhyun jika ia tidak mengikuti ide itu, dan lagi-lagi Kyuhyun hanya bisa pasrah.
Sampai saat ini, rencana itu masih berjalan mulus. Yoona berhasil masuk ke dalam asrama Kyuhyun yang memang di larang untuk di masuki wanita tanpa di ketahui siapapun. Tanpa bukan berarti tidak ada. Belum !
“ ya ! bisakah kau lebih cepat sedikit ?? kalau gerakanmu seperti siput begitu kita bisa saja ketahuan !” omel Kyuhyun saat ia melihat Yoona yang sedang tertawa sendiri melihat foto Siwon yang terpajang di atas meja.
“ ya..ya.. !! lihat gayamu itu,, seperti penguntit gila !” komentar Kyuhyun lagi yang langsung mendapat lototan mata dari Yoona.
Yoona lalu mengabaikan lagi ucapan Kyuhyun, ia benar-benar menikmati tempat dimana ia berada. Ini seperti surga untuknya, dan ia tidak ingin membiarkan seekor iblis aneh tidak jelas merusaknya.
“kau tidak boleh membawa apa-apa. Kau harus tahu, kalau Siwon hyung tidak akan suka jika salah satu dari barang miliknya yang hilang,” tambah Kyuhyun.lagi.
“ya ! aku bukan pencuri !”
“ne, ne..kau bukan pencuri..kau hanya seorang pengagum bodoh yang akan berpura-pura pingsan saat tidak bisa mengendalikan situasi,” ucap Kyuhyun sinis.
Yoona mengeritkan bibirnya, “yaa !! kau hanya merusak moodku !!” ucapnya cemberut.
Tapi oke, saatnya untuk berlatih. Itulah alasannya ada berada di tempat ini. Ia berharap ia bisa tampil dingin dan tetap tenang saat harus berhadapan dengan Siwon ataupun semua hal yang berkaitan dengan Siwon. Ia menghirup udara di tempat itu dan menghembuskanya kembali lalu perlahan-lahan membuka matanya. Namun ketika ia benar-benar membuka mata. Ia melihat sekilas boneka plushie kuda di tempat tidur Siwon. Dan sebelum tahu apapun, ia sudah meremas boneka itu erat-erat.
“omo ! Kyeoptaaaa” Yoona menjerit sambil terus meremas-remas boneka plushie kuda yang menurutnya sangat lucu.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Yoona yang semakin aneh, dan tiba-tiba saja ekspresi berubah cemas saat mendengar langkah kaki. Ia menempalkan telinganya, mencoba menangkap suara langkah kaki itu lebih jelas lagi. Kyuhyun membulatkan matanya saat menyadari langkah itu semakin keras, lebih dekat, kemudian di sertai suara-suara dari 3 orang namja, yang salah satunya ia kenal betul siapa pemilik suara itu. Ia tersentak dan menegakkan tubuhnya menatap Yoona. Keduanya berada dalam masalah besar sekarang !!!
Yoona menatap balik Kyuhyun, hendak bertanya apa yang salah ketika Kyuhyun mendekatinya dan langsung meraih tangannya, membuat boneka plushie kuda yang sedang di pegang Yoona terjatuh di lantai.
“ waeyeo ?” Tanya Yoona, tapi Kyuhyun tak menghiraukannya. Ia hanya terus menarik Yoona ke arah lemari.
“ kau tetap disini untuk sementara, arasseo ?” perintah Kyuhyun sambil menunjuk sebuah lemari.
“ w-wae ?? ada apa sebenarnya ?” Tanya Yoona
Kyuhyun melirik kea rah pintu lalu kembali menatap Yoona, “Siwon hyung akan datang dan aku yakin pasti dia akan masuk ke kamar ini. Tinggalah disini dan jangan membuat suara apapun, oke ? aku akan berusaha yang terbaik untuk membuat mereka keluar dari sini sesegera mungkin,” ucap Kyuhyun. Yoona tersentak dan langsung memegang erat-erat lengan Kyuhyun.
“ S..Si.Siwon..Siwon sun..bae..ada di..sini ??” Tanya Yoona lagi dengan suara terbata-bata.
