My Yoonaders, mian baru bisa posting sekarang kelanjutan FF ini..aku harap kalian tidak lupa dengan alur ceritanya..nah sebagai permintaan maaf untuk part ini di kasih bonus extra panjang.. jadi, persiapkan tempat yang tepat untuk kamu bisa dengan nyaman membaca ff part ini..^^

Chapter 3

Yoona berdiri tegak menatap namja di sampingnya, “apa yang kita lakukan disini ??”
Kyuhyun hanya memandang ke depan, tampak begitu santai dan dingin seperti biasa, tangan di saku, kepalanya terangkat tinggi.
“menjalankan rencana pertama!”
“ mwo ?? lalu apa hubungannya dengan tempat ini?”

Kyuhyun mengejak kemudian menjitak kepala Yoona, “aishh,..sampai kapan kau bisa pintar ?? coba lihat namja yang ada di sana!” Yoona melihat arah tangan Kyuhyun, yang menunjuk tepat pada Siwon.
“saatnya menjalankan rencana pertama. Sebuah perkenalan!!” lanjut Kyuhyun dengan tegas.
“ a-appaa ??”
“ kau harus memperkenalkan diri.”
Yoona membuka matanya lebar-lebar dan langsung kembali memandangi Siwon, yang sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya di dua meja kebesaran di tengah kantin itu.
“tt—tapi..” Yoona menelan ludah menyembunyikan rasa gugupnya.
“aishh…sudah, ikut saja denganku..!” Kyuhyun kemudian menarik tangan Yoona lagi, menuju pusat kantin, lebih tepatnya menuju meja kebesaran tempat Jessica dkk dan Siwon dkk berada.

Kyuhyun berjalan menuju meja kebesaran di kantin itu. Yoona tidak bisa menyembunyikan kegugupannya dan memilih untuk bersembunyi di belakang Kyuhyun.

“ Hyung.”
Heechul mengerutkan kening melihat namja yang sedang berbicara itu, ”siapa kau ?” tanyanya.
Kyuhyun mengabaikan pertanyaan Heechul dan terus memanggil Siwon yang sedang sibuk bergulat dengan beberapa lembar kerjanya.
“ya ! aku bilang kau siapa ??” ulang Heecul, tapi Kyuhyun hanya menatapnya dingin dan mengembalikan pandangannya ke Siwon.
“Hyung..” panggilnya sekali lagi.
“ hei !! aku bicara padamu !!” heechul melototkan matanya pada Kyuhyun.
“ aishh..kau terlalu berisik Heechul-ah,” celetuk Donghae dan Sungmin sambil tertawa
“ waeyeo ?? bagaimana bisa dia mengabaikan seorang Kim Heechul ??” ujarnya lalu kembali menatap namja tinggi di depannya.
“Diamlah saja.”, Kata Donghae tegas dan berbalik untuk menyenggol Siwon di sampingnya. Siwon menoleh dan menatap namja yang di tunjuk Donghae,
“oh Kyuhyun-ssi” serunya.
“ kau kenal dia, Oppa ?” Tanya Yuri yang masih mengenakan pakaian cheerleadernya.
Siwon hanya tersenyum dan mengangguk. “Dia teman sekamarku.”,
Lainnya yang juga berada di meja itu, Jessica, Sungmin, Sunny, Yuri dan Tiffany mengangguk mendengar penjelasan Siwon, sedangkan Heechul hanya mendengus dan Donghae hanya menatap kosong tanpa ekspresi.
“ ada perlu apa, Kyuhyun-ssi ?”Tanya Siwon.
Kyuhyun menyeringai. “ada yang ingin bertemu denganmu.”
“siapa ??”
Kyuhyun menggeserkan badannya ke samping, membiarkan gadis yang bersembunyi di belakangnya terlihat dan berhadapan langsung dengan meja kebesaran. Semua penghuni meja itu mengerutkan dahi dan mengangkat alis menatap Yoona.
“apa dia pacarmu ?” Tanya Siwon dan Yoona hanya bisa terkesiap dan menggelengkan kepalanya dengan keras.
“bukan, hyung.”, jawab Kyuhyun
“Lalu siapa kau?”, Jessica, si blonde yang cantik bertanya, sambil memandangi Yoona.
“Eh, aku-aku ..”, Yoona mulai gagap. Jujur, dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia senang bisa bertemu dengan Siwon tapi tidak dalam keadaan seperti ini. Dia benar-benar belum siap karena Kyuhyun langsung daja menyeretnya ke tempat itu tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
“ oh, sepertinya aku mengenalnya. Kau siswa kelas 2 kan ??” ujar Sunny dan Yoona hanya mengangguk.
“ kelas 2 ?? berarti dia seangkatan dengan Yuri. Apa kau kenal dia, Yul ??” kali ini Sungmin yang bertanya.
“ sepertinya begitu. Kayaknya aku pernah melihatnya sebelumnya, mungkin di koridor atau semacam itulah,” jelas Yuri sambil memandangi Yoona juga.
Ingin rasanya ia mengatakan kalau Yuri tentu saja pernah melihatnya karena mereka teman sekelas. Tapi ia sadar karena Yuri tidak pernah pernah menaruh perhatian lebih pada kelasnya sendiri. Lagipula, dia sendiri masih belum bisa berucap apa-apa.
“ Jadi, siapa kau sebenarnya ??” Tanya Jessica sekali lagi.
“ apa ada sesuatu yang ingin kau katakan pada kami ??” ucap Sungmin
“ kalau tidak ada, sebaiknya kau cepat pergi dari sini dan bawa temanmu itu juga” tukas Heechul.
“Oppa !!” seru Tiffany menekan ucapan Heechul.
Dia lalu menatap Yoona dan melontarkan tatapan permohonan maafnya, “maafkan kekasarannya,” ia lalu tersenyum pada Yoona dan gadis itu hanya membalas dengan lemah. Tiffany memang orang yang sangat baik, tak salah Choi Siwon jatuh cinta padanya.
“ hei, aku tanya siapa kau ?? kenapa kau tidak menjawab ?” Jessica mengulangi pertanyaannya, sekarang terdengar tidak sabar darinya.
“Dan apa yang kau inginkan?”, tambah Yuri
“apa ada yang kita bisa lakukan untukmu ?”, lanjut Sungmin
” apa kau ingin mengatakan sesuatu pada kami ?”, Sunny juga ikut bertanya.

