Tag

, ,

Annyeong annyeong Yoonaders ^^

Hohoohoho, di otak author udah sangat banyak menumpuk ide-ide unik untuk buat fanfic baru dan salah satunya ini yang barusan kelar. Untuk ff ini, author terinspirasi dari cerita uri Oppa “Kyuhyun” saat di Strong Heart, masih ingatkan waktu itu kalau Kyu Oppa pernah bilang naksir seorang suster saat ia di rawat di rumah sakit ? nah, berawal dari situlah author mengembangkannya dengan ide author sendiri sehingga menjadi benar-benar fiksi. Tidak seperti cerita aslinya dimana Kyuhyun di tolak mentah-mentah ama tu suster, tapi kalau di ff ini akan mempunyai cerita yang cukup panjang. Dan kalau banyak kesalahan atau tidak suka dengan ceritanya, tetap berikan komentar saja yaaa..hehe
~~~~~~~~
Suasana ruang UGD yang mulanya hening berubah sedikit ribut ketika baru saja datang pasien yang di bawa mobile Ambulance. Tampak beberapa petugas rumah sakit dan suster sedang membawa ke salah satu ruang perawatan.

“dokter Im, ada seorang pasien kecelakaan yang baru saja tiba. ia kehilangan cukup banyak darah dan harus mendapatkan pertolongan segera, dok” ucap salah seorang suster. Dokter muda dan cantik yang baru saja akan duduk beristirahat setelah melakukan pemeriksaan dengan beberapa pasien sebelumnya langsung berdiri sambil berlari kecil menuju salah satu ruang perawatan yang di maksud suster itu.

Dengan cekatan, ia memeriksa detak jantungnya, tekanan darah, mata dan beberapa organ lainnya.
“kondisi pasien sangat tidak stabil,”gumamnya.
“pasien kehilangan banyak darah dan harus membutuhkan donor darah secepatnya. Tapi stok darah yang sesuai dengan darah pasien sedang kosong, dokter. Dia memiliki golongan darah tipe O negatif” suster yang berada di samping dokter itu menambahkan.
“benarkah ? ya sudah. Tak ada jalan lain, sekarang suster Jung ikut saya ke ruang tranfusi darah,” dokter itu pun berlalu sedangkan beberapa suster lainnya yang tetap tinggal di ruangan itu kembali membersihkan wajah pasien masih menyisahkan darah.
Selang beberapa jam kemudian, dokter itu kembali memeriksa keadaan pasien. Ya, setelah mendonorkan darahnya barulah ia bisa kembali melihat pasien itu.
“bagaimana keadaannya ?” tanyanya pada suster yang menjaga pasien itu.
“keadaannya semakin membaik, dia akan segera siuman. untung saja ada anda yang mendonorkan darahnya untuk pasien ini,” jawab suster itu. Yoona mengangguk sambil menghela napas panjang. Senyum manis tersenyum di bibirnya. Menyelamatkan sebuah nyawa adalah kenikmatan yang berharga terutama untuk seorang dokter sepertinya.
Matanya lalu memandangi wajah pasien itu. “namja yang tampan,” batinnya. Tapi sedetik kemudian ia tertegun sendiri, terkejut saat baru menyadari wajah namja itu yang sangat familier.
“mwo ! bukankah dia….??” Pekiknya
Suster disampingnya mengangguk, mengerti arti maksud dokter itu, “ne, dia seorang penyanyi terkenal, magnae Super Junior, Cho Kyuhyun,!”
Senyuman dokter itu semakin mengembang, “senang melihat anda, Cho Kyuhyun-ssi. Syukurlah kau selamat, kenalkan aku, Im Yoona” ucapnya. Walaupun pasien bernama Cho Kyuhyun itu belum juga sadar, tapi Yoona tetap senang bisa menyapanya dan memperkenalkan dirinya pada orang yang diidolakannya itu.
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, seorang suster masuk ke ruangan itu dengan tergesa-gesa.