Kyuhyun mengangguk, “ne ! dan kau harus tetap tenang, mereka lebih baik tidak tahu keberadaanmu disini atau aku yang akan mati !! arasseo ?”
Kyuhyun mencoba melepaskan tangan Yoona dari lengannya, tapi Yoona malah semakin mengeratkan tangannya. “hei, lepaskan aku !” desis Kyuhyun tapi Yoona tak mendengarkannya. Dia terus memeluk lengan Kyuhyun. Sekali lagi, untuk beberapa alasan, kehadiran Kyuhyun bisa menghentikan penyakitnya sebelum kumat lagi ketika melihat Siwon.
Kyuhyun semakin frustasi. dia hampir bisa mendengar langkah kaki dan suara-suara yang semakin mendekat, dan jika Yoona terus menahannya seperti, mereka pasti akan tertangkap. Sekali lagi ia berusaha melepaskan tangan Yoona, tapi semakin ia mencoba Yoona semakin mengeratkan tangannya. Kyuhyun semakin panik ketika mendengar ceklikan tombol pintu terbuka. Tanpa pikir panjang lagi Kyuhyun langsung masuk ke dalam lemari bersama Yoona yang masih tetap menggandengnya.
Pintu kamar terbuka, suara tawa lembut Siwon terdengar dengan diikuti tawaan terbahak-bahak yang cukup keras, yang sudah pasti pemilik tawa itu adalah Sungmin.
“aish.., aku tidak bisa percaya kau masih tinggal disini,” suara lain muncul, terdengar lebih arogan. Sudah pasti itu adalah Heechul.
“hei, kenapa boneka plushie ini ada di lantai ? ya Choi Siwon, hanya karena kau putus dengan Tiffany kau akan membuang barang yang di berikannya untukmu ??” goda Sungmin, diikuti tawaan dari Heechul.
“molla, aku tidak ingat meletakkan itu di lantai,” jawab Siwon.
Kyuhyun merasa Yoona tersentak di dadanya. Saat itulah dia baru sadar posisi mereka saat ini. Yoona masih memegang lengan kiri Kyuhyun, sedangkan yang kanan memegang pinggang Yoona. Kyuhyun sendiri tidak ingat kapan ia memegang Yoona seperti itu, mungkin itu terjadi karena ia terlalu panic. Mereka masih berada di dalam lemari, ruang yang kecil, tubuh mereka begitu dekat, dan tak ada jarak di antara mereka.
“jangan membuat suara apapun,” bisik Kyuhyun, dan Yoona kembali tersentak mengetahui keadaannya saat ini. Ia hanya bisa menggigit jarinya. Rasa takut semakin menyelimutinya. Di pikirannya hanya terisi bagaimana nanti kalau dirinya ketahuan menyelinap ke asrama laki-laki dan harus di panggil ke ruangan kepala sekolah, sehingga tanpa sadar ia membenamkan kepalanya ke dada Kyuhyun. Napas Kyuhyun berubah sesak, dia membeku dan tidak tahu harus berbuat apa. Yoona benar-benar tidak menyadari kedekatan mereka saat ini,. Tidak hanya itu, ia baru menyadari Yoona semakin dekat dan bisa mendengar detak jantungnya.
“whoa,, jantungmu berdegup sangat kencang,” bisik Yoona. Kyuhyun hanya bisa menggertakan giginya.
“kau diamlah!” balas Kyuhyun
“dugeun…dugeun..dugeun..” Yoona terus berbicara, seakan mendeskripsikan bunyi detak jantung Kyuhyun
“aku bilang tutup mulut,” Kyuhyun mendesis, dan Yoona tetap tenang, bagaimanapun itu ia semakin menempelkan telinganya di dada Kyuhyun, dan pria itu hanya bisa menelan ludah. Yoona merasa jantungnya juga ikut berdebar dengan kencang. Ia sendiri tidak tahu, tapi untuk beberapa alasan ia merasa aneh jantungnya berdebar-debar. Tapi ia merasa nyaman dan menyukai hal itu.
Saat itu, ia lupa di mana ia berada. Yoona lupa bahwa saat ini badannya sangat lengket dengan dada Kyuhyun di sebuah lemari kecil, dan ia juga melupakan orang-orang yang berada di luar mereka.