Pertanyaan beruntun di tujukan pada Yoona. Gadis itu benar-benar panic dan hampir gila dengan semua pertanyaan itu. Ia merasa seperti berada di bumi yang akan pecah dan memakannya hidup-hidup. Ia melirik Kyuhyun yang ada di sampingnya, tapi namja itu hanya berdiri tegak, tangannya disilangkan di dada, dan sama sekali tak peduli dengan keadaannya. Yoona kembali menatap orang-orang di meja itu, yang menuntut pertanyaan untuk segera di jawab. Yoona benar-benar frustasi. Dia lalu mengambil satu helaan napas panjang, lalu lututnya menekuk, tubuhnya ambruk dan semuanya berubah menjadi gelap.

******************

Di pikiran Kyuhyun saat ini hanyalah game, game, dan game. Dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan sekitarnya apalagi Yoona yang sudah di hujani pertanyaan. Sampai ia tersedengar desahan kecil dan benturan keras di sampingnya. Kyuhyun tersentak dan terkejut melihat Yoona yang sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri.
Yang muncul pertama di pikirannya adalah, “apa yang terjadi ?”. dia memandang sekliling dan menemukan semua penghuni meja kebesaran atau biasa di sebut meja royaliti memiliki reaksi yang berbeda-beda.
Sunny dan Tiffany menutup mulut dengan menggunakan tangan mereka, mungkin terkejut dengan apa yang baru saja terjadi pada Yoona, tapi rasa perhatian yang tulus jelas terpancar dari mata mereka.
Heechul dan Jessica dengan ekspresi cuek walaupun mereka sedikit tercengang dengan kejadian itu. Yuri berdiri, mengintip Yoona yang tergeletak di lantai tapi sama sekali tak berniat untuk mendekatinya.
Donghae hanya melirik gadis itu, tanpa ekspresi sama sekali. Hanya Sungmin dan Siwon yang cukup baik untuk mendekati dan memeriksa keadaan Yoona.
Kyuhyun diam-diam mengambil langkah mundur, meninggalkan tempat itu segera sementara Siwon dan Sungmin memeriksa keadaan Yoona.. Tapi tepat saat akan berbalik, seruan Heechul tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“ Yaa !! Siwon-ah, kau tak usah repot-repot mengangkatnya” seru Heechul saat melihat Siwon yang akan mengangkat Yoona.

“ tapi dia perlu di bawa ke klinik.” Ucap Sunny, Siwon dan Sungmin mengangguk setuju.

“ biarkan temannya yang membawanya.” Kali ini Jessica yang bicara, sambil memiringkan kepalanya kea rah Kyuhyun yang membuat mata setiap orang bergeser ke arah pria jangkung itu.Kyuhyun di sisi lain yang sudah setengah jalan mendekati pintu keluar, terkejut dan membeku di tempat saat ia menyadari seratus puluhan mata lebih yang kini menatapnya secara langsung.

“ cepat ambil temanmu disini” lanjut Jessica.
Kyuhyun menelan ludah dan merasakan tekanan tatapan menusuk setiap orang, lalu mulai berjalan ke arah Yoona.

“ apa dia akan baik-baik saja ??” Tanya Tiffany yang juga mulai mendekati Yoona.
“ aku pikir dia cukup mendapatkan perawatan di klinik saja” jawab Sungmin.

“Yoong !!!” suara Sooyoung dan Hyoyeon muncul dari kerumunan. Mereka tidak menyangka Yoona akan benar-benar pingsan.
“ oh, lihatlah, sepertinya teman-temannya sudah datang, biarkan mereka yang merawatnya.” Heecul kemudian mendekati Siwon dan Sungmin, dan menempatkan tangannya di pundak Siwon. “kajja, kita pergi”
“ tapi…”Siwon ingin menolak.
“ kita akan terlambat masuk kelas” tambah Jessica yang mulai menarik-narik tangan Tiffany. Yuri membututi di belakangnya sementara Sunny berjalan menuju pacarnya, Sungmin. Donghae juga berdiri dan berjalan di depan, bahkan tidak repot-repot untuk menunggu teman-temannya.
Siwon akhirnya tak bisa menolak, dan hanya memberikan tatapan maaf atas kelakuan teman-temannya. Tentu saja mereka tidak peduli dengan orang yang tidak penting seperti Yoona, tapi tidak dapat di sangkal bahwa Siwon, Tiffany, Sungmin, dan Sunny berbeda.