“ternyata disini. Aku dari tadi mencarimu dokter Im, cepat kita harus pergi sekarang, kita sudah hampir terlambat,” ucap suster yang ternyata asisten dari dokter Yoona.
“mwo ? kita harus kemana, Sulli-ssi ?” Tanya Yoona kebingungan
“aigoo~ ternyata kau benar-benar lupa ! sekarang waktunya rapat para dokter dan pimpinan dari tadi mencari anda!”
Yoona sontak menepuk jidatnya, ia lalu melirik jam tangannya hendak memeriksa tinggal beberapa waktu lagi yang tersisa, “kurang dari 2 menit lagi rapat di mulai, abeoji akan benar-benar membunuhku kalau aku terlambat lagi,” gumamnya. Dengan gesit ia lalu berdiri hendak meninggalkan ruangan iu, tapii pandangannya kembali menoleh pada Kyuhyun yang masih terbaring,
“semoga anda segera sadar, Cho Kyuhyun-ssi” ucapnya lalu berlari kecil menuju ruang rapat diikuti Sulli di belakangnya.
Tepat saat itu, Kyuhyun perlahan membuka kedua matanya. Ia mengedipkan matanya beberapa kali, berusaha memperjelas penglihatannya yang kabur. Pelan ia meringis menahan sakit pada lukanya yang cukup parah.
~~~~~~~~
Beberapa hari kemudian, belum pernah lagi Yoona menyempatkan untuk mengunjungi Kyuhyun. Pekerjaan yang menumpuk ditambah lagi kenyataan bahwa pimpinan rumah sakit tempatnya bekerja tak lain adalah ayahnya sendiri yang selalu mengontrol kegiatan Yoona di rumah sakit. Tapi mendengar kabar kalau Kyuhyun, idolanya sudah sadar dan sehat kembali membuatnya sangat senang.
Masih dalam tempat yang sama, hanya ruangan yang berbeda tampak Kyuhyun di temani kakaknya Cho Ahra sedang merapikan beberapa pakaian dan barang-barang yang ia gunakan selama di rumah sakit. Sedangkan beberapa member Suju lainnya juga sudah menyempatkan untuk mengunjungi Kyuhyun sebelumnya, tapi di hari itu tidak sempat menjemput Kyuhyun di rumah sakit karena terbentur jadwal syuting di salah satu stasiun TV lokal.
“terima kasih atas pelayanan yang baik selama saya berada di rumah sakit ini,” ucapnya kepada beberapa perawat dan dokter pengganti yang turut berada dalam ruangan itu.beberapa perawat wanita hanya terus tersenyum melihat Kyuhyun.
“ne, kami juga senang melihat anda pulih dengan baik,” kata dokter Kim, dokter yang bertugas mengganti posisi Yoona yang merawat Kyuhyun. Ia menambahkan, “tapi sebaiknya ada berterimakasih pada dokter Im, karena dia yang telah mendonorkan darahnya untuk anda,”
“dokter Im ?” ulang Kyuhyun.
Dokter Kim mengangguk, “dia adalah dokter yang merawatmu sebelum anda sadar, tapi karena beberapa pekerjaan yang harus di selesaikannya, saya yang mengganti untuk merawat anda, Kyuhyun-ssi”
Kyuhyun pun mengangguk.

~~~I Love You,too !~~~

“permisi, apa saya bisa bertemu dengan dokter Im ?” Tanya Kyuhyun pada salah satu resepsionis yang berada di tempat itu. Ya, sekarang Kyuhyun tengah berada di lobi rumah sakit untuk menanyakan keberadaan dokter Im hendak mengucapkan terima kasih sebelum dirinya keluar dari rumah sakit.
“maaf, sepertinya dokter Im belum datang. Mungkin dia terlambat” jawab resepsionis itu.
Kyuhyun pun memutuskan untuk menunggu. 15 menit kemudian, belum juga ada tanda-tanda kedatangan dokter Im, belum lagi saat ini ia mulai merasa risih karena sudah banyak yang menyadari keberadaannya, bahkan tak sedang diantara orang-orang di rumah sakit itu mengambil beberapa gambarnya. Kyuhyun hanya mencoba tetap tersenyum.
