Tag

,

Annyeong Yoonaders, ^^
Mian ya baru ngepost lagi lanjutannya..ohh yaa, mian yaa author bikin ff sad muluu.. abisnya author paling mood kalau udah bikin ff sad. Author hanya menulis apa yang ada di otak author lalu di tuangkan ke dalam ff, dan ga pernah nyangka kalau jadi ff yang cukup menyesakkan dada kalo d baca. Author sendiri baru menyadarinya pas membaca kembali. Dan untuk ff ini memang sengaja ceritanya di bikin complicated. Di part 2 ini akan menceritakan flashback awal cerita Yoona Donghae dan Siwon. Dan bersiaplah untuk part 2 ini karena sepertinya masalah akan bertambah lebih rumit. Dan juga kalau dibaca juga di hayati supaya feelnya benar-benar dapett..lagiii….part ini akan benar-benar panjang..semoga kalian tidak bosan membacanya..
Ok..Let’s read Yoonaders

Chapter 2
Yoona menarik napas singkat, ia mulai melanjutkan kalimatnya, “oppa, aku masih ingat betul bagaimana kau memperkenalkan dirimu dulu padaku. Saat itu kau pertama kali masuk sekolah sebagai murid baru di kelasku,”…
*flashback*
4 tahun yang lalu..
Suasana kelas yang riuh itu seketika diam ketika Park Seonsaengnim masuk ke kelas itu untuk mengajar. Yoona yang masih bercerita dengan Siwon, yang saat itu masih menjadi kekasihnya langsung menhentikan percakapannya. Matanya lalu memandangi ke depan, kea rah Kim Saengnim yang datang bersama seorang namja di belakangnya.
“ good morning class..” sapa Kim Saengnim yang memang mengajar bahasa Inggris.
“ morning, Sir,” jawab seisi kelas serempak.
“okay,. Today our class has a new student, please introduce your self infront of the class” perintah Kim Saengnim. Murid baru itu lalu memperkenalkan dirinya.
“ annyeong haseyeo. Naneun Lee Donghae imnida, manasseo bangeupsumnida,” ucap murid baru bernama Donghae.
“ baiklah, Donghae. Sebelum mengakhiri perkenalanmu, adakah yang ingin kau tanyakan ??” Tanya Kim Saengnim.
Donghae tersenyum, matanya menatap seluruh penjuru kelas, dan berhenti tepat pada Yoona.
“ itu seonsaengnim. Aku ingin mengetahui namanya,” ucap Donghae sambil menunjuk tepat kearah Yoona. Ucapan Donghae tersebut langsung mendapat riukan dari seisi kelas. Terlebih lagi Yoona yang sedikit terkejut, ia lalu memandangi Siwon kekasihnya yang duduk di sampingnya. Siwon hanya membalasnya dengan senyuman yang langsung membuat hati Yoona kembali merasa nyaman.
“ namanya Im Yoona, kau bisa berkenalan dengannya nanti setelah kelas ini berakhir. Sekarang kau bisa duduk di tempat dudukmu,”
Donghae pun langsung duduk.
Kim Saengnim langsung membuka pelajaran hari itu dengan memberikan perntanyaan yang cukup culit.
“ sekarang Im Yoona, cepat jawab pertanyaan di papan tulis ini,”
Yoong celingukkan, otaknya tak secerdas kekasihnya Siwon. dengan suara pelan hampir berbisik ia meminta bantuan pada Siwon yang di duduk di tak jauh dari bangkunya.
“ Oppa….” Bisik Yoona didukung raut wajahnya yang memelas. Siwon yang sudah tahu maksud Yoona pun segera memberitahukan jawabannya pada Yoona.
Yoona kemudian mengangguk mengerti, dengan suara yang lantang ia menjawab pertanyaan tadi. Dan hasilnya…..sukses !! jawaban Siwon tepat !!
“ bagus Im Yoona,, kau menjawab dengan sangatt baik..” puji sang guru setelah mendengar jawaban Yoona.
Yoona tersenyum puas dan memandangi Siwon dengan tatapan –terima kasih oppa-.
Tapi kesenangan Yoona hanya sesaat, tiba-tiba sang guru melanjutkan ucapannya, “kau menjawab dengan sangat baik, terutama dalam hal meminta jawaban,” Kim saengnim yang tadi menganggukkan kepala kini berganti menggelengkan kepalanya.
“Im Yoona ! berhentilah meminta bantuan pada Choi Siwon” lanjut Kim Saengnim, senyum Yoona yang merekah langsung lenyap seketika.
“ dan kau Choi Siwon.. kau sangat hebat bisa menjawab pertanyaan ini dengan tepat ! padahal soal seperti ini kita bahkan belum mempelajarinya,” puji Kim Saengnim.
“ ne Seonsaengnim, gomapseumnida.” Balas Siwon di ikuti senyumannya.
