Chapter 2

“AKU AKAN MEMBUNUHMU LEE JINKI !”, Yoona melolong saat Hyoyeon dan Sooyoung mencoba untuk menghentikannya ketika dia akan menyerang adiknya.

“tenanglah Yoong!”, ucap Sooyoung sambil terus memegang lengan Yoona.
“Ya !! Noona, maafkan aku…!”, suara Onew bergetar sambil terus bersembunyi di belakang Seohyun, sahabat baiknya.

“ Hyaaaaa..!! bagaimana bisa kau meminta maaf padaku ?? aish, aku benar-benar ingin membunuhmu” teriak Yoona lagi, menggunakan semua tenaganya untuk melepaskan dari genggaman Sooyoung dan Hyoyeon.
“ Oppa !! apa kau tidak ingin melerai kedua adikmu yang sedang bertengkar ini ?” Hyoyeon memanggil Yesung, kakak tertua Yoona dan Onew yang sedang duduk di sofa sembari menonton TV. Yesung kemudian melirik Yoona yang sedang mengamuk kemudian beralih melihat Onew yang gemetaran. Ia sudah terbiasa dengan situasi seperti ini dan hanya berucap “lanjutkan pertengkaran kalian… dan Jinki-ah, aku akan membantumu dengan doa” kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu.

“Hyung…………” Onew meraung-raung memanggil kakak tertuanya itu.

 

Sooyoung dan Hyoyeon mendesah karena harapan mereka satu-satunya, Yesung juga tidak bisa membantu. Apalagi kekuatan mereka hampir hambis menahan Yoona.

“ lepaskan aku !! aku akan memukul namja ceroboh ini dan mematahkan semua giginya sampai dia tidak bisa makan ayam lagi” teriak Yoona lagi.

 

“Noona ! aku ini adikmu ! seharusnya kau sebagai kakak menyayangiku, bukan ingin mematahkan semua gigiku bahkan membunuhku !” Onew mencoba mencari alasan yang tepat tapi sepertinya semua itu belum bisa meredam amarah Noona-nya.

“lepaskan !!” teriak Yoona lagi. Sooyoung dan Hyoyeon menyerah menahan Yoona yang begitu kuat. Keduanya saling bertukar pandang kemudian menatap Onew.

“mianhe Onew-ah”

Dan dengan itu, mereka berdua melepaskan lengan Yoona, dan tanpa basa-basi, Yoona mengejar Onew yang sudah berlari lebih dulu. Tinggal satu langkah lagi Yoona akan mendapatkan Onew, tiba-tiba Seohyun  menghalaginya, mencoba menenangkan Yoona sambil meletakan tangannya di pundak Yoona.

“ Unnie, mengertilah Onew. Kau tahu kan, otaknya tidak akan berfungsi sama sekali setiap kali ada ayam. Aku minta maaf atas namanya” ucap gadis itu begitu lembut. Yoona luluh melihat wajah polos Seohyun, sahabat Onew yang juga sudah dekat dengan keluarganya sendiri.

Yoona hanya menghela napas berat, “katakan pada bocah tengik itu kalau dia sangat beruntung punya sahabat sepertimu ! kalau tidak…..aishh !! aku tidak menjamin apa yang kulakukan padanya !” ucapnya sambil berbalik dan duduk di sofa, lalu meraih bantal dan membenamkan wajahnya di balik bantal itu.

= = = = = = = = =  
Kyuhyun menggigit lagi cemilan yang sedang di santapnya. Matanya sedang memandangi selembar kertas yang ada di tangannya. Ia kemudian membaca surat itu lagi untuk kedua kalinya.

 

To Mr.C,

Annyeong ^ ^

“Yah, aku tahu mungkin Oppa sedikit merasa bingung menerima surat dari orang asing. Tapi dipikir-pikir, aku yakin Oppa sudah terbiasa untuk itu, dan pasti ini bukan pengalaman pertama Oppa mendapat surat seperti ini..”