Kyuhyun mencoba untuk bernapas. Ia tidak ingin mati di tempat itu karena kehabisan napas apalagi gugup karena Yoona. Ia tidak bisa berpikir dengan benar dan Yoona bahkan tidak melakukan pertolongan sedikittpun. Ia berpikir untuk langsung saja keluar dari dalam lemari itu dan menunjukan dirinya bersama Yoona, dan siap menghadapi konsekuensi yang akan diterima mereka, tapi disisi lain ia tidak mungkin melakukan hal itu karena hal itu bisa merusak image nya di depan tiga Sunbae itu. Terutama untuk si Mr.Arogan, Kim Heechul, yang ia yakini akan terus menertawainya setiap hari. Ia juga memikirkan Yoona yang pastinya akan menjadi bahan ejekan dan gossip semua siswa.
Kyuhyun menarik napas dalam-dalam dan diam-diam berdoa untuk ketiga sunbae itu agar cepat keluar dari tempat itu.
Sementara Kyuhyun yang hampir gila dengan situasi itu, Yoona masih menikmati kedekatannya dengan Kyuhyun. Sampai kembali ia tersadar saat mendengar suara namja lain juga yang masih ada di tempat itu.
“sudah kubilang aku tidak membuangnya, seingatku aku meletakan plushie itu di tempat tidur,” ucap Siwon yang tidak terima terus di goda Sungmin dan Heechul.
“seesh..aku hanya bercanda” komentar Heechul.
“ aku tahu kau cukup frustasi setelah putus dengan Tiffany,” tambah Sungmin.
“yaa..aku tidak bisa menyalahkanmu kalau kau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melupakan Tiffany. Maksudku, Tiffany sangat luar biasa,” ucap Heechul.
“ seorang gadis seperti Tiffany sangat jarang di dunia ini, dia sangat baik dan mempunyai hati seperti malaikat. Yah, kau tahu kan aku sangat mencintai Sunny dan bagiku dia adalah gadis paling cantik di dunia ini, tapi Tiffany benar-benar mempunyai sesuatu yang lebih di antara yang lain, dia sangat dewasa jauh melampaui usianya. Dia benar-benar wanita sejati,” Sungmin kembali menambahkan.
“ini sangat buruk untukku kalau dia tidak lagi menyukaiku. Aku tak ingin meminta lebih, aku hanya ingin dirinya, karena semua yang aku inginkan ada dalam diri Tiffany,” ucap Siwon, membuat kedua temannya terdiam.
“kalian bisa bilang aku bodoh, putus asa, atau apapun,, tapi aku sangat berharap aku bisa kembali bersama dengannya”
Kyuhyun bisa mendengar desahan napas Yoona bersamaan dengan ucapan Siwon.
“atau setidaknya, aku berharap Tuhan akan berbaik hati memberikanku seorang gadis yang persis sepertinya,” lanjut Siwon.
Heechul dan Sungmin mendesah mendengar ucapan itu. Siwon tertawa lembut, kemudian mengambil beberapa lembar kertas yang ada di meja dan memberikan itu pada Heechul.
“ ini tugasmu Heechul-ah, kau harus berterima kasih padaku karena aku bisa mengerjakan tugasmu itu karena aku tidak begitu sibuk malam tadi,” Heechul menyambut mengambil tugas rumahnya itu sambil terkekeh, tapi itu sebagai ungkapan terima kasihnya.
“aku akan ke toilet sebentar, tetaplah disini lalu kita akan pergi bersama” ucap Siwon lalu melangkah pergi menuju toilet.
Kyuhyun sedikit bernapas lega mengetahui ketiga sunbae itu akan pergi beberapa saat lagi dan ia bisa keluar dari ruangan lemari sempit itu. Ia hanya harus menunggu dan bertahan selama beberapa detik, hanya beberapa detik…….
Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam ..

ACHOOOO!

suara bersin yang cukup keras membuat Kyuhyun terkejut saat kembali menemukan Yoona yang akan bersin lagi.
ACHOOOO!

“ mwo ?? apa kau dengar itu Sungmin-ah ??” ucap Heechul saat mendengar suara bersin itu.