Setelah hampir 3 jam lamanya, pelajaran itu pun berakhir. Yoona menghela napas panjang sebagai tanda penderitaannya telah berakhir selama 3 jam. Memang ia tidak terlalu tertarik dengan pelajaran yang menguras otak seperti ini, ia lebih menyukai seni music, teater dan dance, berbeda jauh dengan Siwon yang sangat menyukai Matematik dan Science.
“oppa, aku lapar, ke kantin yukk,” ajak Yoona
“ mianhe Yoong, oppa harus ke ruang guru. Kim Seonsaengnim memanggilku. Kau pergilah duluan, oppa nanti akan menyusulmu,”
Yoona mengangguk, ia pun berjalan sendiri menuju kantin.
Tepat saat Yoona baru saja akan meminum jus yang sudah di pesannya, seorang namja tinggi langsung duduk di sampingnya.
“ Im Yoona,,” serunya.
Yoona menatap namja itu, dahinya mengernyit bingung melihat namja yang tersenyum padanya.
“ boleh aku duduk di sampingmu ?” lanjutnya
Yoona menangguk, “waeyeo Donghae-ssi ?” Tanya Yoona
“ ah, jangat terlalu formal begitu. Panggil saja aku Donghae arasseo ?”
“ ne..”
“ ada yang ingin ku katakan padamu, Yoong”
“ Yoong ??” Yoona sedikit terkejut mendengar Donghae memanggilnya dengan sebutan Yoong. Jelas-jelas namanya itu Im Yoon A, bukan Im Yoong, Yoong !
“ ne, mulai sekarang aku memanggilmu Yoong, supaya kita bisa lebih akrab,”
Yoona hanya tersenyum, nama Yoong bukanlah nama yang jelek, walaupun terasa sedikit aneh di telinganya. Baru kali ini ada orang yang baru ia kenal langsung mengganti namanya.
“baiklah, sekarang apa yang ingin kau tanyakan ?
“ begini, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan. Kau sudah punya namjachingu, Yoong ?? soalnya saat pertama aku lihat kau di kelas, aku langsung tertarik padamu, dan aku ingin kau menjadi yeojachinguku. Bagaimana ??”
Mata sipit Yoona membesar seketika. Minuman yang baru di teguknya langsung di semburkannya tanpa sadar, tepat mengenai wajah Donghae yang ada di depannya.
“omo !! mianhe Donghae ssi, aku tidak sengaja” pinta Yoona.
Donghae menghela napas panjang, kemudian perlahan membersihkan air yang muncrat di wajah tampannya.
“ gwenchana,, apa kau terkejut dengan ucapanku ?”
Yoona mengangguk pasti, memang ia sangat terkejut.
“Donghae -ssi, kita baru saja berkenalan beberapa jam yang lalu dan sekarang kau memintaku untuk menjadi yeojachingumu ?? apa kau sedang bercanda, huh ?? kau bahkan tidak mengetahui aku sudah punya kekasih atau belum!” ucap Yoona tegas
“ ne, aku tahu itu..tapi……”
“Yoona…”
Sebuah suara membuat Donghae menghentikan ucapannya. Kedua orang itu langsung beralih ke sumber suara, dan tampaklah Siwon dengan gagahnya berjalan kea rah mereka. Yoona menyambut kedatangannya dengan senyuman.
“Siwon oppa..” sambut Yoona
“apa urusanmu sudah selesai, oppa ?”
Siwon mengangguk, “dan juga ada hal penting yang oppa ingin katakan padamu, tapi tidak sekarang oppa mengatakannya”
“ baiklah oppa”
Tak berapa lama, Yoona dan Siwon keluar dari kantin, meninggalkan Donghae sendiri.
Yoona dan Siwon kini berada dalam mobil, memang sudah menjadi kebiasaan Siwon mengantar dan menjemput Yoona pulang sekolah. Tapi suasana yang biasanya penuh kehangatan canda dan tawa di mobil itu kini berubah menjadi hening. Senyuman yang biasa selalu terukir di bibir Yoona saat bersama Siwon kini berubah menjadi embun air mata yang mulai perlahan mengalir dipipinya. Ia terus saja menundukkan kepalanya, menyembunyikan air mata yang jatuh agar tak terlihat oleh Siwon. Kenyataan pahit yang mengharuskan ia terima, berpisah dengan Siwon-lah menjadi penyebabnya. Bukan berpisah dalam artian hubungan antara keduanya berakhir, tapi karena Siwon mendapat tawaran untuk bersekolah di luar negeri sehingga meninggalkan Yoona sendiri.
“aku akan membatalkan beasiswa itu jika kau tak ingin aku pergi,” ucap Siwon memecah keheningan.
Di dalam hati Yoona ingin mengatakan kalau ia sangat sangat tidak ingin Siwon meninggalkannya, tapi ia tidak bisa mengatakan hal itu. Ia tidak ingin egois hanya ingin mementingkan kebahagiaannya sendiri, sedangkan Siwon harus memendam kekecewaan tidak dapat merasakan belajar di Negara lain, seperti impian Siwon selama ini.