 

Kyuhyun, meskipun ini sudah kesekian kalinya ia membaca surat itu, tapi masih belum bisa berhenti mengejek. “gadis ini pasti sangat aneh..” komentarnya sebelum kembali melanjutkan membaca surat itu.

 

“ Aku tahu ini mungkin terdengar aneh dan mungkin mengejutkanmu, tapi aku benar-benar menyukaimu. Dan ada ribuan alasan mengapa aku bisa suka padamu. Tapi aku pikir akan mengerikan jika aku mengatakan semua itu disini. Tapi yang paling penting adalah, aku benar-benar mengagumi sikap kepemimpinanmu dan caramu menyelesaikan semua tugas dengan sempurnya. Aku benar-benar iri dengan otakmu. Saya berharap bisa menjadi seorang yang jenius sepertimu. Juga ketika melihatmu berolahraga atau bermain basket, terkadang aku berharap bisa menjadi bola basket itu.”

 
Kyuhyun tertawa terbahak-bahak sampai membuatnya tersedak. Ia menggelengkan kepalanya. “sepertinya ini pertama kalinya gadis itu menulis surat. Dia menulis semua yang ada di otaknya, bahkan untuk hal yang tidak penting” komentarnya lagi.

“Aku benar-benar ingin berbicara padamu, tapi aku tidak pernah menemukan keberanian untuk menghadapimu. Setiap melihatmu aku selalu panic. Tadi jujur, aku benar-benar mengharapkan hal itu. Aku harap Oppa bisa memberikan kesempatan untukku. Apa ada kemungkinan Oppa bisa menganggapku sebagai teman ? aku akan sangat senang jika hal itu terjadi.

Baiklah, jika Oppa pikir ini baik aku harap Oppa dapat menemuiku besok di koridor Aula sekolah, aku akan menggunaan syal berwarns kuning jadi oppa dapat mengenaliku. Aku akan menunggu Oppa!
dan satu hal lagi, aku berharap Oppa lebih banyak tersenyum, karena senyummu selalu mencerahkan hari setiap orang. Tetaplah tersenyum oppa, karena itu sangat cocok untukmu ^^”

 

I.Y.A

 

Senyum di wajah Kyuhyun masih terlihat saat ia melipat kembali surat itu dan memasukkannya ke dalam saku kemejanya. Kyuhyun sudah tahu bahwa surat itu memang tidak di tujukan untuknya. Dia sadar diri bahwa dirinya tidak populer, tidak punya sikap kepemimpinan, jenius, pintar olahraga dan sebagainya. Di tahu surat itu untuk Siwon, teman sekamarnya. Tapi, karena ia merasa penasaran dengan identitas I.Y.A yang menulis surat dengan kata-kata aneh dan penasaran dengan ekspresi wajah gadis yang mengetahui suratnya jatuh pada orang yang salah. Dia terkejut ketika mengetahui bahwa gadis pengirim surat itu adalah gadis yang ia temui beberapa saat yang lalu, yang salah masuk kelas dan merusakkan kursinya dan pergi diam-diam begitu saja.
Kyuhyun tertawa sendiri ketika melihat ekspresi yeoja itu ketika dia mengejeknya. Diapun berdiri dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil sebatang coklat lalu kembali ke kamarnya. Di tempat itu, ia melihat Siwon tengah duduk di tempat tidurnya sambil membaca beberapa buku. Kyuhyun mendekatinya dan melemparkan coklat batang itu ke tempat tidur Siwon.

“untuk apa ini ?” Tanya Siwon

“makan saja. Itu untukmu” jawab Kyuhyun enteng.

Siwon mengambil coklat itu tapi tidak membukanya. Alisnya berkerut memandangi teman kamarnya itu. “Ya ! Kyuhyun ssi, apa kau memberikan coklat ini ada maksud tertentu ? Ya !! jangan bilang kau….kau….”