“ ne..aaku dengar..seperti bersin seseorang..”
ACHOOOO!

Yoona bersin lagi, dan kali ini hidungnya semakin merah. Ia mencoba mengusap hidungnya untuk menghentikan bersinnya. Namun tak berhasil, malah ia akan bersin lagi, kalau saja Kyuhyun tidak menariknya ke dadanya, membuat gadis itu bersin di dadanya.
“yaa!! Kenapa kau harus bersin di saat yang benar-benar tidak tepat ?” kesal Kyuhyun.
“ini bukan salahku..!! lemarimu terlalu berdebu!” ucap Yoona dan bersiap untuk bersin lagi, ia langsung membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun agar suara bersinnya tak terlalu terdengar.
“yaa !! tidak bisakah kau menahan bersinmu itu ?? kau menghujaniku dengan virusmu itu !”
Yoona melototi Kyuhyun dengan mata sipitnya, “yaa !! aku sedang mencoba menghentikannya!”
“setidaknya kau harus….-“
“aku rasa suara itu berasal dari dalam sini,” kedua orang yang berada dalam lemari itu membeku, menyadari suara langkah kaki yang mengarah dan mendekati lemari tempat mereka berada.
“kau yakin ?” Tanya sungmin.
“ molla, tapi aku sangat yakin suara itu berasal dari dalam lemari ini. Aku ingin mengetahuinya.
Heechul semakin mendekat dan tangannya perlahan memegang ganggang pintu lemari, bersiap-siap untuk membukanya.
1..2..3..dan……!!!
“aisshh… ini tidak bisa di buka..” keluh Heechul saat mencoba membuka pintu lemari itu. Untunglah Kyuhyun cukup pintar dan kuat untuk menahan pintu lemari dari sisi dalam agar tidak bisa di buka.
“mungkin pintunya rusak,” komentar Sungmin. Kyuhyun dan Yoona masih terus berharap agar Heechul berhenti membuka pintu lemari.
“aishh..” Heechul mendengus sambil terus menoba lagi, dengan kekuatan penuh kali ini. Sementara Kyuhyun dan Yoona berjuang sekuat tenaga di dalam lemari yang sempit mengumpulkan tenaga untuk menahan pintu lemari.
“ya ! apa yang kau lakukan ?” suara Siwon tiba-tiba muncul dan membuat Heechul berhenti menarik, “ada sesuatu dalam lemari ini,” jawabnya
“ lemari Kyuhyun ? mungkin itu tikus atau semacamnya,”
Kyuhyun tersenyum kecut sedangkan Yoona menatapnya jijik, “yaa..lemarimu ada tikusnya ?” tanyanya. Kyuhyun menggertakan giginya, menyuruh Yoona agar tutup mulut.
“tikus ?? eww..” seru Heechul jijik.
“ jinjja, apa asrama ini benar-benar ada tikusnya ?”
“ babo ! aku hanya bercanda. Mana mungkin sekolah ini mempunyai tingkat kebersihan yang rendah ? aku Cuma ingin mengatakannya supaya Heechul berhenti membuka lemari itu. Lemari itu milik Kyuhyun dan dia tidak akan pernah suka jika lemarinya di lihat oleh orang lain,”
“tapi kami benar-benar mendengar suara…..”
“ mungkin hantu.”
“ bwoo ??” Heechul berlari meninggalkan ruangan itu diikuti tawaan Sungmin dan suara pintu yang di tutup dan di kunci.
Kyuhyun menunggu selama 10 detik untuk memastikan ruangan itu benar-benar kosong. Kemudian perlahan membuka pintu lemari, melirik ke sekitar sampai ia benar-benar merasa aman. Ia lalu meluruskan punggungnya yang cukup sakit karena baru saja berada dalam posisi tertentu untuk waktu yang cukup lama.
“ aishh..hampir saja” gumamnya sambil meregangkan lehernya kekiri dan ke kanan, “aku tidak percaya orang seperti heechul takut pada tikus,” tawanya sambil mengingat-ingat ekspresi Heechul tadi.