Kyuhyun hanya mengerang, ia masih sulit mencerna apa yang baru saja terjadi sampai Yoona bisa pingsan.
“aishh, Yoong ! kau terlalu berat !” keluh Sooyoung saat ia dan Hyoyeon mencoba mengangkat Yoona.
“ bagaimana bisa gadis kurus sepertimu beratnya seperti ini ?” Hyoyeon cemberut sambil menatap Kyuhyun.
“Ya! Biasakah kau membantu kami ? ”

Kyuhyun mengerutkan kening, tapi ia juga sedikit merasa bersalah membawa Yoona ke tempat itu. Seharusnya ia sadar orang aneh seperti Yoona pastinya akan bertingkah aneh juga di depan Siwon.
Kyuhyun meminta Sooyoung dan Hyoyeon untuk melepaskan Yoona, agar ia sendiri saja yang mengangkat Yoona. Sooyoung dan Hyoyeon mengangguk, dan Kyuhyun mulai mendekati Yoona dan menggendongnya, seperti gaya pengantin. Tapi ketika ia mencoba berdiri, ia terkejut karena Yoona benar-benar berat, Sooyoung dan Hyoyeon memang tidak bercanda. Dia tiba-tiba merasa lututnya lemah, menekuk, dan menjatuhkan Yoona ketika baru akan mengangkatnya. Gadis itu tersentak dan mendesis, dan Kyuhyun segera meminta maaf. Ia mengerutkan keningnya, melihat wajah Yoona dan memperhatikan matanya yang tertutup rapat, lebih sedikit di paksa untuk tertutup agar tidak terbuka. Kyuhyun mengerutkan dahi, lalu mencoba mendorong tubuh Yoona ke samping, untuk memastikan sesuatu. Tak lama kemudian, dia mendengar gerutuan. Tapi ketika membalikan kembali badan Yoona ke depan, dia melihat gadis itu merapatkan lagi matanya. Kyuhyun tersenyum geli menyadari hal itu. Dia membungkuk, cukup untuk Yoona agar mendengar perkataannya.
“ jadi, seseorang berpura-pura disini, kan ??”
Yoona tersentak, tapi masih setia memejamkan matanya.

Ya, Yoona hanya pura-pura. Dia berpura-pura semuanya sejak awal. Dia hanya tidak bisa menangani tekanan dari semua pertanyaan yang menjurus padanya. Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi lidahnya kelu. Dia ingin lari, tapi ia tidak bisa menggerakan kakinya. Dan interogasi mendadak dari penghuni meja rolality, ditambah fakta bahwa Siwon tidak menaruh perhatian padanya. Dan selain itu, pria yang telah menyeret dirinya dalam itu tidak memperhatikan dirinya sama sekali. Tepat dengan hanya satu hembusan nafas, dia menutup matanya dan membiarkan tubuhnya roboh. Tentu saja, ia mendengar terkejutan dari suara di sekitarnya. Dan dia benar-benar yakin Siwon adalah salah satu orang di sampingnya saat itu. Dia ingin mengintip, tapi tidak jadi karena itu hanya akan merusak tindakan kecilnya. Bayangkan bagaimana mereka akan bereaksi jika dia tiba-tiba membuka matanya, sedetik setelah dia pingsan. Yoona sedikit kecewa karena Siwon tidak jadi menggendongnya, namun tetap bersyukur karena tahu orang-orang royality itu sudah pergi semua. Dia hanya menunggu Sooyoung dan Hyoyeon untuk menyeretnya keluar dari tempat itu sehingga ia bisa berhenti berpura-pura dan akhirnya terbangun. Tapi tidak jadi karena Kyuhyun yang langsung menggendongnya, anii…lebih tepatnya menjatuhkannya.

*****************

“Aish, kau ..”, Kyuhyun mengertak giginya dan melihat gadis yang berbaring di depannya. Dia kemudian mendesah. “Kau terlalu putus asa.”, Gumamnya sebelum berdiri.
“Bagaimana kau bisa begitu bodoh berpura-pura pingsan seperti itu?!! Cepat keluar dari tempat ini segera, aku akan pergi dari sini !!” lanjutnya, tapi saat hendak akan berbalik, Sooyoung langsung menghentikannya.
“ kau mau kemana ??” tanyanya.
“ kelas !”
“ tidak sampai kau membawa Yoong ke klinik.” Perintah Hyoyeon
Kyuhyun mendengus kesal.
“ kau yang membawanya kesini,kan ?? aku dan Hyo sudah melihatnya. Yoong tidak akan pernah mendapatkan keberanian untuk menghadapi Siwon dan teman-temannya, jadi kami putuskan Ini adalah kesalahanmu. Jadi, kau harus bertanggung jawab” seru Sooyoung.
“tapi dia……!!”, Kyuhyun ingin memberitahu kalau Yoona baik-baik saja, bahkan dia sama sekali tidak pingsan. Tapi ia urungkan niatnya, karena semua siswa yang ada di tempat itu sedang melotot padanya. Kyuhyun kembali menghampiri Yoona, kemudian mulai mengangkatnya dan melingkarkan tangan Yoona di lehernya, memapah gadis itu berjalan dan melewati Sooyoung dan Hyoyeon.
“ kami akan melihatmu nanti di klinik, sekarang kami harus meminta izin dulu pada guru” seru Sooyoung dan kemudian menarik hyoyeon.

*******************

Kyuhyun dan Yoona sampai di klinik, dan perawat di situ segera menunjukkan kepadanya arah tempat tidur. Dengan cerobohnya Kyuhyun membaringkan Yoona ke tempat tidur, sehingga gadis itu harus mendapatkan benjolan di kepalanya karena tertabrak kepala tempat tidur. Yoona tersentak tapi masih memilih untuk tidak membuka matanya. Perawat klinik mengambil beberapa obat yang di butuhkan dan meninggalkan Kyuhyun dan Yoona di ruangan itu.