Kyuhyun segera meraih buku di atas meja dan melemparkannya pada Siwon.

“ Ya ! memangnya apa yang ada di pikiranmu ?? cukup makan saja coklat itu !”

Siwon terkekeh. “ahh, aku mendengar coklat cukup baik untuk orang yang sedang patah hati. Aww, gomawo Kyuhyun” ucapnya sebelum menggigit coklat itu. “wow ! ini enak. Hanya sedikit pahit. Tapi, tak apalah..gomawo lagi Kyuhyun !”

 

Kyuhyun tersenyum lirih karena berhasil menebak rasa coklat buatan I.Y.A.
= = = = = = = = =

Dengan langkah gontai Yoona menuju gedung sekolah di pagi itu yang belum nampak terang dan masih beberapa siswa yang baru saja datang atau siswa yang memang memilih untuk tinggal di asrama sekolah. Bahkan kelasnya pun belum di mulai tapi Yoona sudah merasa begitu lelah memikirkan kejadian kemarin yang serasa bencana untuknya. Lorong koridor kelasnya masih kosong, Yoona perlahan membuka pintu kelasnya. Ia terkejut dan mengedipkan matanya beberapa kali melihat namja yang berada tepat di mejanya di samping jendela. Yoona perlahan mengangkat jarinya, menunjuk namja itu,

“ yaaa !! kauu……”

 

Kyuhyun terkejut ketika melihat pintu ruang kelas itu terbuka. Sebelumnya ia memang berencana datang kesekolah lebih awal untuk mengembalikan surat Yoona di mejanya. Awalnya dia senang mengganggu yeoja itu karena merasa terhibur melihat ekspresi wajah Yoona. Tapi ia agak merasa sedikit bersalah. Saat datang ke kelas Yoona, ia sudah bisa menebak letak meja Yoona, yang sudah pasti sama dengan letak mejanya di baling belakang dan samping jendela.
“ yaaa !! kauu……”
Kyuhyun segera menyembunyikan surat itu dari pandangan Yoona dan berhati-hati menyelipkannya ke saku belakang celananya, lalu menyeringai pada gadis di hadapannya. Gadis ini selalu membuat ekspresi yang terbaik untuk menyenangkan Kyuhyun, ia berpikir ia tidak akan memberikan surat untuk saat ini.
“ selamat pagi “ sapa Kyuhyun dengan wajah seringaiannya.

Yoona tiba-tiba menutup mulutnya dan melihat isi kelas, “apa aku salah masuk kelas lagi ??” tanyanya polos.

“aniyeo, ini memang kelasmu”

Yoona sedikit merasa lega mendengar itu tetapi kemudian mendesah lagi melihat namja di depannya.

“ lalu, apa yang kau lakukan disini ?”

“ untuk mencerahkan harimu seperti ini” jawabnya sambil mengeluarkan senyumannya lagi.

Yoona menyipitkan matanya memandangi Kyuhyun, dia sudah cukup geram melihat kelakukan namja itu.

“ sudah kubilang, orang yang kumaksud bukan kau !” balasnya sambil berjalan mendekati mejanya dan menempatkan tasnya di punggung kursi, tapi Kyuhyun menghalanginya.

“pindah” bentak Yoona.

“ bagaimana kalau aku tidak mau ? bukankah kau sangat menyukaiku ?

Yoona melototkan matanya. Kyuhyun benar-benar menguji kesabarannya. Yoona memilih untuk bergerak kekiri, tapi Kyuhyun masih saja menghalanginya. Yoona bergerak ke kanan, Kyuhyun tetap menghalanginya. Bahkan mereka melakukan gerakan yang sama lebih dari 5 kali. Yoona mulai frustasi.

“ yaaaaaaa !! apa yang kau inginkan ?!!” teriaknya.