Yoona menggeleng pelan, “aniyeo oppa. Aku tahu inilah impian oppa selama ini. Aku tidak ingin menghancurkan mimpi oppa itu karena keegoisanku. Pergilah oppa..”
Siwon menatap wajah sendu Yoona, di dalam hatinya juga ia tidak ingin meninggalkan Yoona sendiri. Ia sudah selalu terbiasa berada di dekat Yoona.
“ tapi kau akan tetap menunggu oppa kan, chagiya ?”
Yoona mengangguk dan tersenyum, meyakinkan kekasihnya yang tampak gundah.
“ tentu oppa,berapa lama pun dan sampai kapanpun itu aku pasti akan menunggu oppa, aku janji”
Siwon langsung merengkuh tubuh Yoona ke dalam pelukannya, ia benar-benar mencintai gadis yang ada di pelukannya itu. Yoona adalah harta paling berharga dan terindah dalam hidupnya.
“ besok oppa akan berangkat, kau akan mengantarkanku di bandara kan ??”
“ ne oppa,”
Setelah itu, Siwon pun mengantar Yoona pulang ke rumah. Esoknya Yoona tidak datang ke sekolah karena harus mengantar Siwon ke bandara. Ia memang tak usah repot lagi meminta izin untuk tidak datang ke sekolah, karena ia yakin betul sekolah sudah tahu alasannya tidak datang ke sekolah. Memang sudah bukan rahasia lagi di sekolah itu tentang hubungannya dengan Siwon, bahkan hampir satu sekolah beserta gurunya tahu akan hubungannya dengan Siwon. bukan karena mereka pasangan yang serasi, tetapi karena sifat mereka yang sangat jauh bertolak belakang, tapi dapat bertahan selama 2 tahun. Kedua orang tua Siwon dan Yoona pun sudah menyetujui hubungan mereka.
Donghae yang dari hari kemarin terus kesal karena belum melihat Yoona, kini tampak berubah senang. Gadis yang berhasil mencuri perhatiannya itu kini tampak duduk manis di kelas.
“pagi, Yoong” sapa Donghae.
Gadis itu hanya meresponnya dengan senyuman.
“ kenapa kau tidak masuk sekolah ? kau sakit ?” tanya Donghae, namun tak mendapat jawaban dari Yoona.
“ Yoong, kenapa tidak menjawab pertanyaanku ?” Tanya Donghae lagi.
Yoona tampak kesal dengan sikap Donghae yang berlebihan padanya. Saat ini di pikirannya masih bertaut pada Siwon, kekasihnya yang jauh di sana. Ia lalu memtuskan keluar kelas, menjauh dari hiruk pikuk pertanyaan Donghae.
“ ya, Yoong. Kau mau kemana ??
Yoona tetap tak merespon ucapan Donghae padanya. Sampai beberapa hari kemudian, keaadaan keduanya tak berubah. Yoona masih saja terus murung sedangkan Donghae terus memperhatikannya walaupun dari jauh.
“ Im Yoona, cepat jawab pertanyaan di papan tulis ini !!” perintah Kim Seonsaengnim. Yoona yang masih berada dalam lamunannya seketika tersadar. Pikirannya benar-benar kacau, ia tidak konsentrasi dan tidak dapat menjawab pertanyaan itu.
Siwon yang biasanya selalu membantunya pada saat-saat seperti ini kini tidak ada lagi di sampingnya. Yoona hanya bisa terdiam tak tak tahu harus berucap apa.
“sssttttt..” samar-samar Yoona mendengar suara bisikan yang di tujukan padanya. Ia menoleh, dan tampaklah di sana Donghae yang sedang meliriknya. Yoona membalas tatapan Donghae padanya dengan ekspresi kebingungan.
Dengan gesit dan cekatan Donghae melemparkan secarik kertas berisikan jawaban untuk Yoona. ia membuka kertas itu, dan masih tampak ragu.
“ Im Yoona, cepat selesaikan soal di papan tulis ini sekarang juga!” perintah Kim Seonsaengnim lagi.
Yoona memandang Donghae. Namja itu berusaha meyakinkan Yoona. gadis itu pun perlahan maju dan berhasil menyelesaikan soal di papan tulis dengan tepat. Yoona menghela napas panjang, kemudian tersenyum pada Donghae.
“gomawo Donghae -ssi” ucapnya setelah pelajaran berakhir.
“ cheonmaneyeo, Yoong. Memang soal tadi cukup sulit, apalagi beberapa hari ini kan kau tidak begitu konsentrasi selama pelajaran berlangsung. Jadi wajar saja kau kesulitan menjawabnya,”
“benar juga, sekali lagi terimakasih ya Donghae -ssi. Baiklah, bagaimana kalau sekarang kau ku traktir makan siang ??” ajak Yoona.