“ aku tak menyangka rupanya kau artis yang sangat pintar berakting” ucap Kyuhyun sinis sambil melototi gadis yang “pingsan” di depannya.

Mengetahui hanya tinggal dirinya dan Kyuhyun yang ada di ruangan itu, Yoona mulai membuka matanya, namun masih dengan sentuhan aktingnya ia mengedipkan dan menggosok matanya selayaknya orang yang baru bangun dari pingsan.

“ aishh..hentikan aktingmu itu..” cibir Kyuhyun, mengerutkan bibirnya menatap Yoona yang bertingkah seakan tidak ada yang terjadi, bahkan tidak mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah membawanya ke klinik.

Yoona mengambil posisi duduk sambil melihat sekeliling, “Jadi kau benar-benar yang membawaku ke klinik ini ??”
“tidak, aku membawamu ke ruang music,” balasnya sinis.
Yoona menggigit bibirnya menahan senyum, “aku kira kau akan langsung melemparku begitu keluar dari kantin, kau tahu aku bahkan sudah mempersiapkan tubuhku untuk kau lempar lagi !”
“ bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal itu setelah pertunjukan bohongmu itu membuat semua siswa melototiku ?? selain itu teman-temanmu juga bilang akan melihatmu kesini !!” ucap Kyuhyun sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

Yoona hanya mengangguk sambil berusaha berdiri, tapi ia merasakan sakit di punggungnya. Dia tersentak dan Kyuhyun melihatnya.
“Apa lagi sekarang?”, Tanyanya.
Yoona tidak menjawab, dia hanya memijat bagian tubuhnya yang sakit. Kyuhyun mengerutkan kening lalu mendekati Yoona dan duduk di tepi tempat tidur. “Apa kau terjatuh dengan keras?”
Yoona tertawa. “Oh ya, aku terjatuh sangat keras sewaktu kau mendorongku saat kau bermain game.”
Kyuhyun mengangkat alis dan Yoona hanya mendesah, masih menepuk pelan pada bagian punggungnya yang sakit. Yoona memang sama sekali tidak melukai dirinya saat terjatuh di kantin tadi, tapi saat sebelumnya bersama Kyuhyun yang mendorongnya berulang-ulang dan terjatuh sehingga rasa sakitnya baru terasa.
Disini lain, Kyuhyun merasa bersalah dan sabar bahwa ia mendorong Yoona terlalu keras. Ia lalu mendekati Yoona dan memijat punggung Yoona yang sakit. Yoona terkejut saat Kyuhyun membantu memijatnya dan menatap namja itu, tapi Kyuhyun tak menanggapinya dan hanya terus memijat Yoona. Yoona tidak bisa membantu tetapi memerah, dan ingin melepaskan diri tetapi Kyuhyun membuatnya merasa baik.
“Kau benar-benar aneh, bukan?”, Kyuhyun tiba-tiba berkata, masih memijat Yoona, tangan kanannya memijat Yoona, dan tangan kirinya memegang lengan Yoona.
“Apa?”, Tanyanya.
Kyuhyun terkekeh pelan. “aku bilang kau benar-benar aneh. Berpura-pura pingsan hanya untuk menghindari situasi. ”
Yoona tersenyum lemah. “Oppa ku yang mengajariku.”
“Oppa-mu?”
“Ne, oppaku selalu melakukan hal itu sewaktu kami masih kecil. Ia melakukannya setiap Eomma memarahinya.” Yoona tertawa kecil. Wlaupun merasa aneh, tapi Kyuhyun juga ikut tertawa. Sejenak larut dalam suasana itu untuk melupakan hal yang baru saja terjadi.
Tepat saat itu, terdengar suara pintu yang terbuka. Yoona dan Kyuhyun saling memandang.
“itu pasti perawat” tebak Yoona.
“ atau mungkin teman-temanmu” tambah Kyuhyun.
Orang yang datang itu mendekati tempat tidur, dan Yoona seketika menarik lengannya dari tangan Kyuhyun. Yoona bisa merasakan jantungnya akan copot sebentar lagi.
“ Hyung,” seru Kyuhyun dan Siwon hanya tersenyum malu-malu.
“ apa aku menganggu kalian ??” ucapnya karena sebelumnya ia melihat Kyuhyun mencubit lengan Yoona.
“ ani, aniyeo !! kau sama sekali tidak menganggu..” seru Yoona, wajahnya seketika memerah ketika Siwon melihat dirinya.
“ apa yang membawamu kesini, Hyung ??”
“ aku hanya ingin melihat keadaan temanmu, maafkan atas kelakuan teman-temanku tadi” ucapnya meminta maaf.
“ ani, gwenchana..sungguh tidak apa-apa..” kata Yoona sambil memutuskan mengangguk atau menggelngkan kepalanya. Ia merasa melakukan hal bodoh lagi di depan Siwon, ia lalu menelan ludah dan menundukkan kepalanya.
Kyuhyun ingin menertawakannya tapi tawa itu dihentikan melihat gelak lembut Siwon. Kyuhyun melihat Yoona mengangkat kepalanya saat dia menatap dengan takjub Siwon.
“aku rasa kau sudah lebih baikkan.”, Kata Siwon, masih tersenyum dan Yoona hanya mengangguk malu-malu dan tersenyum malu-malu juga. Kyuhyun memutar matanya.
“Itu lebih baik. Kau teman Kyuhyun kan ?? . Saya jarang melihatnya dengan seseorang, tapi sekarang aku sangat senang melihatmu bersamanya. Oh ya, perkenalkan namaku Siwon” Siwon mengulurkan tangannya pada Yoona.
Yoona canggung, namun dengan senang hati meraih tangan Siwon. ”
“Yoo-Yoona.”, Dia tergagap saat merasakan seluruh wajahnya memerah.
Siwon tersenyum lalu mengerutkan kening. “Apa kau yakin, kau baik-baik saja ? wajahmu terlihat memerah. “, komentarnya dan Yoona langsung menutup wajahnya.
Kyuhyun menyeringai lalu menggeleng pada Siwon, mengatakannya kalau Yoona sudah baikan. Keduanya lalu mengangguk.
“ baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Kelasku akan dimulai sebentar lagi,aku harap kau baik-baik saja dan senang bertemu denganmu,” Siwon lalu membungkukkan badannya dan Yoona membalas itu.
Siwon kemudian beralih ke Kyuhyun. “Lihat nanti di asrama.”, Katanya dan Kyuhyun hanya mengangguk. Siwon pun keluar dari ruangan itu.

