Tag

, ,

Hayooooo…sapa yang request fanfic YoonHae yang sad ending ?? kebetulan bangett author baru bikin ff sad Yoonhae, jadi bagi kalian yang pecinta sad ending jangan melewatkan untuk FF yang satu ini.. tidak hanya itu, yang YoonWonited juga jangan melewatkan untuk baca ff ini.. ^^
Ohh yaa,mian jika banyak typo dan salah-salah kata ^^ !!

Yoona P.O.V

Confuse ?
Mungkin itu adalah ungkapan paling tepat untuk mendeskripsikan bagaimana keadaanku saat ini. Pernahkah kau merasa jatuh cinta lagi di saat dirimu sudah dalam ikatan orang lain. Di saat dirimu sudah terikat dengan orang lain yang kau cintai dan mencintaimu dengan setulus hati, tapi disisi lain dirimu juga telah jatuh cinta lagi dengan orang lain yang juga dengan tulus mencintaimu, kemudian perlahan-lahan dirimu juga mulai merasakan besarnya rasa cintanya padamu sehingga kau perlahan-lahan mulai menyayanginya ? sampai tiba saatnya kau harus memilih antara orang yang lebih dulu kau cintai dan mencintaimu ataukah orang yang baru kau rasakan cinta itu tumbuh dan orang itu juga mencintaimu ?? di tengah-tengah keadaan yang mengharuskan benar-benar memilih satu di antara dua orang yang paling berharga dalam hidupmu, demi kebahagiaan atau keselamatan salah satu diantara mereka ??
Kisah cinta yang rumit yang berawal manis tapi harus berjalan melewati kerikil yang benar-benar tajam, semuanya berawal saat kejadian yang tidak pernah aku harapkan terjadi..

Author P.O.V

Seorang gadis manis di balut sweater biru langit di padukan skirt berwarna kuning pastel tengah duduk manis di sebuah restoran yang sering di kunjunginya. Di sanalah Yoona sendiri duduk memandangi pemandangan dari luar jendela restoran. Sesekali ia melirik arlojinya, tampak ia sedang menunggu seseorang di tempat itu.
“ kenapa Siwon oppa datangnya lama sekali ??” keluhnya sendiri saat orang yang di tunggunya belum juga datang. Ia lalu kembali mengutak-atik ponselnya, mencari nama Choi Siwon dalam kontaknya. Sudah kesekian kalinya ia menghubunginya, tapi nomor yang di tujunya belum juga aktif.
“ tidak biasanya dia terlambat sampai 20 menit seperti ini, Siwon oppa kan selalu on time,” desisnya lagi. Perasaan cemas pun mulai menyelimutinya. Pikiran buruk yang sempat mampir di otaknya pun segera di tepisnya.
Tak berapa lama, deringan suara ponselnya berbunyi. Nama Ibu Choi Siwon, calon mertuanya tampak tertera di layar i-phone, sedang memanggil dirinya lewat sambungan telepon.
“ yeoboseyeo, eommoniem,” sapanya
“ Yoona….Yoona…cepat kesini..Siwon..Siwon….” suara Ibu Siwon terdengar bergetar.
Tak jauh beda dengan Yoona, kini tangannya mulai bergetar, hampir tidak mampu lagi untuk mendengarkan lanjutan perkataan Ibu Siwon.
“ ne eommonim, ada apa dengan Siwon oppa ?”
“ dia kecelakaan..dan sekarang di rumah sakit,”
Seperti petir di siang bolong, hati Yoona mencolos saat mengetahui kekasihnya yang baru seminggu lalu menjadi tunangannya tiba-tiba mengalami kecelakaan. Dengan sisa tenaganya, ia melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit tempat di mana tunangannya itu di rawat. Segala kenyataan buruk pun harus siap di terima Yoona.
Tak sampai 20 menit, ia sudah tiba di rumah sakit. Langkah kakinya semakin ia percepat menuju ruangan Siwon di berikan pertolongan. Di depan sebuah rungan operasi, ia bisa melihat dengan jelas Ibu Siwon yang sedang histeris melihat Siwon yang masih berlumuran darah sedang di periksa oleh beberapa dokter rumah sakit.
Yoona perlahan mendekat, kemudian melihat tunangannya yang sedang berjuang hidup dan mati. Tenaganya hilang seketika, ia terjatuh tepat di depan ruangan operasi Siwon.