Donghae mengangguk dan lalu berjalan beriringan dengan Yoona menuju kantin. Semenjak itulah keduanya semakin dekat dan sering jalan berdua. Hampir semua kegiatan yang biasa dilakukan Yoona bersama Siwon kini tergantikan oleh Donghae. Donghae juga-lah yang sering mengajari Yoona soal pelajaran yang sulit di mengerti gadis itu, karena memang otak Donghae seencer dan sepintar Siwon.
“Yoong, cepat ikut aku!” Donghae menarik pergelangan tangan Yoona. menuntun gadis itu agar ikut bersamanya.
“ kita mau kemana oppa ?
“ sudahlah nanti kau akan tahu”
Tak sampai 15 menit, keduanya telah sampai di sebuah ruangan yang berdindingkan kaca di sekelilingnya.
“ ini di mana oppa ?”
“ oppa hanya ingin mengajakmu istrahat sejenak, kau pasti lelah belajar terus,” jawab Donghae. Namja itu lalu memutar lagu yang berirama beat dengan volume yang cukup tinggi.
“menarilah..” pinta Donghae
Yoona menatapnya bingung, tidak mengerti maksud ucapan Donghae.
“ oppa tahu kau berbakat dalam bidang tari, jadi menarilah. Oppa ingin kau mengembangkan bakatmu, seni tari juga sangat penting”
Yoona tersenyum mendengar ucapan Donghae. Perlahan ia mulai menggerakan tubuhnya mengikuti irama musik, gerakannya semakin lincah. Walaupun ini pertama kalinya untuk Yoona, tapi tubuhnya sama sekali tidak terasa kaku saat badannya bergerak. Setelah hampir 10 menit lebih, akhirnya Yoona mengakhiri gerakannya dengan di sambut tepuk tangan dari Donghae.
“ kau memang sangat hebat, Yoong” puji Donghae
“ gomawo Oppa, aku sangat senang melakukan semua ini,”
Sekali lagi Yoona tersenyum bahagia. Satu hal yang ia sadari, hal yang di lakukannya saat ini belum pernah dilakukannya bersama Siwon. perasaan nyaman dan bahagia kini menyelimutinya saat berada di samping Donghae.
“sekarang saatnya kau yang menunjukan kemampuanmu padaku, oppa !”
Donghae lalu mendekati sebuah piano yang tak jauh darinya. Jemarinya perlahan menekan tuts demi tuts piano yang mulai menghasilkan nada yang indah. Donghae bernyanyi, menunjukan kemampuan vokalnya yang di atas rata-rata. Sekali lagi perasaan yang membuat hati Yoona semakin tentram kini menyelimutinya, membuat gadis itu tak berhentinya berdecak kagum mendengar lantunan lagu dari suara emas Donghae. Yoona tersentuh, bait demi bait lagu “Beautiful” yang di nyanyikan Donghae seakan merasuki dirinya, sehingga tanpa sadar bulir-bulir air mata jatuh menetes membasahi pipinya.
“kau menangis ?” ucap Donghae sesaat setelah mengakhiri lagunya.
“ suaramu sangat indah” balas Yoona. segera di hapusnya airmatanya.
“ini untukmu Yoong. Lagu ini untukmu, karena aku menyayangimu” ucapan Donghae sekali lagi membuat gadis itu terkejut.
Saat ini perasaan memang sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata. Selama setahun terakhie ini Donghae lah yang selalu menemaninya, dan Yoona menyukai hal itu. Tapi ia tak bisa membohongi juga kalau ia sangat merindukan Siwon, sosok kekasih yang telah lebih dulu memenuhi hatinya semenjak 2 tahun yang lalu.
**********
3 bulan telah berlalu, ujian penentuan kelulusan sudah selesai di laksanakan. Dan kini, tibalah hari yang paling di tunggu, pengumuman hasil ujian. Hari kelulusan sekolah Yoona..
“huaaaaaaaaaaaa….!! Aku lulus ! oppa aku lulus” teriak Yoona kegirangan saat baru saja mengetahui dirinya lulus. Dan tanpa sadar, ia langsung saja memeluk Donghae yang berada tepat di depannya.
“chukkae Yoong, kau sudah berusaha sangat keras” balas Donghae tak kalah bahagianya.
Yoona perlahan melepas pelukannya, “ ne oppa, ini juga semua berkat bantuan selama ini. Tapi tunggu, ka juga lulus kan ??”
Donghae mengangguk, “tentu saja aku lulus,”
“Yoong, ikut aku ! palli !” Donghae menarik pergelangan Yoona menuju sebuah aula sekolah yang kosong. Yoona hanya menurutinya dan mengikuti langkah kaki Donghae.
“untuk apa kau mengajakku ke sini,oppa ?”
“ ada yang ingin kukatakan padamu, Yoong”
“ mwoya ?”
Donghae menarik napas panjang, walau mungkin sebuah kata singkat yang akan di ucapkannya tapi sangat berarti untuknya.
“saranghanda, nan jeongmal saranghaeyeo Im Yoona” ucap Donghae lembut dan penuh perasaan.