1, 2, 3, 4, 5 6..

“AHhhhhhhhh!”, Yoona menjerit dan Kyuhyun langsung menutupi telinganya.
“Aish, kau.. ..”, bentaknya dan Yoona hanya terus tersenyum seperti orang gila. Dia menyambar bantal di belakangnya dan memeluknya erat-erat, membenamkan wajahnya di sana. Kyuhyun menggeleng melihat reaksi Yoona.
“Kyuhyunniee ~”
Kyuhyun mengangkat alisnya mendengar Yoona memanggilnya seperti itu, lalu tertawa pelan.
“Kyuuu ~”, teriak Yoona berulang kali dan Kyuhyun hanya, sekali lagi, memutar matanya.
“Apa?”, Tanyanya.
“Aku baru saja bertemu dengan Siwon.”,jawab Yoona berseri-seri.
Kyuhyun mendengus. “aishh, aku sudah melihatnya.”
“aku menyentuh tangannya..huahhh neomu cheowaa!”,
Kyuhyun hanya mendesah karena sekarang dia harus berurusan dengan seorang gadis remaja yang sedang kasmaran tingkat akut.
“Ya, Cho Kyuhyun-ssi.”, seru Yoona kemudian tersenyum.
“Aku akan memberikanmu sesuatu yang sangat menyenangkan sebagai ucapan terima kasihku.”
“Tidak, terima kasih.”, balas Kyuhyun.
Yoona menggembungkan pipi, memperlihatkan wajah innocent nya dan puppy eyes-nya.
Dan Kyuhyun tak bisa menolak.
******************