“apa kita harus menunggu lebih lama lagi ?” Tanya Ahra yang telah mengerti keadaan Kyuhyun.
Kyuhyun berpikir sejenak, “baiklah, mungkin kita bisa menemuinya dilain hari,” jawab Kyuhyun. Ia lalu hendak mengucapkan terima kasih pada resepsionis itu, tapi resepsionis itu menahan langkahnya sambil menunjuk arah pintu masuk rumah sakit.
“disana, dokter Im baru saja tiba,” ucapnya
Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk dan menemukan sosok wanita yang masih sangat muda untuk profesinya sebagai dokter. Wanita itu tampak berlari kecil sambil mengenakan jas putih yang ada di lengannya. Kyuhyun tersenyum sendiri, seakan menemukan sesuatu yang unik dari dokter itu.
Kyuhyun pun melangkah mendekati dokter itu, “dokter Im ?” panggilnya, cukup pelan tapi orang yang dipanggil masih bisa mendengarnya. Yoona pun menoleh.

DEG..DEG..

Jantung Kyuhyun berpacu cepat saat melihat Yoona dengan jelas. 3 detik cukup membuatnya terlena menikmati keindahan yang dipancarkan dari wajah cantik Yoona. Kyuhyun merasa aneh sendiri dengan jantungnya yang berubah berdegup kencang.
“maaf, anda memanggilku ?” balas Yoona
Mendengar suara Yoona membuat Kyuhyun membuyarkan lamunannya. Ia menjadi malu sendiri karena berdiri seperti patung tanpa ekspresi.
“ah ne, apa benar anda dokter Im ?” Tanya Kyuhyun sekali lagi.
Yoona mengangguk diikuti senyuman manisnya, “ne, dokter Im imnida, senang melihatmu bisa sehat kembali Kyuhyun-ssi,”
”aku..aku ingin mengucapkan terima kasih sudah menolong dan merawatku selama di rumah sakit,”
“tak perlu mengucapkan terima kasih Kyuhyun-ssi, ini memang sudah menjadi tugasku sebagai dokter, merawat dan menyembuhkan pasien,”
Sekali lagi Yoona tersenyum, dan sekali lagi jantung Kyuhyun kembali berdegup kencang. Sedikit bingung, tapi Kyuhyun mencoba membalas senyuman itu. Keheningan muncul diantara mereka, Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apalagi. Selain itu, bibirnya terlalu kaku untuk memulai percakapan lagi dengan dokter itu.
“dokter Im, palli..palli..kita akan terlambat lagi !” teriak Sulli, asisten Yoona.
Yoona melirik jam tangannya dan tak banyak waktu tersisa lagi, “maaf Kyuhyun-ssi, aku harus segera pergi,” Yoona membungkuk singkat dan hendak melangkah pergi, tapi Kyuhyun menahannya.
“tunggu, dokter Im,”
Yoona menoleh, menanti lanjutan ucapan Kyuhyun.
“hm..bolehkan aku..hm..aku meminta nomor ponselmu ?” Tanya Kyuhyun ragu-ragu.
“nde ??” Yoona terkejut mendengarnya. Ia tidak perna mengira Kyuhyun akan bertanya seperti itu. Ia sejenak berpikir tapi lagi-lagi Sulli memanggilnya.
“dokter Im, pimpinan pasti akan menghukummu kalau kau terlamba lagi..palli !!” Sulli menarik tangan Yoona dan membawanya pergi.
“jeongmal mianhe Kyuhyun-ssi, annyeong,” hanya itu yang diucapkan Yoona sebelum berbalik dan berlari bersama Sulli meninggalkan Kyuhyun yang belum berubah dari posisinya semula.
Kyuhyun lagi-lagi tersenyum sebelum pada dirinya sendiri, “aishh..ada apa denganku ?” batinnya.