“ oppa…bertahanlah,, jebal..” air mata terus mengelinang di pipi lembutnya. Ingin rasanya ia masuk ke ruangan itu, memegang kedua tangan orang yang teramat di cintainya itu, sekedar membantunya agar tetap bertahan melewati masa kritisnya.
“Tuhan, selamatkan dirinya. Aku mohon, aku sungguh belum sanggup bila harus kehilangan dirinya secepat ini,”
Setelah hampir 2 jam lamanya menunggu, salah seorang dokter keluar dari ruangan operasi itu.
“bagaimana keadaan Siwon oppa, dok ??” tanyaku
“dia telah berhasil melewati masa kritisnya, sekarang keadaannya masih koma “
“ koma ??”
Dokter sekali lagi mengangguk, “ benar, dan buruknyakini ginjalnya tidak berfungsi lagi dengan baik seperti dulu dan kondisi ini semakin memperburuk keadaannya,”
“ lalu, apa yang harus kami lakukan dok ??”
“ sebaiknya anda cepat mencari seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya untuk Siwon, karena kita tidak tahu apa yang terjadi nanti jika Siwon terlambat menerima donor ginjal, semua kenyataan buruk bisa saja terjadi dan kita harus siap jika Siwon harus pergi tiba-tiba,”
Eomma Siwon semakin histeris mendengar keaadaan anaknya, sedangkan Yoona tak bisa lagi berucap apa-apa,, hanya doa yang bisa ia panjatkan di sela-sela tangisnya.
+-+-+-+-+-+-+
Malam semakin menjelang, Yoona masih saja setia duduk seorang diri di sebuah tepat yang suci untuk memanjatkan doa. Memang hanya inilah yang bisa ia lakukan sekarang, meminta pertolongan kepada maha penguasa untuk keselamatan tunangannya. Ia masih ingat betul bagaimana Siwon yang selalu mengajarkannya melakukan hal ini, berdoa di saat-saat ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
“Tuhan, baru tepat seminggu aku dan Siwon meresmikan hubungan kami dalam hubungan pertunangan, bahkan kami belum sempat melaksanakan pernikahan seperti yang kami impikan selama ini. Jangan ambil dulu dirinya dariku, aku benar-benar menyayanginya, aku masih ingin melanjutkan kehidupanku yang panjang dengannya. Saat ini ia masih bertahan merenggang nyawa, berikanlah ia keselamatan, Tuhan. Jika engkau benar-benar tidak mengijinkannya untuk hidup lagi bersamaku, berikanlah hidupku untuknya. Tukarlah nyawaku untuk keselamatannya, aku bersedia menggantikan diriku untuknya”
Bait demi bait doa terus ia kirimkan, berharap akan juga terkabulkan. Sudah hampir 3 jam Yoona berada di tempat itu, tapi belum juga ada niatnya untuk meninggalkan tempat itu. Sampai deringan i-phone berbunyi, nama Eomma Siwon kembali tertera di layar. Perasaan cemas pun kembali menyelimutinya, hanya ada 2 hal yang kini ada di pikirannya, akankah hal baik atau buruk yang ingin di sampaikan Eomma Siwon padanya.
“ yeoboseyeo eommonim,” sapa Yoona, suaranya kembali bergetar
“ Yoona,, jigeum oddiseoyeo ??” Tanya Eomma Siwon
“ aku sekarang di tempat berdoa Eommonim, bagaimana keadaan Siwon oppa sekarang ?”
Eomma Siwon terdengar menghela napas, Yoona semakin penasaran dengan jawaban Eomma Siwon.
“ gomawo Yoona, gomawo karena kau masih setia berdoa untuk keselamatan Siwon. Dan semuanya tidak sia-sia, dokter baru saja memberitahu bahwa ada seorang pria yang bersedia mendonorkan ginjalnya untuk Siwon, doamu terkabul Yoona,”
Air mata Yoona menetes lagi, mendengar penuh hari keajaiban yang terjadi padanya hari ini. Senyumannya kini mulai mengembang.
“ secepat ini kah kau mengabulkan doaku, Tuhan ??” batin Yoona.
Lalu suara eomma Siwon yang belum terputus dari sambungan telepon berucap lagi,
“sebaiknya kau cepat kesini, Siwon pasti membutuhkanmu di saat-saat seperti ini,”
Yoona pun mengiyakan. Setelah mengakhiri percakapannya lewat telepon, ia lalu bergegas menuju rumah sakit. Rasa lelah yang sempat menghampirinya segera di tepisnya jauh, saat ini ia hanya ingin berada di samping tunangannya yang koma.