“ aigoo..kenapa kau selalu berteriak ?” ucap Kyuhyun sambil membungkuk mendekatkan wajahnya pada Yoona yang lebih pendek darinya. Yoona menelan ludah melihat wajah Kyuhyun semakin dekat dengannya.

“kau terpesona lagi bukan ?” goda Kyuhyun sambil terus mendekatkan wajahnya.

Tak ada pilihan, dengan sekuat tenaga Yoona menginjak dengan keras kaki Kyuhyun.

“ awwww………..” Kyuhyun menjerit dan membungkuk melihat keadaan kakinya. Kesempatan emas bagi Yoona untuk mendorong Kyuhyun pergi dari kelasnya.

“jangan pernah tunjukkan wajah penjahatmu itu lagi di depanku, dasar kepala brokoli !” teriak Yoona menunjuk kepala Kyuhyun, lebih tepatnya model rambut Kyuhyun yang keriting seperti sayuran brokoli lalu membanting pintu kelas tepat di depan Kyuhyun dengan keras. Kyuhyun shok beberapa detik kemudian menyadari mulai banyak siswa yang berkeliaran di sepanjang koridor dan kelas itu. Kyuhyun pun meninggalkan kelas Yoona sambil menggelengkan kepalanya mengingat ekspresi Yoona yang marah tadi. Perlahan senyuman lebar terukir di wajahnya, kemudian tertawa lepas mengingat hal itu.

“ gadis yang sangat menarik….”
♡ ♡ = = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡
Sudah menjadi kebiasannya, Kyuhyun selalu bermain PSP kesayangannya sambil menunggu waktu istrahat berakhir. Sebuah suara wanita tiba-tiba memanggil Kyuhyun.

“Oppa……” panggil gadis bertubuh mungil bernama Taeyeon, dan Kyuhyun hanya membalasnya dengan tersenyum. Taeyeon, satu-satunya wanita yang dekat dengan Kyuhyun tumbuh besar dengan tiga saudara laki-laki, sehingga membuatnya tidak begitu canggung jika harus berhadapan dengan seorang namja. Walaupun sebenarnya Taeyeon dan Kyuhyun seumuran, tapi Taeyeon lebih senang memanggil Kyuhyun dengan Oppa.
“Oppa, bukankah itu gadis yang pernah kau tanyakan padaku ?” Tanya Taeyeon sambil menunjuk seorang gadis yang tengah berjalan malas di tengah lapangan.

Kyuhyun memandagi gadis yang di tunjuk Taeyeon, yang ternyata adalah Yoona. Ia meraih saku belakang celananya dan mengambil surat itu.

“ apa itu ?” Tanya Taeyeon lagi.

“ surat cinta !” jawab Kyuhyun kemudian berdiri dari tempat duduknya.

“ kau mau kemana ??”

“ ingin mengembalikan sesuatu” ucap Kyuhyun sambil menyimpan PSP nya dalan saku celana. “atau mungkin ingin menganggu seseorang” lalu Kyuhyun mulai berjalan menuju arah Yoona.

“ baiklah, sampai bertemu nanti, Oppa !” Taeyeon melambaikan tangannya kea rah Kyuhyun.

 
  = = = = = = =
“Hei orang aneh!”

Yoona berbalik dan melihat orang yang berteriak ke arahnya. Yoona terkejut melihat Kyuhyun dan segera kembali memalingkan wjahnya dan berjalan secepat mungkin menghindari namja itu.

“ heii…hei” Kyuhyun terus berteriak mengikuti Yoona.

“ hei kau..gadis anehhhh !!”

Yoona semakin mempercepat langkahnya dan seketika terkejut ketika melihat Kyuhyun dengan cepat sudah berada di depannya. Kyuhyun langsung meraih lengan Yoona yang sudah siap untuk berlari.

“ ada apa ??” bentak Yoona sambil membalikkan badannya ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun menyeringai melihat ekspresi Yoona yang benar-benar lucu menurutnya. “untuk apa lagi, tentunya untuk mencerahkan harimu seperti ini” Kyuhyun lagi-lagi menunjukan senyumannya untuk Yoona.