~~~I Love You,too !~~~

Di sebuah ruangan yang cukup luas, duduklah beberapa namja yang sedang asyik dengan kegiatan masing-masing. Diantaranya Donghhae, Siwon, Shindong, dan Ryeowook sedang asyik bermain kartu, Ryeowook yang sedang asyik mengolah masakan didapur, Leeteuk yang sedang menonton TV, Eunhyuk yang sedang bersama I-pad kesayangannya, entah video apa yang sedang di tontonnya. Sedangkan Kyuhyun, tidak suatu kegiatan apapun. Tidak seperti biasanya selalu bermain game, tapi kali ini ia hanya duduk diam entah apa yang dipikirkannya. Dan hal ini membuat beberapa hyungnya kebingungan melihat tingkah Kyuhyun.
“ya..Kyuhyun-ah ! apa efek dari kecelakaan itu membuatmu tidak bisa melakukan kegiatan apapun ?” celetuk Sungmin di tengah-tengah keseriusannya bermain kartu.
“aniyeo Hyung,” jawab Kyuhyun seadanya.
“mungkin kau belum pulih betul, lebih baik kau istirahat sekarang,” Leeeuk ikut menambahkan
“jeongmal gwenchana Hyung, aku sudah sangat pulih, aku hanya….” Kyuhyun terdiam sejenak, pikirannya kembali melayang membayangkan soosok wanita cantik yang dilihatnya beberapa hari lalu.
“hanya apa…” Eunhyuk ikut berkomentar mendengarkan percakapan yang terjadi di ruangan itu, tapi pandangannya belum lepas pada layar i-pad.
Kyuhyun lalu menggeleng cepat, enggan untuk melanjutkan ucapannya.
“sudahlah, daripada kau melamun tidak jelas di ditu, membuat mataku sakit saja melihatmu, lebih baik kau ikut bersama kami bermain kartu!” perintah Shindong sabil menarik tangan Kyuhyun agar ikut bergabung dalam permainan mereka.
Tak ada plihan, Kyuhyun pun ikut bermain daripada terus dihujani pertanyaan dari para hyungnya.
Esoknya, dipagi yang ukup cerah itu, hanyalah wajah Kyuhyun yang sudah tampak segar dan rapi. Sedangkan beberapa member SUJU lain masih kusut, berantakan bahkan masih ada yang terbaring di tempat tidurnya.
“kau mau kemana, Kyu-ah ??” Tanya sang Leader Leeteuk saat melihat si magnae tengah berkaca merapikan beberapa bagian rambutnya.
“rumah sakit,” jawabnya tanpa menoleh.
“mwo ? kau sakit lagi ?”
“aniyeo, hanya saja hari ini jadwalku check up ke rumah sakit,”
Kyuhyun selesai, ia lalu tersenyum sendiri melihat tingkahnya, “aish…kenapa aku begitu bersemangat ?” gumamnya dalam hati.

Setelah berpamitan kepada beberapa hyungnya, ia lalu menjalankan mobilnya menuju rumah sakit. Senyuman dibibirnya juga tak hilang. Belum lagi menginjakan kakinya di lobi rumah sakit, tiba-tiba jantungnya kembali berdegup kencang.
Sudah hampir 1 jam lebih ia berada di rumah sakit itu, pemeriksaaan kesehatannya juga sudah di selesaikannya, tapi orang yang ingin dilihat Kyuhyun belum juga muncul. Ia lalu memutuskan untuk bertanya kepada resepsionis.
“apa dokter Im tidak masuk hari ini ??” tanyanya.
“oh, dokter Im ada, dia sedang istirahat, jika anda ingin menemuinya, biasanya waktu seperti ini ia ada di taman samping rumah sakit,” jawab resepsionis itu.

Kyuhyun lalu berjalan menuju taman rumah sakit, dari belakang ia dapat melihat dokter yang dicarinya itu sedang duduk di sebuah bangku di bawah pohon rindang.