Dinginnya malam kini berganti teriknya mentari pagi yang menyusup melalui bingkai-bingkai jendela rumah sakit di ruangan itu. Yoona yang tertidur di sisi tempat tidur mulai tersadar. Tangannya masih menggenggam erat tangan Siwon, tunangan yang di cintainya.
“ oppa, bertahanlah. Penderitaanmu pasti akan segera berakhir, himnae ! saranghaeyeo,” bisik Yoona di telinga Siwon, berharap ia mendengarnya dan segera cepat terbangun dari komanya.
Pandangannya pun beralih ke sudut lain ruangan, tampak di sana Eomma Siwon yang masih tertidur di atas sofa. Suara perutnya pun kini berbunyi, ia baru sadar dari kemarin perutnya belum terisi makanan sedikitpun. Kecemasannya pada Siwon membuatnya lupa untuk makan.
Yoona pun berniat membeli sarapan pagi di kantin rumah sakit. Setelah memastikan keadaan Siwon baik saja dan Eomma Siwon yang masih tertidur, ia perlahan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
Tangannya yang semula kosong kini menenteng 2 bungkus sarapan pagi yang hendak di bawanya lagi ke kamar rumah sakit. Satu di belinya untuk Eomma Siwon yang di yakininya juga pasti sedang lapar.
Saat di perjalanan, suara tangisan pelan terdengar di salah satu kamar rumah sakit, membuat Yoona menghentikan langkahnya. Rasa penasaran pun menyelimutinya, Yoona berjalan mendekati asal suara, mendengar percakapan yang terjadi di kamar itu.
“ia baru saja menggerakan jarinya pagi ini dokter, ia masih memiliki kesempatan untuk hidup,” suara wanita terdengar samar-samar di telinga Yoona saat ia mencoba mendengar lebih jelas lagi.
“ itu hanya gerakan refleks biasa, kesempatannya untuk hidup hanya tinggal beberapa persen, bahkan bisa di katakan tidak ada lagi,”
“ tapi dokter,,” suara wanita yang di dengarnya itu lagi kini berhenti.
Walau masih merasa sedikit penasaran, tapi Yoona memutuskan untuk segera di pergi dari ruangan itu. Selain tak ingin terlalu jauh mendengarkan sesuatu yang bukan haknya, perutnya yang kosong terus memanggilnya untuk minta di isi.
“ ini sarapan untukmu, eommonim,” ucap Yoona seraya memberikan semangkuk bubur untuk Eomma Siwon.
“ gomapta Yoona,”
Yoona membalasnya dengan senyuman, ia juga bisa merasakan kesedihan yang di alami calon mertuanya itu pasca kecelakaan Siwon.
“ eommonim, kapan operasi donor ginjal Siwon oppa akan di laksanakan ?” Tanya Yoona di sela-sela kesibukannya melahap sarapan paginya.
“ setelah keluarga pendonor menandatangani surat persetujuan donor itu, secepatnya Siwon akan di operasi. Jika tak ada halangan, paling cepat 2 hari lagi Siwon sudah bisa menjalani operasi transpalasi ginjal,”
Seulas senyum pun terukir lagi dari bibir mungil Yoona, sosok pendonor yang akan memberikan ginjalnya untuk Siwon kini ada di pikiran Yoona.
“ kalau boleh tahu, siapa orang yang akan mendonorkan ginjalnya itu, eommonim ??”
Eomma Siwon menghentikan sejenak aktivitas makannya, matanya kembali menerawang sosok yang berbaik hati yang akan memberikan ginjal untuk anaknya.
“ dia seorang namja, masih muda juga tampan. Sepertinya dia seumuran denganmu dan Siwon,” jelas Eommonim.
“ mungkin ia tidak bernasib baik, keluarganya bilang kalau namja itu sudah koma semenjak 4 tahun yang lalu sampai sekarang belum sadarkan diri, mungkin keluarganya sudah putus asa sehingga berniat untuk mendonorkan ginjalnya untuk Siwon,”
Rasa prihatin kini muncul di benak Yoona, ia hanya berharap siapa saja orang tersebut yang mendonorkan ginjalnya untuk tunangannya Siwon, semoga mendapat kebahagiaan di kehidupannya mendatang saat ia sadar nanti.
+-+-+-+-+-+-+

Yoona kini berada di kamar Siwon, bukan di rumah sakit melainkan kamar Siwon di rumahnya yang terletak di kawasan Gangnam, salah satu kawasan elite di Seoul. Yoona memasuki kamar itu, hampir di setiap sudut ruangan ia bisa melihat foto dirinya bersama Siwon yang terbingkai rapi, terutama sebuah lukisan dirinya yang terpajang di dinding dengan ukuran cukup besar. Hampir saja ia meneteskan air matanya yang akan jatuh saat itu. Rasa rindu yang teramat dalam kini menyelimutinya.