“ seharusnya aku tidak mengikuti ajakanmu kesini !!” keluh Kyuhyun saat menatap Yoona yang sedang sibuk memasak di dapur rumahnya. Gadis itu terus mengolah masakannya, mencampur beberapa bumbu dan menyiapkan piring.
“ hanya Kimchi pedas ?? kau serius ??” Tanya Kyuhyun lagi, dan Yoona jelas menganggukan kepalanya dan tersenyum. Awalnya Yoona berniat ingin mentraktir Kyuhyun makan es krim, tapi ia teringat harus menyiapkan makan malam untuk Oppa dan adiknya. Yoona pun memutuskan untuk menyeret Kyuhyun untuk makan malam bersama di rumahnya.
“ Oppaku lupa memberitahu kalau makanan di kulkas sudah habis, yah setidaknya ini saja yang bisa ku sajikan dan setidaknya masih ada beberapa makanan tambahan lain. Jangan banyak mengeluh, ini lebih baik daripada mie ramyun !!” balas Yoona.
Kyuhyun hanya mendengus tapi juga menyetujui perkataan Yoona, karena di asrama ia hanya biasa makan mie ramyun, dan kalau beruntung Siwon yang membelikannya makan malam, karena dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya memasak.
“ hm, baiklah !! aku harap makananmu tak mengecewakan”
Kyuhyun lalu melangkahkan kakinya menuju beberapa ruangan di rumah itu. Rumah Yoona hanya rumah biasa, tidak besar dan mewah, tapi cukup untuk di tinggali 3 orang. Yoona sudah menceritakan padanya kalau dia hanya tinggal dengan 2 orang saudara laki-lakinya. Kaki Kyuhyun pun sampai pada ruang tamu, dan melihat beberapa bingkai foto yang terpajang. Matanya menatap sebuah foto bergambarkan seorang wanita paruh baya tapi masih tampak muda dan cantik,di sampingnya kanan dan kirinya seorang anak laki-laki dan di pangkuannya seorang gadis kecil yang di yakini Kyuhyun adalah Yoona. Di sebelah foto itu, foto Yoona ketika masih sekolah menengah bersama kedua sahabatnya, Sooyoung dan Hyoyeon. Di foto berikutnya, Kyuhyun melihat gambar tiga orang anak. Anak laki-laki di sebelah kiri, yang tampak paling kakak, memakai kaca mata tebal dan kura-kura kecil di tangannya. Anak kecil di sebelah kanan, menutupi wajah dan memar yang terlihat di lututnya, seperti baru saja habis terjatuh sebelum foto itu di ambil, tapi masih tampak menggemaskan. Yang terakhir, seorang gadis di tengah dengan mata terpejam, hidungnya berkerut dan bibirnya cemberut, seolah dia tidak siap akan di foto. Kyuhyun tertawa pelan lihat foto gadis kecil yang sangat manis dan lucu itu adalah sama dengan gadis yang sedang memasak di dapur. Kyuhyun melanjutkan pada foto yang terakhir, Yoona tersenyum ceria dan berada di tengah saudaranya juga dengan menggunakan seragam sekolah. “apa mereka saudara Yoona ??” batin Kyuhyun.
Tak berapa lama, pintu ruang tamu itu terbuka dan tampaklah Onew di balik pintu itu, berdiri sambil mengerutkan dahi ketika melihat wajah asing di dalam rumahnya. Di belakang Onew, Yesung yang masih sibuk berbicara dengan kura-kuranya dan tidak menyadari Onew yang berhenti di depannya langsung saja menabrak Onew, membuat namja itu harus jatuh berlutut.
“aww….” Onew meringis
“oh! Mianhe” ucap Yesung sambil berjalan memasuki rumah, perhatiannya masih terpusat pada kura-kuranya, sehingga tidak menyadari kalau dirinya sudah menginjak tangan Onew.
“Hyungggggg…!!” Onew mendengking tapi Yesung hanya mengabaikannya. Dia berjalan langsung keruang tamu dan berhenti tepat di depan Kyuhyun. Yesung menatap Kyuhyun dari kepala sampai ujung kaki dan kembali ke wajahnya. Dia mengeritkan kening sementara Kyuhyun menatapnya dengan ekspresi kosong. Yesung lalu berjalan lagi melewati Kyuhyun dan langsung duduk di sofa.
“ahh, kalian sudah pulang,” Yoona muncul dari dapur.
Onew mulai berdiri sambil membersihkan beberapa debu yang ada di seragamnya. Yoona menggembungkan pipinya melihat Onew yang begitu berantakan, kemudian mendekatinya dan membantu membersihkan seragam Onew.
“aishh, Jinki-ah, kenapa kau begitu ceroboh ??
Onew cemberut, “Hyung yang mendorongku!!” jawab Onew sambil menunjuk Yesung.
“aniyeo, kau tadi tersandung, itu sebabnya kau terjatuh” balas Yesung sambil meletakan kura-kuranya ke dalam sebuah tempat bersama 2 ekor kura-kura lainnya. Dia kemudian mendekati kedua dongsaengnya, lalu membantu Yoona membersihkan kotoran di baju Onew. Tapi Yesung memukulnya terlalu keras sehingga Onew meringis kesakitan lagi.
“ Ya Hyung !! apa kau sedang mencoba untuk membunuhku ??” keluh Onew.
“ aku hanya membantumu, tapi kau malah tidak mengucapkan terima kasih !! arasseo, bersihkan saja sendiri !” ucap Yesung dan mulai berjalan kembali ke sofa.
Kyuhyun hanya menatap tingkah 3 orang bersaudara di depannya. Mereka pasti saudara Yoona, tapi….
“ Noona, siapa dia ??” Tanya Onew, menunjuk Kyuhyun menggunakan bibirnya.
“ ne, aku jugaa ingin bertanya siapa dia” tambah Yesung dari sofa.
“ aigoo oppa, kau dari tadi duduk di sana tapi kau bahkan tidak bertanya siapa dia ?? Yoona melototi Oppanya.
“ aku menunggunya untuk memberitahukan siapa dia, tapi dia tidak melakukan itu. Aku terlalu malas untuk bertanya,”
Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, begitu sulitnya kah untuk mengatakan,”siapa kau ??”
“ apa dia pacarmu ??” Tanya Yesung lagi, membuat Yoona melebarkan matanya, onew hanya menatap penuh Tanya sementara Kyuhyun mengerutkan dahi melihat bagaimana gadis itu bereaksi.