Jantung Yoona kembali berdegup kencang. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus di katakannya saat ini. Bahkan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia sungguh tidak siap menghadapi situasi ini. Tapi di sudut hatinya, ia bisa merasakan ketulusan di tiap kata cinta yang di ucapkan Donghae untuknya.
“Yoong, maukah kau menjadi kekasihku ??” ucap Donghae lagi.
Yoona menarik napas dalam dan perlahan menutup matanya.
“Tuhan, kumohon tolonglah aku saat ini. Berikan aku jawaban yang tepat untuknya” batin Yoona.
“Yoona…” suara namja memanggil Yoona. bukan, bukan Donghae yang memanggilnya.
Suara namja yang terakhir kali di dengar Yoona setahun yang lalu. Suara yang sangat ia rindukan, dan ia tahu betul siapa pemilik suara itu.
“Siwon oppa,” ucap Yoona pelan. Refleks ia membalikkan tubuhnya ke asal suara. Dan tampaklan sana Siwon berdiri tepat di belakangnya, membawa sebuket mawar putih kesukaan Yoona.
Siwon menatap Yoona dengan senyuman, ia sangat merindukan kekasihnya itu. Tanpa pikir panjang, ia langsung saja memeluk Yoona, memeluk gadis itu erat. Tepat di depan Donghae.
“bogoshippo..aku sangat merindukanmu, Yoona” bisik Siwon.
Yoona masih saja berdiri mematung saat mendapat pelukan hangat dari Siwon. ia masih terkejut melihat Siwon yang tiba-tiba ada di depannya.
“ yaa, kau tidak merindukan, huh ?” Tanya Siwon karena ia tidak mendapat respon yang di harapkannya dari Yoona.
“op..pp..pa..kkenapa oppa bisa disini ?”
“Setahun tanpa dirimu sudah sangat cukup untuk oppa. Oppa sangat merindukanmu disana. Oppa sudah terbiasa denganmu. Jadi oppa memutuskan untuk melanjutkan sekolah disini, supaya oppa terus bisa bersamamu. Oppa ingin membuat supraise untukmu, tak oppa sangka ternyata kau tidak terkejut sedikitmu. Oppa kira saat kau melihatku, kau langsung berlari memelukku dan mengatakan kalau kau sangat merindukanku,”
Kini Yoona menatap namja di depannya. Kekasihnya yang sengaja kembali untuknya. Perasaan cinta yang hampir padam kini timbul kembali saat Siwon datang lagi padanya. Dan mungkin inilah jawaban Tuhan untuknya saat ia berdoa tadi.
“tidak begitu oppa, malah aku sangat terkejut ketika melihatmu disini. Naddo bogoshipo..aku juga sangat merindukanmu oppa”
Siwon tersenyum dan kembali memeluk Yoona dengan erat. Kini Yoona membalas pelukan itu, dan mendapat jawaban yang tepat untuk di katakan pada Donghae. Donghae..benar Donghae !! Yoona baru sadar ternyata Donghae masih ada di tempat itu.
Yoona langsung melepas pelukannya. Kini matanya bertatapan langsung dengan mata Donghae.
“aku rasa inilah jawabannya oppa,” Yoona menggenggam tangan Siwon, agar Donghae lebih mengerti maksud ucapannya,
“selama ini oppa selalu mengatakan kalau kau menyayangiku, bahkan cinta padaku, tapi tak pernah sekalipun kau mendengar jawabanku aku mempunyai orang yang aku cintai atau tidak. Donghae oppa, kau harus tahu kalau aku itu sudah mempunyai kekasih. Dan orang itu adalah Siwon oppa, kekasihku semenjak 2 tahun yang lalu, jauh sebelum aku mengenalmu.”
Perkataan yang baru saja di ucapkan Yoona seperti ribuan jarum yang dengan serempak menusuk hati Donghae. Semakin panjang ucapan itu semakin dalam juga jarum itu menancap di hatinya. Tentu saja sakit rasanya, tapi ia berusaha untuk tidak menunjukkan itu pada Yoona. ia terlalu menyayangi gadis itu.
“ dan jika kau ingin menanyakan perasaanku terhadapmu, harus kau tahu bahwa aku sangat menyayangimu, sebagai teman. Ya, hanya sebatas teman. Terima kasih untuk setahun ini kau setia menjadi temanku yang paling dekat. Gomawo oppa..aku harap kau bisa mengerti”
Yoona perlahan melangkah mundur, kemudian berbalik meninggalkan tempat itu bersama Siwon. Donghae menatap punggung Yoona yang semakin menjauh, senyum menyakitkan terukir manis di bibirnya.
“meskipun rasanya sangat menyakitkan, aku akan tetap berpura-pura seakan tak terjadi hal apa-apa. Meskipun air mataku mengalir, aku tahu bagaimana untuk menyembunyikannya. Aku menyimpan ini semua di satu sisi dalam hatiku. Dan aku tahu bagaimana untuk tetap tersenyum. Inilah jalan kita untuk berpisah, Im Yoona saranghanda..”