“ oppa..bogoshipo..cepatlah kembali..aku sangat ingin memelukmu sekarang,” ucap Yoona pelan.
Tapi tujuan utamanya di tempat itu bukanlah untuk memandangi foto-foto itu, Yoona datang ke tempat itu untuk mengambil beberapa keperluan Siwon yang mungkin akan di butuhkannya pasca operasi yang akan di laksanakan esok hari. Tapi lagi-lagi deringan i-phone menganggu aktivitasnya.
“ne, eommonim ??”
“ Yoona ottokhae…apa yang harus kita lakukan ?? keadaan Siwon semakin memburuk, Eomma takut dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi,” suara Eomma Siwon terdengar sesenggukan menahan tangis saat berbicara dengan Yoona.
Bukan kabar baik lagi yang kini di terima Yoona, melainkan kabar buruk yang tidak pernah ingin ia dengar.
“ eomma tenanglah, lalu bagaimana dengan pendonor ginjal Siwon oppa ?”
Suasana hening. Yoona terjatuh dan langsung menjatuhkan ponsel yang sedang di pegangnya dari tangannya saat mendengar jawaban Eomma Siwon. Ia lalu berlari sekuat tenaga keluar dari ruangan itu dan segera menuju rumah sakit. Keadaan Siwon semakin memburuk dan lemah, apalagi ia harus menerima kenyataan keluarga pendonor ginjal untuk Siwon batal menandatangani persetujuan donor ginjal, sehari sebelum operasi itu di laksanakan. Harapan yang mulai di tumpuk kini hilang sudah.
Yoona menatap nanar Siwon yang masih berjibaku dengan beberapa dokter yang sedang berjuang menyelamatkan nyawa tunangannya.
“ Siwon oppa….oppa…” Yoona kini yang histeris. Ia tidak sanggup lagi melihat Siwon yang sudah hampir kehilangan detak jantungnya.
Tapi Tuhan masih berpihak pada Yoona, Siwon masih bisa di selamatkan saat itu, tapi belum tentu untuk saat-saat lainnya lagi.
“Siwon masih belum sadar, sebaiknya anda segera menemaninya. Mungkin inilah kesempatan terakhirnya,” ucap salah satu dokter yang baru saja keluar dari ruangan Siwon.
Eomma siwon sudah lebih dulu masuk, tapi tidak dengan Yoona. ia belum beranjak dari depan pintu ruangan Siwon. Matanya terus saja mengeluarkan air mata.
“ kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada Siwon, Yoona ??” ucap eommonim.
Yoona tidak bereaksi. Tiba-tiba saja ia langsung berlari keluar ruangan itu, menemui dokter yang merawat Siwon.
“ dokter, bisakah kau memberitahuku orang yang mendonorkan ginjalnya untuk Siwon oppa ?” Tanya Yoona pada dokter itu.
Setelah mendapat jawaban, Yoona lalu pergi menuju kamar rawat orang yang semula akan mendonorkan ginjalnya untuk Siwon. kamar rawat yang persis di intipnya beberapa hari lalu saat membeli sarapan di kantin rumah sakit.
Dengan mata yang masih sembab dan air mata yang belum juga reda, Yoona masuk ke ruangan itu. Seseorang terbaring di atas kasur rumah sakit, di temani seorang wanita paruh baya yang tampak seperti Ibunya mengisi ruangan itu.
Tidak tahu lagi apa yang harus di lakukannya, Yoona perlahan duduk berlutut di depan tempat tidur pasien itu dan tepat di depan wanita paruh baya itu. Kedua tangan Yoona di bentuknya di depan wajahnya, meminta permohonan pada Ibu itu.
“ ajumma… tolong aku…selamatkan Siwon oppa.. ku mohon selamatkan Siwon oppa.. hanya anda yang bisa menyelematkan nyawa Siwon oppa saat ini.. ia benar-benar tidak bisa bertahan lagi.. aku mohon ajumma, berikan ginjal anak anda untuk Siwon oppa.. hanya ginjal anak anda yang cocok untuk Siwon oppa.. ku mohon ajumma..” pinta Yoona sambil terus menangis berlutut di hadapan Ibu itu.
Ajumma yang awalnya tampak bingung kini mengerti maksud Yoona.