“annyeong dokter Im,” sapa Kyuhyun. Dokter itu menoleh ke arah sumber suara, perlahan senyumannya mengembang menemukan sosok yang yang menyapanya. Dan sekali lagi, jantung Kyuhyun kembali bergetar di buatnya.
“oh annyeong haseyeo. Kyuhyun-ssi, apa yang kau lakukan disini ?”
“hari ini jadwal check up ke rumah sakit,” jawab Kyuhyun sambil mengambil tempat di samping Yoona.
“lalu bagaimana hasilnya ?”
“sangat baik,”
Yoona tersenyum lagi, “senang mendengarnya,”
Kyuhyun menatap wajah Yoona dari samping, sungguh ia sangat menyukai yang dilihatnya saat ini.
“dokter Im,” panggilnya
“Yoona, panggil saja aku Yoona, lagipula ini bukanlah di rumah sakit dan kau juga bukan pasienku sekarang,”
Kyuhyun tersenyum, ia menemukan kenyamanan saat bercakap dengan Yoona. Di dalam lubuk hatinya, ia ingin mengenal lebih jauh dokter cantik ini.
“lalu, apa yang ingin kau katakan ??”
“ kau tahu, saat pertama melihatmu di rumah sakit, awalnya aku kira kau bukanlah seorang dokter,” Kyuhyun memulai pembiacaraan.
“aku sudah sangat sering mendengar orang mengatakan hal yang sama, sepertinya aku memang tidak pantas untuk menjadi seorang dokter,”ucapnya diselingi tawa kecil.
“aniyeo, bukan itu maksudku. Kau sangat cocok menjadi dokter, hanya saja kau masih sangat muda menjadi seorang dokter,”
“22 tahun, umurku baru menginjak 22 tahun ini dan aku sudah menjadi dokter di sebuah rumah sakit ternama di Seoul, bukankah itu hal yang baik,?”

Kyuhyun mengangguk mantap, “ne, kau benar-benar masih sangat muda tapi bagaimana bisa ??”
“aku mengikuti sekolah percepatan dan melanjutkan sekolahku di luar negeri, setelah selesai aku kembali kesini, awalnya aku berniat untuk melanjutkan kuliahku lagi ke jenjang yang lebih tinggi, tapi abeoji ingin aku tetap bekerja disini sebagai dokter karena ada beberapa dokter yang baru saja pensiun.”
“abeoji ??”
“ne, ayahku adalah pemilik rumah sakit ini, jadi wajar saja aku bisa menjadi seorang dokter dengan waktu yang cukup singkat,”
“sangat menarik,” komentar Kyuhyun.
Yoona menatap namja itu, “apanya yang menarik ?? aku rasa ceritaku sangat membosankan,”
“semuanya sangat menarik, terutama dirimu,” jujur Kyuhyun.
Yoona membulatkan matanya mendengar ucapan Kyuhyun, ia lalu tertawa lepas serasa mendengar lelucon yang baru saja dilontarkan Kyuhyun untuknya, “jangan bercanda Kyuhyun-sii,”
Kyuhyun menatap Yoona lagi, tangannya meraih tangan Yoona dan meletakan tangan Yoona itu tepat di dadanya, agar Yoona bisaa meraksakan getaran jantungnya.
“kau bisa merasakannya ?? jantungku berdegup kencang tiap kali melihatmu,”
Yoona tertegun, cukup terkejut saat Kyuhyun meletakan tangannya di dadanya. Walau pelan, tapi ia bisa merasakan getaran yang dimaksud Kyuhyun. Tapi ia tidak mau terlalu larut dalam suasana itu dan cepat-cepat melepaskan tangannya dari tangan Kyuhyun.
“mianhamnida Kyuhyun-ssi, waktu istrahat sudah habis dan aku harus segera kembali ke rumah sakit,” tanpa menunggu balasan dari Kyuhyun Yoona langsung berlari kecil meninggalkan namja itu yang masih duduk di taman.

~~~I Love You,too !~~~

Yoona berdiri seorang diri di tengah-tengah kerumunan para ELF yang sedang menanti kehadiran idolanya, siapa lagi kalau bukan SUPER JUNIOR. Beberapa kali kakinya ia sentakan dan kedua jarinya saling dikaitkan untuk menandakan kegugupannya.