“ HARUS BERAPA KALI AKU BILANG PADAMU KALAU SURAT ITU BUKAN UNTUKMU !! BUKAN UNTUKMU ! JADI,  JANGAN PERNAH LAGI MEMAMERKAN SENYUMAN JAHATMU ITU PADAKU !! ITU SANGAT MENYEBALKAN, KEPALA BROKOLI !!” teriak Yoona.

Tawa Kyuhyun meledak saat sekali lagi misinya berhasil, yaitu mengganggu si gadis aneh, Yoona !

Yoona melototkan matanya dan berbalik untuk meninggalkan Kyuhyun, tapi namja itu kembali menahan lengan Yoona.

“tunggu dulu, aku disini untuk memberikanmu ini” ucap Kyuhyun sambil menunjukan surat yang ada di tangannya.

Yoona tersentak, ketika menyadari kertas yang di tangan Kyuhyun adalah surat miliknya.

“ ini surat milikmu kan ??”

Yoona hanya menatap surat itu, sedangkan Kyuhyun belum berhenti untuk terus menganggu Yoona.

“ hwaaa…kau bahkan menyemprotkan surat ini dengan parfum yang sangat harum..aku sungguh terkesan” Kyuhyun menghirup wangi surat itu.

Yoona maju untuk mengambil surat itu, tapi Kyuhyun lebih duluan mengangkat surat itu ke atas kepalanya. Yoona terus melompat untuk meraih surat itu, tapi cukup sulit karena Kyuhyun jauh lebih tinggi darinya.

“ berikan padaku ! surat itu milikku” ucap Yoona sambil terus melompat.

Kyuhyun tertawa. “wae ?? kau sudah memberikan surat ini padaku”

“ aku sudah bilang itu bukan untukmu !!!!!!!!!!!!!!” Yoona berteriak tepat di wajah Kyuhyun. Kyuhyun terkejut dan tak sengaja mendorong Yoona sehingga gadis itu terjatuh.

Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk menolong Yoona, tapi gadis itu langsung menepis tangan Kyuhyun.

“ surat itu bukan milikmu ! adikku melakukan kesalahan, surat itu tidak seharusnya berada di lokermu ! jadi berikan surat itu padaku sekarang !” air mata frustasi sudah mulai terbentuk di wajah Yoona.
“Aissshh, aku tahu, aku tahu! Berhentilah berteriak “,! Kyuhyun terkejut melihat Yoona yang sudah hampir menangis dan memutuskan untuk menghentikan permainan kecilnya. Yoona hanya menatap Kyuhyun.

“sebenarnya aku tahu surat ini bukan untukku. Ini untuk Siwon-hyung, kan? Aku hanya ingin main-main denganmu tapi kau malah menganggapnya serius “gumamnya enteng..
“kau hanya .. hanya…main-main “,? Yoona tergagap saat melihat Kyuhyun yang hanya mengangguk tanpa beban.

Kemarahan Yoona meledak-ledak, ia meraih beberapa batu yang ada di dekatnya dan melemparkannya pada Kyuhyun. “ kau tahu !! ini bukan hal lucu !” ucapnya sambil terus melempar.

Kyuhyun kaget melihat aksi Yoona dan duduk memegang kedua tangan Yoona. Dia baru menyadari dirinya dan Yoona sudah mendapat perhatian hampir seluruh siswa, tentu saja karena mereka masih berada di tengah lapangan.

“ baiklah, aku tahu ! tapi jangan seperti anak kecil !! cepat bersihkan dirimu sebelum semua siswa di sekolah ini melihatmu seperti orang gila.” ucapnya tapi kemudian teringat sesuatu yang ia yakini bisa membuat Yoona menghentikan tindakannya. “ atau sebelum Siwon hyung melihatmu sekarang ini seperti seorang gila”

Dan benar saja, Yoona langsung berhenti. Setelah merasa aman, Kyuhyun berdiri lebih dulu dan kembali mengulurkan tangannya pada Yoona. Gadis itu hanya menatap uluran tangan Kyuhyun.