“ ku mohon ajumma..anda boleh meminta apa saja asalkan anda setuju untuk mendonorkan ginjal anda untuk Siwon oppa.. tolong selamatkan Siwon oppa, aku mohon ajumma..” kini Yoona benar-benar bersujud di depan ibu itu.
Ibu itu perlahan mendekati Yoona, membangunkannya agar tidak lagi bersujud memohon padanya..
“ jadi nama pemuda yang akan menerima ginjal anakku adalah Siwon ??” Tanya ajumma
Yoona mengangguk,
“ ne,,,namanya Siwon. Choi Siwon. dia adalah tunanganku. Kami baru bertunangan seminggu yang lalu,” jawab Yoona masih di selingi tangis.
“mianhe agasshi..ajumma benar-benar tidak tahu keadaanmu..ajumma turut sedih tapi ajumma juga tidak bisa berbuat apa-apa.. awalnya kami setuju untuk mendonorkan ginjal anak kami untuk tunangan anda, tapi sepertinya Tuhan berkata lain. Ia koma, tapi ia mengeluarkan air matanya tepat saat ajumma mengatakan akan mendonorkan jantungnya untuk orang lain. Ia seperti mendengar dan memberi tanda tidak setuju dengan hal itu. Dan kau tahu, kemarin ia baru saja menggerakan jarinya. Ia memberikan tanda-tanda kehidupan untuk kami. Walaupun dokter mengatakan itu hanya gerakan refleks, tapi ini seperti sebuah keajaiban untuk kami selama 4 tahun ia koma. Jadi tolong mengertilah anak kami, agasshi..” jelas ajummha itu panjang lebar.
Hati Yoona terenyuh, di sisi lain ia juga kasihan dengan ajumma itu tapi ia sendiri tidak dapat memungkiri hanya ginjal anak dari ajumma itu yang bisa menyelematkan nyawa tunangannya yang semakin memburuk dan tak punya kesempatan lagi.
“aku mohon ajumma..anak anda masih bisa bertahan hidup dengan hanya satu ginjal..tapi tunanganku benar-benar membutuhkannya,, jika tidak aku benar-benar akan kehilangannya,”
“ mengertilah agasshi..ajumma hanya mempunyai Donghae di dunia ini,”
Yoona melebarkan matanya, mencoba menangkap satu nama yang baru saja di sebutkan ajumma ini,
“ Dong..Hae..??” ulang Yoona
“ ne..anakku..Donghae….Lee Donghae,”
“ jadi orang yang terbaring koma di depannya adalah Lee Donghae ?” batin Yoona.
Yoona mulai berdiri, memandangi orang yang terbaring di depannya. Kilasan wajah Donghae yang sempat pudar dari ingatannya kini muncul kembali, dan terlihat jelas di depannya. Tak banyak yang berubah, selain kulitnya yang bertambah putih dan tubuhnya yang semakin kurus.
“ Donghae oppa..” ucap Yoona lirih.
“ kau mengenalnya ??” Tanya ajumma itu lagi
Yoona mengangguk, “ kami teman sekelas saat masih sekolah dulu,”
Lalu, Yoona duduk di salah satu sisi tempat tidur Donghae, memandangi teman lama yang tak di jumpainya itu.
“ sudah 4 tahun ia terbaring koma seperti ini,” ajumma itu mulai bercerita tentang keadaan anaknya,Donghae.
Yoona mulai berpikir, “4 tahun ? 4 tahun yang lalu adalah saat ia masih berada di sekolah yang sama dengan Donghae, tahun di mana ia merayakan kelulusannya di sekolah menengah,” batin Yoona.
“ ia mengalami kecelakaan 4 tahun yang lalu, kecelakaan yang membuatnya koma seperti ini. Tepat di hari dimana ia merayakan kelulusannya sekolah,”
Deg….Deg..Jantung Yoona semakin berdetak dengan cepat. Ingatannya kembali berputar saat kejadian 4 tahun lalu, tepat saat hari kelulusan, Donghae menyatakan perasaannya kepadanya, di hari itu pula Donghae mengalami kecelakaan yang membuatnya koma sampai saat ini, dan Yoona benar-benar tidak tahu mengenai insiden kecelakaan itu. Ia hanya baru menyadari, ia memang tidak pernah melihat Donghae semenjak hari itu. Perasaan bersalah mulai menyelimuti benaknya.