Tak sampai 5 menit, Super Junior yang akan melakukan fan signing di tempat itu muncul. Riuh para ELF kembali membahana saat melihat 10 pria tampan yang tengah tersenyum sambil melambaikan tangan kepada para ELF. Yoona menatap satu persatu namja tampan itu, sekilas dilihatnya Kyuhyun yang tengah memberikan senyumannya kepada para Sparkyu, tapi pandangannya itu kemudian beralih pada sosok namja yang juga berada di tempat itu, disamping Choi Siwon, Lee Donghae.

Acara fans signing dimulai, para ELF memulai barisan sesuai dengan member kesukaannya masing-masing. Dan Yoona, berdiri di barisan untuk para penggemar Donghae. Tangannya bergetar, Ia sama sekali tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.

Bukanlah kali pertama ini ia datang ke acara fans signing suju, sudah beberapa kali ia datang ke acara yang sama tapi masih belum juga bisa menyembunyikan kegugupannya melihat Lee Donghae. Urutannya semakin dekat, tapi Yoona malah memutuskan untuk keluar dari barisan itu, seperti yang selalu dilakukannya setiap kali datang ke acara itu. Menurutnya, melihat Donghae dari jauh sudah cukup membuatnya terrhibur.
Di tengah kesibukannya memberikan tanda tangan untuk para penggemarnya, ia sempat menoleh kea rah barisan Donghae, tepat saat seorang yeoja keluar dari barisan itu. Matanya melihat yeoja itu dari belakang, dan ia kemudian menyadari sesuatu.
“bukankah itu dokter Im ?” batinnya, ia cukup bisa mengenali Yoona dari belakang karena ia pernah melihat itu sebelumnya. Matanya lalu mengarah ke Donghae, “apa dokter Im penggemar Donghae hyung ??”batinnya lagi.
Rasa penasaran menumpuk dipikirannya, ia lalu memutuskan untuk mencari dokter Im yang belum jauh dari tempat itu. Tentu saja sebelum itu ia meminta maaf kepada para penggemarnya untuk menunda waktu beberapa menit. Untunglah para SparKyu bisa memahaminya.
“dokter Im,” panggil Kyuhyun saat menemukan Yoona yang tengah duduk di salah satu bangku yang memang tersedia di tempat itu.
“oh, Kyuhyun-ssii” Yoona berdiri dan kaget melihat Kyuhyun kini ada di depannya, “bukannya kau harus bertemu penggemarmu ?”
“apa yang kau lakukan disini ?” Kyuhyun bertanya balik.
“ah itu, itu…aku…” Yoona terbata-bata.
“ ahh, kau juga ELF rupanya,”
Yoona hanya membalasnya dengan senyuman, walaupun itu bukanlah alasan utamanya datang ke tempat itu,
“kau tidak jaga di rumah sakit ?” Tanya Kyuhyun lagi
Yoona menggeleng, “hari ini aku libur,”
Kyuhyun melirik jam tangannya, “tinggal 1 jam lagi, maukah kau menungguku, aku ingin mengajakmu makan siang bersama,” pinta Kyuhyun.

Yoona terdiam, memikirkan ajakan Kyuhyun, ia lalu mengangguk, menyetujui ajakan Kyuhyun itu. Lagipula tak ada kegiatan lain yang ia lakukan dihari liburnya itu.
Mendapat anggukan dari Yoona, Kyuhyun tersenyum puas.
“gomawo dokter…ehmm…maksudku Yoona-ssi,aku akan melakukannya secepat mungkin,”
“tidak usah, jangan khawatirkan aku, lebih baik sekarang kau segera kembali karena fansmu pasti ingin melihatmu, aku akan menunggu disini sampai acara ini selesai,”
Mata Kyuhyun berbinar-binar, senyum kembali terukir di bibirnya, “baiklah,”
Kyuhyun lalu kembali ke acara fans signingnya dan sambil terus tersenyum melayani permintaan para fansnya. Sesekali matanya melirik ke arah Yoona yang tengah duduk menunggunya.