“ ayo, berdiri !” ucap Kyuhyun lagi

“suratku…..”

“arasseo, aku akan berikan surat ini padamu. Tapi berdiri dulu !”

Yoona menatap Kyuhyun curiga, masih ragu dengan ucapan namja itu. “tapi kau berjanji akan berikan surat itu kan ??!!” Yoona memperingatkan Kyuhyun lagi.

“ aku janji !”

Kyuhyun mulai menarik tangan Yoona dan gadis itu mulai hendak berdiri, tapi sesuatu manarik perhatian Kyuhyun dan langsung melepaskan tangan gadis itu sehingga ia terjatuh lagi di tanah.

“ yaa !!” rengek Yoona.

Yoona kemudian mengikuti arah mata Kyuhyun yang sedang menatap sesuatu, yang sedang berada di lengan Sooyoung.
   = = = = = = = = =

“ apa itu……..” Kyuhyun mengedipkan matanya menatap sebuah paket yang di pegang Sooyoung.

Sooyoung, yang melihat orang yang baru dilihatnya itu berbicara padanya hanya mengabaikannya dan berjalan menuju Yoona, diikuti Hyoyeon yang berada di belakangnya.

“ Yoong !” Sooyoung menarik Yoona yang masih berada di tanah dan membantunya untuk berdiri. “kenapa seragammu penuh debu seperti ini?” tanyanya.

Yoona tidak menjawab dan langsung segera menghampiri Kyuhyun untuk mengambil suratnya dengan perlahan-lahan sebelum Kyuhyun menyadarinya.

“ haaa !! akhirnya !” serunya, tapi ia terkejut melihat Kyuhyun yang sama sekali tidak jengkel, terkejut, marah atau khawatir. Kyuhyun hanya terus menatap lekat-lekat paket yang ada di tangan Sooyoung.

“ apa yang terjadi Yoong ?” Tanya Hyoyeon melihat ekspresi Kyuhyun yang terpesona dengan paket yang ada di tangan Sooyoung. Sooyoung lebih aneh lagi menatap Kyuhyun, tetapi mengabaikannya lagi dan segera memberikan paket yang ada di tangannya pada Yoona.

“ Yoong ! ini hadiahmu !” Sooyoung tersenyum padanya.

“ hadiah ?
“ undian saat hari valentine ! kau memenangkan hadiah utamanya ! Chukkae ”  Hyeyeon menjelaskan.
Yoona mengerutkan kening, kemudian ia mendesah. “untukmu saja.”

“Tapi aku tidak bermain game seperti ini.”, jawab Sooyoung dan melihat Hyoyeon yang juga menggeleng.

“aissh, aku juga. Yesung oppa tidak mungkin main game seperti ini, dia lebih memilih bermain bersama kura-kura kesayangannya. Dan Onew, ahh, aku masih marah padanya.!”

“Lalu apa yang akan kita lakukan dengan hadiah ini ?”, Hyoyeon bertanya.
“kita jual saja!”, saran Sooyoung.
“benar! kita bisa menggunakan uangnya untuk jalan-jalan !” seru Hyeyeon berseri-seri.

Yoona mengangguk, dia tidak peduli dengan hadiah game terbaru itu, ia lebih merasa senang karena suratnya sudah berada di tangannya.

 

“Aku akan membelinya.”,sebuah suara membuat langkah ke tiga gadis itu terhenti.

“ aku akan membeli itu, berapa pun harganya” ucap Kyuhyun lagi sambil terus memandangi paket yang kini ada di tangan Yoona. Sebuah paket game Nintendo edisi terbaru dan terbatas, sebuah harta karun besar bagi Kyuhyun.