+-+-+-+-+-+-+
Yoona kembali ke tempatnya ia berada beberapa hari yang lalu. Pikirannya benar-benar kacau. Hari itu menjadi salah satu hari bersejarah untuknya, sehingga membuatnya untuk merenungkan diri di tempat yang suci itu.
Segala hal memenuhi pikirannya, keadaan tunangannya Siwon semakin memburuk terlebih lagi operasi transpalasi ginjal yang batal di laksanakan, dan paling menganggu adalah saat ia itu baru mengetahui orang yang hendak akan mendonorkan ginjalnya adalah Lee Donghae, teman sekolahnya dulu yang pernah menyatakan perasaannya padanya, walau tidak dapat di ia pungkiri memang saat itu Donghae sempat mencuri hatinya, tapi takdir berkata lain karena saat itu ia menolak cinta Donghae karena dirinya sudah bersama dengan Lee Donghae, yang kini menjadi tunangannya.
“ ottokhae ? apa yang harus kulakukan saat ini ? aku hanya ingin Siwon oppa selamat dan kembali padaku, tapi kenapa harus orang itu, Lee Donghae yang menjadi satu-satunya pendonor ginjal yang cocok untuk Siwon ? kenapa harus Donghae yang menjadi penyelamat Siwon ?? jauh di dalam lubuk hatiku, aku benar-benar tidak rela jika Donghae yang mendonorkan ginjalnya, karena aku juga berharap Donghae bisa sadar kembali dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Tapi di sisi lain, aku benar-benar tidak siap jika harus kehilangan Siwon oppa, orang yang selama ini mengisi hidupku semenjak 6 tahun yang lalu, jauh sebelum aku mengenal Donghae. Kenapa kau berikan jalan yang begitu sulit Tuhan ?? berilah keselamatan untuknya. Aku rela jika aku yang harus di korbankan untuk keselamatan Siwon oppa, karena aku mencintainya,”
Esoknya Yoona kembali datang menjenguk Siwon, memastikan keadaan tunangannya itu baik-baik saja. Tapi kenyataan pahit harus di terimanya hari itu, keadaan Siwon belum juga membaik, dan akan semakin bertambah buruk jika Siwon belum juga mendapatkan pendonor ginjal.
“ agasshi, kami tidak bisa berbuat apa-apalagi untuk tuan Siwon. hanya dengan transpalasi ginjal yang bisa menyelamatkan nyawanya saat ini,” kata dokter itu yang membuat Yoona semakin sedih. Dipikirannya saat ini hanya ada Donghae, satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Siwon.
“ jika dalam waktu dekat Siwon tidak menerima donor ginjal, kita akan benar-benar kehilangan Siwon” lanjut dokter itu lagi.
Yoona jatuh. Nyawanya juga seperti akan ikut keluar bersama hembusan nafasnya yang lemah. Tak ada cara lain, ia langsung melangkah menuju kamar rawat Donghae, memohon padanya untuk mendonorkan ginjalnya untuk Siwon, dan berharap ada sebuah keajaiban agar Donghae bisa mendengarkan permohonannya.
“Donghae oppa….” Ucap Yoona pelan. Di ruangan itu hanya ada dirinya bersama Donghae yang masih setia berbaring di tempat tidur
“ oppa, kau bisa mendengarku ?”
“ oppa, aku yakin kau bisa mendengarku. Kau masih mengingatku kan ?? ahh baiklah, mungkin kau lupa. Perkenalkan namaku Im Yoona, teman sekolahmu dulu.”
Yoona menarik napas singkat, ia mulai melanjutkan kalimatnya, “oppa, aku masih ingat betul bagaimana kau memperkenalkan dirimu dulu padaku. Saat itu kau pertama kali masuk sekolah sebagai murid baru di kelasku,”…

To be Continued

Gimana ?? next chapter akan menceritakan latar hubungan antara Siwon, Yoona dan Donghae. Inti permasalahannya akan di jelaskan di chapter 2..
Dan juga jangan lupa untuk memberikan komentar, saran, ide fanfic, request couple, atau pertanyaan-pertanyaan kalian di twitter author : @ratiiihhhmeilda

Oh ya, sebenarnya author masih belum pasti bangett bikin ff ini jadi sad ending atau ga, termasuk akhirnya nantinya Yoona akan tetap bersama Siwon atau berpaling pada Donghae. Semuanya tergantung kalian Yoonaders, jadi silahkan berikan komentar dan dukungan untuk couple saja yang kalian inginkan. Bisa langsung koment di part ini atau mention saja di twitter.. YoonHae atau YoonWon ??
Don’t be silent reader ^^