Meleset dari perkiraan, sudah hampir 2 jam kini Yoona menunggu. Ia hanya menghela napas sambil sesekali melirik jam tangannya atau bermain ponselnya. Kyuhyun menyadari kebosanan Yoona, tapi ia tidak bisa saja pergi dari tempat itu. Ia hanya berharap agar Yoona bisa lebih bersabar untuk menunggu.
2 jam lebih, akhirnya acara iu berakhir juga. Kyuhyun buru-buru meninggalkan tempat itu dan segera menghampiri Yoona. Tapi Leeteuk sang leader tiba-tiba memanggilnya,
“Kyu, kami akan ke restoran Yesung, kau mau ikut ?”
“mian hyung, aku ada janji lain,”
Dengan cepat Kyuhyun menghampiri Yoona yang tengah duduk menunggunya.
“Yoona-ssi, jeongmal mianhe, tidak seharusnya aku memintamu untuk menungguku,”
“aniyeo, gwenchanayeo Kyuhyum-ssi,” ucap Yoona sambil tersenyum.
Kyuhyun bernapas lega, dipikirannya Yoona akan marah dan langsung membatalkan acara makan siang mereka.
“baiklah, kita makan di restoran mana ??”
“terserrah kau saja,” jawab Yoona. Keduanya lalu berjalan bersama menuju restoran yang dipilih Kyuhyun. Acara makan siang itu benar-benar membuat Kyuhyun bahagia dan semakin mengenal sosok Yoona.
Hari sudah semakin sore, keduanya memutuskan untuk pulang. Kyuhyun pun tak segan untuk mengantar Yoona pulang sampai ke rumahnya.
“gomawo untuk makan siangnya, Kyuhyun-ssi,” ucap Yoona, saat keduanya telah sampai di depan rumah Yoona.

Kyuhyun mengangguk lalu tersenyum ,”seharusnya aku yang berterimakasih padamu karena sudah menemaniku hari ini,”
Yoona hanya membalasnya dengan senyuman. Seperti tidak ada lagi yang harus dikatakan, Yoona pun memutuskan untuk segera keluar dari mobil Kyuhyun.
“sampai bertemu lagi Kyuhyun-ssi, annyeong,”
Tepat saat Yoona akan membuka pintu mobil Kyuhyun menahan tangannya. Dan…
CHU…
Entah sejak kapan Kyuhyun mendaratkan bibirnya di pipi mulus Yoona. Yoona tertegun, kaget dan tidak menyangka namja itu akan mencium pipinya. Dengan pelan Kyuhyun melepaskan ciumannya dipipi Yoona. Matanya kini berada tepat di depan mata Yoona. Keduanya saling memandang, dan senyuman terukir lagi di bibir Kyuhyun. Yoona masih menunjukkan ekspresi keterkejutannya dan Kyuhyun masih terus tersenyum memandangi wajah Yoona yang tinggal beberapa senti lagi dengannya.
Yoona menelan ludah, dengan senyuman Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya padanya. Yoona menarik napasnya dalam-dalam. Dengan cepat ia meletakan kedua tangannya menutupi bibirnya. Hal itu membuat Kyuhyun sedikit terkejut, tapi lagi-lagi ia tersenyum. Bukannya berhenti, Kyuhyun terus melanjutkan.
Kyuhyun mencium telapak tangan Yoona yang menghalangi bibir gadis itu. Pelan dan lembut ia mencium tangan Yoona. Ia melepas ciumannya di tangan Yoona, dan kembali tersenyum singkat untuk menatap mata Yoona. Dan sekali lagi ia mencium tangan Yoona itu, dengan lembut.

To be Continue

Jangan lupa berikan komentar kalian untuk part ini yuaaa Yoonaders,, dan juga bisa langsung mention ke twitter : @ratiiihhhmeilda