Sooyoung dan Hyoyeon saling bertukar pandang, lalu tersenyum gembira dan bingung untuk memutuskan harga yang tepat untuk di jual pada Kyuhyun.

“ kau tidak bisa membelinya !” ucap Yoona dengan tegas.

“ mwooo ??!” Sooyoung dan Hyeoyeon terkesiap mendengar ucapan Yoona baru saja.

“ kau tidak boleh membelinya !! aku tidak akan menjualnya padamu !”

“ aku bersedia membayar berapapun harganya !” pinta Kyuhyun lagi.

“ aku tidak peduli dengan uangmu !” Yoona mulai mencibir Kyuhyun, sama seperti yang selalu di lakukan namja itu padanya.

“ ya Yoong ! dia sudah bilang akan membayar berapa pun harganya !” kata Sooyoung

“ ayolah Yoong ! kenapa kau jadi seperti itu ?!” tambah Hyoyeon.

“ sudahlah !! sampai kapanpun aku tidak akan menjualnya pada namja brokoli ini !” Yoona tetap pada pendiriannya. Dia tersenyum penuh percaya diri dan berbalik. “ ayo kita cari orang lain saja !” lanjutnya.

Kyuhyun tak menyerah, dia sangat menginginkan paket game itu, karena hanya itu satu-satunya yang ia inginkan dan sulit baginya untuk mencari game seperti itu lagi di tempat lain.

“biakan aku memiliki paket itu…” ucap Kyuhyun lagi. Langkah Yoona terhenti.

Kyuhyun menarik napasnya sebelum melanjutkan ucapannya, “biarkan aku memiliki game itu, dan  aku akan membantumu memiliki Siwon hyung”

Mata Yoona berbinar-binar mendengar kalimat yang baru saja yang di ucapkan Kyuhyun.

 

   = = = = = = = = =

 

Saat makan siang, Kyuhyun masih tengah asyik bermain game yang baru dimilikinya, di sebuah tempat yang tidak terlalu besar, tapi cukup lebar dan luas untuknya. Tempat itu bukan miliknya, melainkan milik Taeyeon dan ketiga saudara laki-lakinya yang punya hak istimewa di sekolah itu untuk bisa memiliki ruangan khusus di dalam sekolah karena ia cukup kaya dan mampu membayar semua itu. Kyuhyun hanya biasa datang ke tempat itu untuk sekedar beristrahat atau bermain game. Sama seperti saat ini, bersama dengan saudara-saudara Taeyeon yang duduk memandangi Kyuhyun yang sedang asyik bermain game di atas sofa.

 

“ aku pikir bukan hal yang bagus kau membiarkannya menggunakan barang-barangmu.!” Kibum, saudara Taeyeon yang mempunyai killer smile berbicara kepada namja di sampingnya. Kim Ryeowook, yang juga salah satu pemilik tempat itu hanya mengangkat bahu dan meminum jusnya.

“ ini keinginan Taeyeon. Selain itu, dia juga bilang kalau namja itu adalah temannya.”

Satu namja lagi, yang juga tidak terlalu tinggi dan sedang mengunyah pisang kesukaannya mendengus, “taeyeon berteman dengan siapa saja. Lagipula aku dengar, namja itu seorang yang anti-sosial. Dia tidak punya teman seorang pun” komentar Eunhyuk.

 

“ bukan anti-sosial ! dia hanya tidak suka mengurusi urusan orang lain. Dan itu lebih baik daripada diam-diam bergosip tentang orang lain” ketiga namja itu terkejut mmendengar suara wanita yang entah muncul dari mana.

“  yaa ! kenapa kau selalu datang tiba-tiba” rengek Eunhyuk sambil mengelus-elus dadanya.

Taeyeon hanya menjulurkan lidahnya pada salah satu saudaranya itu, dan langsung mengambil tempat di samping Ryeowook.