“aniyeo oppa!”, Serunya. “Ini adalah Cho Kyuhyun. Dia itu adalah…hmm .. uhh “, Yoona bingung mengatakan hubungannya dengan Kyuhyun, karena mereka belum terlalu mengenal satu sama lain.
“ rekan,” jawab Kyuhyun.
“ rekan ?? maksudmu kau benar-benar pacarnya ??”
“ aniyeo !! kami rekan sebagai…..uhmm.. err…aku bingung mengatakannya” balas Kyuhyun sambil meletakan jari telunjuk di dagunya, selah-olah sedang berpikir. “Yoona dan aku sedang terlibat dalam suatu bisnis untuk membuatnya lebih dekat dengan Si……”
Yoona melesat berlari ke arah Kyuhyun untuk membungkam mulut namja itu dengan tangannya, membuat namja itu menghentikan ucapannya.
“ kami hanya rekan..uhmm yeah, dia rekanku di laboratorium !” jawab Yoona mencari alasan lain lalu melototi Kyuhyun, “jangan bilang pada mereka tentang hal ini”bisiknya
“ sudahlah, makanannya sudah siap. Ayo makan…” Yoona lalu berjalan di depan menuju ruang makan di ikuti Kyuhyun, Yesung dan Onew.
“ jadi, apa yang membawamu kesini ??” Tanya Yesung sambil mengambil makanan untuk di taruh di piringnya.
“ Yoona bilang kalau dia akan mentraktirku. Tapi tak tahu kenapa dia langsung mengajakku kesini” jawab Kyuhyun sambil melirik Yoona.
“aishh, itu memang khas Noona, dia selalu tidak ingin mengeluarkan uang banyak untuk orang yang tidak penting,” tambah Onew dan Yoona memelototi adiknya itu.
“ kau tak usah khawatir, dia memang selalu seperti itu denganku dan Onew juga, Sooyoung dan Hyoyeon juga. Dia melakukan itu untuk semua orang, jadi jangan berpikir kau istimewa” ucap Yesung santai, dan Kyuhyun hampir tersedak mendengarnya. Dia ingin mengeluh, tapi di sisi lain dia merasa keluarga ini benar-benar lucu dan mengasyikan.
“tenanglah,aku tidak pernah berpikir aku istimewa, jadi tak apa-apa”
“ tapi kalau dipikir-pikir, kau adalah namja pertama yang di ajak ke rumah oleh Noona. Jadi, mungkin kau salah satu orang spesial” Gumam Onew sambil mengunyah makanannya dan Kyuhyun berhenti untuk menatapnya lalu ke Yoona yang sekarang melototi Onew untuk kedua kalinya.
Yesung hanya terus makan seperti tidak terjadi apa-apa. Yoona mengerutkan bibirnya dan ketika ia berbalik melihat Kyuhyun, pria itu tersenyum seperti orang idiot dan Yoona mengertak giginya kepadanya, seolah-olah mengatakan ia seharusnya sudah cukup cerdas untuk tidak berasumsi bahwa yang di katakan Onew jelas tidak masuk akal.
“Tapi tentu saja, hanya ada satu orang spesial untuk noona.”, Onew berkomentar . “Hanya ada Choi Siwon-sunbaenim untuk Noona,”
“Lee Jinkiiiiiiiiiiiiiiiiiii!”, bentak Yoona dengan nada tinggi, Onew yang tidak siap dengan lengkingan suara Yoona terkejut dan langsung menyemburkan makanannya keluar, tepat mengenai wajah Yesung yang ada di depannya.
“tutup mulutmu Lee Jinki,” ancam Yoona, Onew hendak memprotes tapi Noona-nya sudah keburu menggertakan giginya. Onew pun mengangguk dan menatap wajah Hyung-nya, yang sudah kotor terkena semburan makanannya.
“ aigooo Hyung…mi..mianhe..” Onew tergagap melihat Yesung yang manatapnya tajam.
“ kemari kau Lee Jinki..” Yesung langsung mengejar Onew yang sudah berlari duluan.
“ Nooona…tolong aku…” teriak Onew.
“aishh…aku benar-benar frustasi..” keluh Yoona. Ia lalu melirik namja di sampingnya yang sedang tersenyum penuh kebahagian, seakan baru menemukan sesuatu yang benar-benar lucu.
Kyuhyun hampir tak bisa menahan tawanya melihat kehebohan Yoona dan saudara-saudaranya, hal yang sangat mengasyikan, dan sesuatu yang tak pernah di dapatkannya di dalam keluarganya sendiri.
Yoona dan Kyuhyun menyusuri sepanjang jalan menuju halte bus yang tak jauh dari rumah Yoona. Karena jam malam asrama, Kyuhyun harus segera pulang walaupun kedua saudara Yoona, Yesung dan Onew memintanya tetap tinggal lebih lama lagi.
“Jadi, kalian bertiga adalah saudara kandung,” Tanya Kyuhyun, memecah kesunyian di antara mereka.
“ne,” Yoona mengangguk
“ kalian punya Ayah yang berbeda ??” Tanya Kyuhyun lagi.
Sekali lagi Yoona mengangguk.
“ lalu, dimana Ibumu ??”
Yoona menghentikan langkahnya, lalu menatap Kyuhyun. Kyuhyun terkejut dan langsung memalingkan wajahnya ketika Yoona memandangnya, “yah, kau tidak harus menjawabnya”
“dia bersama suami barunya,” jawab Yoona, kemudian kembali berjalan, “Umma punya tiga suami. Jadi, aku Yesung Oppa dan Jinki mempunyai Ayah yang berbeda-beda”
Kyuhyun hanya mengangguk mendengarnya, sedangkan Yoona masih kebingungan dan sedikit tak percaya telah menceritakan tentang keluarganya, terutama tentang Ibunya pada Kyuhyun, orang yang di kenalnya tak sampai seminggu yang lalu. Tapi, ia merasa tak canggung sama sekali untuk menceritakan itu semua.
Tak berapa lama, keduanya sampai di halte bus, “aku tahu keluargaku sangat aneh, mulai dari Eomma, Oppa sampai adikku, “dia tersenyum sambil menghela napas, “tapi aku sangat menyayangi mereka” lanjutnya dan Kyuhyun hanya mengangguk seperti biasa.
Bus berhenti di depan mereka, “sampai ketemu besok,” ucap Yoona sambil tersenyum.
Sekali lagi, Kyuhyun mengangguk dan Yoona pun ikut mengangguk sambil menunggu Kyuhyun naik ke dalam bus, tapi namja itu belum bergerak sama sekali dari posisinya dan hanya menatap ke arahnya.
“ yaa !! apa ada sesuatu yang ingin kau katakan ??”