End of flashback..
Yoona menutup memori ingatannya saat dulu dengan buliran air mata yang menetes manis di pipinya. Memang saat itu adalah saat terberat untuknya, harus di hadapkan pada dua hati. Dan kali ia harus menghadapinya lagi, walau dengan kondisi yang berbeda, yang lebih berat.
“Donghae oppa….” Perlahan Yoona menyentuh tangan Donghae yang dingin, “apa kau masih menyayangiku ? apa rasa sayang itu masih ada untukku ?” bisik Yoona.
Lagi-lagi air mata jatuh di pipinya, ia benar-benar tidak dapat memahami perasaannya saat ini.
“oppa..masih ingatkah kau 4 tahun yang lalu, saat kau menyatakan perasaanmu padaku ? maaf karena aku tidak dapat menerimamu saat itu, maaf..maafkan aku karena aku tidak bisa jujur dengan perasaanku sendiri..maaf karena aku berbohong karena sejujurnya aku juga dengan tulus sayang padamu, bahkan cinta..ya oppa, sejak awal kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu, dan bodohnya aku baru menyadarinya saat kau menghilang dari kehidupanku..”
Yoona menghentikan sejenak ucapannya, mengumpulkan semua kekuatan untuk melanjutkan lagi kalimat-kalimat yang akan di ucapkannya.
“tapi kenyataan berkata lain, takdir tidak menghendaki kita untuk bersama. Siwon oppa kembali padaku ketika kau menyatakan perasaanmu padaku, tepat setelah aku berdoa kepada Tuhan. Semenjak saat itu aku sadar, rasa cinta yang sempat tumbuh di hatiku mungkin hanyalah cinta sesaat, dan cintaku yang sesungguhnya adalah Siwon oppa. Dan sampai sekarang aku masih bersamanya, bahkan menjadi tunangannya yang sebentar lagi akan menuju gerbang pernikahan. Aku sangat mencintainya, Donghae oppa. Siwon adalah pelengkap hidupku yang terasa hampa.”
“oppa, apa kau bisa merasakan betapa sedihnya hatiku saat ini ? orang yang ku cintai sekarang merenggang nyawa, bahkan tidak aka nada harapan lagi tanpamu. Ya, hanya kau satu-satunya yang dapat menolong orang yang kucintai, oppa. Aku bahkan rela mengganti nyawaku dengan nyawanya, mengorbankan diriku demi dirinya..”
Yoona tak dapat lagi membendung air matanya, ia membiarkan air murni yang keluar dari matanya itu jatuh begitu saja. Dengan terisak ia menangis, pelan tapi kesedihannya bisa menyentuh siapapun. Tangan Donghae yang digenggamnya makin erat, mencoba bertahan lebih lama sebelum ia benar-benar jatuh.
“hanya kau harapanku oppa, mungkin hal mustahil untukku memintamu untuk bangun dari koma, tapi aku hanya berharap kau bisa mendengarku..dan menolongku..aku mohon oppa..dengarlah aku..tolong aku oppa..”
Isakan tangis Yoona perlahan terhenti ketika merasa jari tangan seseorang yang tengah di pegangnya perlahan bergerak. Yoona tertegun, ia benar tidak bermimpi. Ia benar-benar melihat jari tangan Donghae bergerak. Sontak Yoona memalingkah pandangannya ke Donghae, tapi belum ada reaksi dari namja itu. Matanya masih tertutup rapat..tapi..tapi..
Tapi setetes air mata mengalir dengan mudahnya dari mata Donghae, bahkan dengan mata yang tertutup. Seperti ia ikut menangis, merasakan kesedihan Yoona.
Tangan Yoona bergetar, tangannya menyentuh wajah Donghae.
“kau mendengarku oppa ? sungguh kau bisa mendengarku oppa ??” desis Yoona.
Yoona memegang erat tangan Donghae, menanti namja itu untuk bersedia membuka matanya. Tapi sampai 3 menit kemudian, tak ada lagi reaksi dari Donghae. Harapan Yoona yang sempat timbul kembali sirna.
“uljima..oppa..uljimarayeo.. aku mohon jangan menangis” Yoona kembali terisak.
Ia lebih memilih membenaman wajahnya di sisi tempat tidur, ia cukup merasa Donghae sedang melihatnya saat ini. Sedang menangis, dan ia tidak ingin Donghae melihat hal itu.
“Yoong…”
“Yoong…”
Suara serak namja membuat Yoona kembali tersentak. ‘Yoong ?’ nama yang sudah tidak di dengarnya sejak 4 tahun yang lalu. Nama yang di berikan Donghae untuknya. Ya.. Donghae ! dan hanya Donghae yang memanggilnya seperti itu.
Yoona mendongakkan wajahnya, memandangi Donghae. Perlahan tapi pasti, Donghae mulai membuka matanya.
“oppa….” Ucap Yoona pelan.
“uljima..Yoong..”