“ aku sudah tahu kalau ini adalah ide yang buruk. Kita hampir saja tertangkap dan aku pikir kita tidak usah lagi melakukan ini dan…” kata-kata Kyuhyun terpotong saar melihat orang yang di ajaknya berbicara tidak memperhatikannya sama sekali. Dia mengerutkan kening saat ia melihat Yoona duduk di tempat tidur Siwon dan meraih plushie kuda yang ada di situ. Yoona menatap boneka ia lekat-lekat, ekspresi wajahnya seperti ia sedang memikirkan sesuatu. Ia perlahan-lahan mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssi..”
“ apa ?”
“ jadikan aku wanita sejati, seperti Tiffany”
“mwooo ??!!!!”
***
“kau benar-benar aneh,”! geram Kyuhyun sambil mencoba melepaskan tangan Yoona dari lengannya saat berjalan kembali ke gedung sekolah. Ia mempercepat langkahnya dan Yoona mulai berlari mengejarnya.
“ Kyuhyunniee…!! Jebal..aku sungguh-sungguh !” seru Yoona dan Kyuhyun berbalik kasar. Yoona yang sibuk mengejar Kyuhyun dan tidak tahu kalau Kyuhyun yang akan tiba-tiba berbalik langsung menabrak Kyuhyun, tepatnya di dada Kyuhyun. Kyuhyun mendorong kepala Yoona menjauh dari dadanya sedangkan Yoona hanya bisa mengelus-elus kepalanya.
“ yaa..apa kau tidak berpikir dulu sebelumm mengatakan ide itu ? mana mungkin seorang gadis meminta seorang pria untuk mengubahnya menjadi seorang wanita sejati ? aishh….!!” Seru Kyuhyun dan Yoona menatapnya kembali polos. Kyuhyun mendesah frustrasi. Jelas, apa pun yang ada di dalam kepala Yoona semuanya aneh, tidak ada manusia normal yang bisa memahaminya.

“Aku bahkan tidak tahu kenapa aku repot-repot berbicara denganmu. Jinjja, aish. “, Gumamnya sambil menaruh tangannya di saku celananya, memutar kembali badannya dan menghadap ke arah gedung sekolah, dan sekali lagi Yoona menempel di lengan Kyuhyun.
“ tolong bantu aku, Kyuhyun-ssi. Hanya ini satu-satunya cara supaya Siwon-sunbae melirikku. Dia bilang kalu dia ingin wanita yang seperti Tiffany, dan aku tidak bisa melakukannya sendiri. Jeball…~”
“ jadi maksudmu, kau ingin menjadi seperti Tiffany ?” Yoona mengangguk penuh semangat.
“ tapi aku tidak yakin. Aku pikir kau ingin Siwon-hyung bisa menyukaimu ?”
“ ne ! dan agar itu bisa terjadi, aku harus seperti Tiffany. Kau juga mendengarnya kan ?? semua yang diinginkan Siwon hanya gadis seperti Tiffany”
“ aku mohon Kyuu,, jeball..jinjja jebal..” Yoona terus memohon. Kyuhyun menatap Yoona, ia bisa melihat harapan besar di mata Yoona. Kyuhyun merasa mulutnya kering dan tanpa ia sadari ia mendapati dirinya tengah mengangguk manis di depan Yoona yang wajahnya kembali berseri-seri.
“gomawoooo…” Yoona melonat kegirangan dan saa itulah ia menyadari kalau ia sudah memegang Kyuhyun terlalu kuat. Seperti sengatan listrik diantara keduanya, Kyuhyun dan Yoona buru-buru melepaskan tangannya. Yoona hanya tersenyum penuh malu sedangkan Kyuhyun mulai berbalik dan kembali menuju gedung sekolah.
To Be Continue
Azzhaaaa….
Tunggu untuk part selanjutnya, karena part selanjutnya sepertinya akan lebih menarik dimana Kyuhyun akan mengajarkan cara” menjadi seorang wanita pada Yoona.. hehe
Untuk part ini mian yaa pendek bangett..dan tidak cukup menarik seperti di part sebelumnya..
Don’t be silent reader..aku sangat menunggu komentar2 dari kalian..
Don’t forget to mention me @ratiiihhhmeilda