Kyuhyun menatapnya lekat, “Eomma-mu percaya pada cinta sejati dan tidak pernah kehilangan kepercayaannya itu walaupun sudah mengalami kegagalan berulang kali,” ucapnya dan Yoona hanya mengerutkan keningnya sebelum Kyuhyun melanjutkan ucapannya,
“Oppa-mu adalah seorang yang tegas, tapi sangat perhatian dan sayang pada kedua adiknya, dan adikmu orang yang sangat lucu walaupun dia cukup ceroboh, dan kau….seorang gadis aneh dan suka mengomel yang pingsan setiap kali tidak mampu mengendalikan situasi” ucap Kyuhyun dan Yoona langsung saja melototinya.
“ aaisshh, apa maksudmu ??”
“ keluargamu sangat keren,” Kyuhyun tersenyum.
“ mwo ??”
“ aku bilang keluargamu sangat keren dan mengasyikan. Aku sangat berharap aku juga punya yang seperti itu”
“aku tidak percaya orang aneh sepertimu bisa keren juga,” tambah Kyuhyun lalu naik ke dalam bus, dan berbalik, “sampai ketemu besok,”
Bus sudah mulai menjauh tapi Yoona masih tetap berdiri di tempatnya, mencerna ucapan Kyuhyun. Lalu bibir tipisnya melengkung tersenyum.
************
“ Masquerade (pesta topeng) Spesial Akhir Semester ??” Sooyoung mendengus saat membaca poster besar yang di pasang di papan bulletin sekolah.
“aishh, aku yakin pasti si Boneka Barbie Jessica Jung itu yang merencakan ini semua” lanjut Hyoyeon yang ada di sampingnya.
“ ahhhh,, aku tidak menyangka waktu berjalan begitu cepaattt…” seru Sooyoung.
“ ne, dan seseorang disini pasti sangat sedih karena waktunya hampir habis..” ujar Hyoyeon dan Yoona hampir tersedak permen lolipopnya. Dia sedikit terbatuh dan ketika mendongak, ia melihat tatapan penasaran dari Hyoyeon dan Sooyooung.
“yaa !! apa kau benar-benar meminta bantuan Cho Kyuhyun untuk mendapatkan hati Choi Siwon ?? yang benar saja, bahkan aku belum pernah melihatnya membantumu,”gumam Hyoyeon.
“ uhm,, itu…itu…” Yoona tergagap ketika ia mencoba menghindari tatapan mereka. Memang ia sedikit kebingungan karena Siwon akan lulus sebentar lagi dan Kyuhyun juga. Itu berarti tak ada kesempatan lagi untuknya karena Kyuhyun pasti akan melanjutkan sekolahnya ke Universitas, dan tidak mungkin lagi sempat untuk membantunya. “ottokhae ??” batinnya.
“omo Yoong !! kau tetap tenang, oke ??” seru Hyoyeon mendadak, dan Yoona mengerutkan keningnya. Sooyoung menatap kea rah mata Hyoyeon, di sana, di ujung koridor Choi Siwon dengan gagah berjalan dengan tangan berada dalam saku, kepalanya sedikit berpaling ke samping saat mendengar celotehan Sungmin di sampingnya tanpa ada Donghae dan Heechul di sana.
Mulut Yoona terbuka lagi, dia gugup, kaget, senang, dan bengong melihat kehadiran Siwon. Lagi-lagi ia tidak bisa mengontrol dirinya.
Siwon tertawa pelan saat masih bercakap dengan Sungmin, kemudian ia kembali menghadapkan kepalanya ke depan, melihat sekilas wanita yang ada di depannya kemudian tersenyum padanya. Sooyoung dan Hyoyeon hanya terkesiap.
“Omo Yoong ! apa dia baru saja tersenyum padamu ? ?”, Sooyoung berbisik sambil menarik-narik Yoona. Gadis itu tetap tertegun.
“ Dia menuju kemari, Yoong !! cepat sadar !” Hyoyeon menepuk-nepuk pundak Yoona, tapi gadis itu tetap tidak menanggapi.
Siwon dan Sungmin tinggal beberapa langkah lagi tepat di depan mereka, lalu Siwon mengangkat sebelah tangannya, mencoba membersi salam pada Yoona.
“Annyeong..” ucapnya, dan Sooyoung dan Hyoyeon hanya bisa melebarkan matanya dan saling melirik.
Yoona tetap berdiri, matanya belum berkedip menatap Siwon, mulutnya serasa kelu dan wajahnya tetap tanpa ekspresi. Siwon mengerutkan dahi saat melihat ekspresi Yoona, lalu berdiri tepat di depan Yoona, dan sedikit memiringkan kepalanya, “ apa kau baik-baik saja, Yoona-ssi ??
Lagi-lagi Sooyoung dan Hyoyeon melebarkan matanya, masih belum percaya Choi Siwon bisa mengenali Yoona. Hyoyeon mencubit lengan Yoona, menyadarkan gadis itu dari lamunannya. Yoona terkejut dan segera kembali ke kehidupannya, melihat wajah tampan Siwon yang kini tepat di depannya. Yoona merasa jantungnya akan segera berhenti, tubuhnya serasa membeku.
“Yoona-ssi ??” Tanya Siwon sekali lagi.
Sooyoung dan Hyoyeon frustasi melihat tingkah Yoona, sedangkan Sungmin terkikik melihat ekspresi Yoona yang benar-benar lucu.
“aku…aku….” Yoona tergagap, tidak bisa mengeluarkan suaranya untuk berbicara. Dia senang Siwon berbicara padanya, tapi dia tidak pernah menemukan keberanian untuk membalasnya. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus di lakukan, bahkan tidak memiliki kesempatan untuk memeriksa apakah dirinya sudah terlihat cantik atau tidak. ottokhae ???.
Yoona mengambil napas berat, di pikirannya hanya ada satu cara untuk lolos dari situasi ini. Memang bodoh, tetapi selalu berhasil setiap menghadapi situasi darurat. Yoona mulai menarik napas panjang dan menutup matanya, mempersiapkan dirinya untuk terjatuh..dan tiba-tiba…..
“Hyung,” sebuah suara memanggil Siwon, Yoona melirikan matanya pada suara itu dan sedikit bernapas lega menemukan Kyuhyun berdiri tak jauh dari mereka.

To Be Continued
Bagaimana ?? baguskah ? tidakkah ??
Silahkan berikan komentarmu tentang part ini..semakin banyak komentar author akan semakin semangat buat lanjutin FF ini..hehehe
Dan juga jangan lupa untuk memberikan komentar, saran, ide fanfic, request couple, atau pertanyaan-pertanyaan kalian di twitter author : @ratiiihhhmeilda
Don’t be silent reader ^^