*****Heart2Heart****
Suasana kamar yang beberapa jam tadi sepi kini berubah ramai. Tampak beberapa dokter dan perawat sedang memeriksa salah satu pasiennya yang baru saja tersadar dari koma selama 4 tahun, bahkan saat harapan tinggal beberapa persen lagi. Beberapa dokter bahkan masih belum percaya apa yang terjadi dengan Donghae, nama pasien itu.
“ini sebuah keajaiban, bahkan kondisi tubuhnya saat ini tak ada yang bermasalah, kita hanya harus menunggu kondisinya pulih betul sambil menjalankan terapi karena tubuhnya masih terasa kaku karena 4 tahun sama sekali tidak bergerak,” ucap dokter itu menjelaskan.
Disisi tempat tidur, Eomma Donghae menyambut penuh haru kehadiran anaknya yang akhirnya bisa bersamanya kembali.
“Donghae-ah, terimakasih karena kau telah kembali” ucap Donghae eomma sambil mengusap punggung tangan Donghae. Namja itu perlahan tersenyum.
“bogoshipo eomma..” ucapnya pelan. Matanya lalu melirik ke seluruh sudut ruangan, tapi orang yang di carinya tak ada di tempat itu.
“ kau mencari gadis itu ?” tebak Eomma Donghae.
Donghae mengangguk, “dimana dia, eomma ?”
*****Heart2Heart****
Yoona duduk di sampingnya tunangannya yang masih setia menutup mata, sama sekali tak ada kemajuan yang berarti dari namja itu. Dengan tangan yang masih sedikit bergetar, Yoona coba menggenggam erat tangan Siwon.
“Siwon oppa..dia sudah sadar, dia sudah kembali oppa..” ucap Yoona pelan.
Ia melanjutkan, “kau pasti tahu orang yang kumaksud kan,oppa ?? ne, dia Donghae oppa. Lee Donghae, teman sekolah kita dulu, kau ingat kan ?”
“saat mengetahui Donghae oppa sadar aku sangat senang, aku berharap dia bisa mendapatkan kesehatan yang lebih baik nantinya. Tapi bagaimana denganmu oppa ? Donghae oppa telah kembali, dan harapan kita agar dia bersedia mendonorkan ginjalnya untukmu pasti tak ada lagi. Sekarang aku harus berbuat apa oppa ? aku hanya ingin kau kembali sehat dan selalu tersenyum untukku..oppa..”
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu di ruangan itu mengharuskan Yoona menghentikan perkataannya. Ia kemudian membuka pintu, sosok ajumma berdiri tepat di depan pintu.
“Donghae eomma..” desis Yoona.
Suasana koridor rumah sakit masih tampak ramai seperti biasa. Di salah satu tempat duduk yang tersedia di situ, duduk Yoona bersama Eomma Donghae.
“Donghae,, dia sudah bangun dari koma-nya,” ucap eomma Donghae memulai pembicaraan. Yoona hanya menanggapinya dengan senyuman.
“sekarang keadaannya semakin membaik, hanya perlu menjalani beberapa terapi” lanjutnya.
“aku..aku turut senang mendengarnya eommoniem,” akhirnya Yoona membuka suara.
Donghae eomma perlahan meraih tangan Yoona, menggenggam tangan gadis cantik itu.
“gomawo..jeongmal gomawo Yoona-ssi..”
Yoona menatapnya bingung, tidak mengerti maksud ucapan Donghae eomma.
“ajumma tahu, karena dirimu lah Donghae bisa sadar dari komanya, karena orang yang dicintainya berada di sampingnya, karena ia tak ingin orang yang dicintainya menangis memohon di hadapannya,”
“Donghae eomma…”
“terima kasih karena kau telah mengembalikan Donghae untuk menemani ajumma, tapi maafkan ajumma karena tidak bisa membantu untuk menolong tunanganmu, ajumma tahu kau pasti sedih, tapi semua keputusan berada di tangan Donghae, hanya dia yang berhak menentukan apa ia rela mendonorkan ginjalnya atau tidak,”
Yoona menghela napas panjang, “apa aku harus memohon pada Donghae untuk menyelamatkan Siwon ? tidak mungkin, jika saja dia masih tulus menyayangiku dia tidak mungkin merelakan ginjalnya untuk menolong tunangan wanita yang dia sayangi..” batin Yoona.
“aniyeo eommonim, aku rasa Donghae bukanlah orang yang di takdirkan untuk memberikan ginjalnya untuk tunanganku, aku rasa cukup bisa melihatnya sadar kembali,” Yoona mengakhiri ucapannya dan bersiap untuk melangkah pergi, tapi tangan eomma Donghae masih menahannnya.
“dia sedang mencarimu, pergilah menemuinya dan cobalah untuk berbicara padanya..”
*****Heart2Heart****
Dari bilik jendela Yoona menatap Donghae yang berada dalam kamar rumah sakit. Namja itu tampak sedang melemaskan jari-jari tangannya yang mungkin terasa sulit di gerakkan..
“masuklah..” ucap Donghae. Sepertinya namja itu sudah menyadari kehadiran Yoona yang mengintipnya.
Pelan Yoona melangkah memasuki ruangan itu, pandangannya masih berada di bawah, ia belum siap memandangi mata Donghae secara langsung.
“neomu bogoshipta..*aku sangat merindukanmu*” ucap Donghae pelan. Wajah Yoona mulai terangkat, kini ia dapat melihat jelas Donghae, ‘apa benar kau masih menyayangiku,oppa?’ batin Yoona.
“b..ba..gai..mana ..k..kabar..mu oppa ?” ucap Yoona terbata-bata. Rasa gugup tidak bisa di hilangkannya.
Donghae tersenyum, “sangat baik…”
“rasanya lama sekali tidak melihatmu..kau tak banyak berubah..hanya saja kau semakin cantik,” lanjutnya.
Yoona berusaha mengabaikan ucapan Donghae itu, ia takut karena ia terlalu rapuh saat ini.
“kau mencariku oppa ??” Tanya Yoona, mulai bersikap lebih dingin.
“ne..aku mencarimu..aku hanya ingin melihatmu,” balas Donghae.
Yoona menatap Donghae, alasan namja ini mencarinya benar-benar tidak lucu. Ia lebih baik memlih untuk cepat-cepat meninggalkan ruangan itu secepatnya,.
“jika tak ada lagi yang ingin kau katakan, aku pergi dulu.”
“tunggu,” cegah Donghae.
“Yoong..” panggilnya, membuat Yoona kembali menoleh padanya., “aku mohon Yoong, jangan menangis lagi di depanku,”
“aku tidak sanggup melihat air mata orang yang aku cintai jatuh menangisi pria lain di depan orang yang mencintainya, rasanya sangat sakit Yoong, rasanya aku juga ingin ikut menangis,”
Pertahanan Yoona benar-benar hampir runtuh, dia mencoba memegang erat tangannya yang sudah bergetar lagi, “oppa, apa kau benar-benar mendengarku ?? kau bisa melihatku menangis ??” batin Yoona, sungguh itu adalah kata yang ingin di ucapkannya, tapi bibirnya masih ragu untuk berucap.
“apa benar hanya aku yang bisa menolongnya, ?” Tanya Donghae lagi.
“ apa benar hanya dengan donor ginjalku, Siwon bisa selamat ??”
“oppa…” ucap Yoona pelan. Ia tidak tahu lagi harus apa yang di ucapkannya.
“ apa kau mencintainya, Yoong ?”
“ apa kau rela berkorban untuknya ?”
“ apa kau sanggup mengorbankan dirimu, hidupmu, bahkan kebahagiannmu demi keselamatan Siwon ?”
“oppa…” lagi-lagi hanya kata itu yang keluar dari mulut Yoona.
“jawab aku Yoong!”
Yoona perlahan mengangguk, memang itulah janjinya. Ia benar-benar rela memberikan seluruh hidupnya demi keselamatan Siwon.
Donghae menghela napas, sejenak ia berpikir kemudian kini ia menatap Yoona,
“jika benar hanya aku yang bisa menolongnya dan itu yang kau inginkan, maka aku akan mendonorkan ginjalku untuknya..”
Brukk…pertahanan Yoona benar-benar runtuh. Untunglah di sekitarnya ada kursi yang cukup empuk sehingga ia tidak lagi merasakan sakit kerena tak mampu lagi menopang tubuhnya. Apa yang baru saja di ucapkan Donghae benar-benar membuatnya terkejut. Sama sekali tidak pernah terbesit di pikirannya kalau Donghae akan benar-benar rela memberikan ginjalnya untuk Siwon. tunggu… Donghae belum menyelesaikan ucapannya.
“tapi…” Donghae berhenti sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya,
“tinggalah disisiku..”
To Be Continue
Jreng….Jreng….
Gimana gimana ?? menarik tidak ?? sepertinya ide masalah untuk ff ini benar-benar kompleksss !! bangett malah ! aku hanya tidak mampu membayangkan berada di posisi Yoona jika memang harus memilih antara 2 hati. Antara tunangan yang dicintainya ataukah orang yang menyelamatkan tunangannya yang juga mencintainya? Kebahagiaan Donghae demi keselamatan Siwon ?
Aku rasa hanya kalian yang bisa menentukan..lagi-lagi aku masih bingung dengan pairing untuk endingnya nanti, YoonWon atau YoonHae ?? ayoo cepat berikan couple yang kalian inginkan melalui komentar-komentar kalian, karena aku sama sekali belum tahu nanti Yoona baiknya di pasangkan sama siapa. @ratiiihhhmeilda
Dan part selanjutnya mungkin akan menjadi part ending, jadi mungkin akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari biasanya, karena author masih mempertimbangkan couple yang cocok untuk ff ini berdasarkan komentar kalian..
So, let’s give your comment ^^