“ Oppa, kau sudah bilang padaku kalau tidak apa-apa mengajak Kyuhyun kesini kan ? ini tidak menganggumu kan Oppa ?”

Ryeowook terkekeh mendengar ucapan satu-satunya saudara wanitanya itu dan tersenyum, “Tentu saja, temanmu adalah teman kami juga”

Taeyeon tersenyum gembira dan langsung memeluknya.
sebuah suara batuk pelan terdengar dari pintu dan 3 saudara beserta Taeyeon berpaling ke sumber suara. Yoona hanya bisa tersenyum canggung saat ketiga namja yang melihatnya aneh dengan tatapan seperti, “apa yang kau lakukan disini ??” padanya !

tiba-tiba Taeyeon menepuk jidatnya dan langsung menghampiri Yoona.

“ omo ! aku hampir lupa !,” serunya sambil mengantar Yoona masuk ke dalam ruangan itu. 3 saudara Taeyeon menatap Yoona penasaran.

“ siapa dia ?” Tanya mereka bertiga serempak

“ kau teman Kyuhyun-oppa kan ??” Taeyeon bertanya pada Yoona, gadis itu hanya menjawab dengan tersenyum dan mengangguk pelan.

“ Oppa !! karena dia teman Kyuhyun, berarti dia juga temanku. Tidak apa-apa kan dia juga ada disini ??” Tanya Taeyeon penuh harap pada kakak tersayangnya, Ryeowook. Dengan sedikit bingung, Ryeowook hanya tersenyum dan menganggukkan permintaan Taeyeon.

Taeyeon sekali lagi memeluk Ryeowook kemudian mengantar Yoona ke tempat Kyuhyun di ruangan itu.

“ kau tidak bisa mengatakan kata tidak untuk Taeyeon kan, hyung ??” celetuk Kibum

“ dia adikku” ucap Ryeowook tegas.

“ ya, benar !” Eunhyuk dan Kibum menjawab serempak sebelum mengalihkan perhatian mereka pada tiga orang lain di sisi ruangan.

 

 

Kyuhyun masih sibuk bergulat dengan permainan yang baru di milikinya. Memang benar, game terbaru itu sangat baik dan tidak pernah mengecewakannya, sangat mengagumkan dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Pikirannya saat ini hanyalah game, game, game dan game !!!

“ oppa !” teriak seorang gadis yang sudah di tahu Kyuhyun bahwa gadis itu pastilah Taeyeon.

“ oppa, temanmu sedang mencarimu,” lanjutnya.

“ temanmu ada disini oppa!!” ulang Taeyeon lagi, tapi Kyuhyun hanya mengangguk, tidak mengubah pandangannya dari layar TV.

“ baiklah, aku tinggalkan kalian disini sementara, okey ?? aku harus berbicara sebentar dengan para oppaku. Kau bisa katakan apa yang kau inginkan padanya, mungkin dia tidak memperhatikanmu, tapi aku yakin dia pasti mendengar,!” Taeyeon tersenyum dan Yoona hanya mengangguk.

“ arasseo, aku keluar dulu. Annyeong Yoona !!” panggilnya sebelum berjalan pergi. Yoona tersenyum dan sedikit kebingungan bagaimana Taeyeon tahu namanya, padahal dia belum menyebutkannya sekalipun.

 

Yoona mendekati Kyuhyun,  melihat namja itu yang sedang sibuk bermain game.

“Ya! Cho Kyuhyun-ssi “,. Ucapnya tapi tidak mendapat tanggapan

“Cho Kyuhyun, Kyuhyun-ssi!”, panggilnya lagi, suaranya sedikit lebih tinggi tapi belum juga mendapat respon.

Ia memicingkan mata dan meletakkan tangannya di pinggang lalu berdiri di depan Kyuhyun, menghalangi pandangan orang itu dari layar TV. “Cho Kyuhyun!”, ucapnya lebih keras lagi, tapi Kyuhyun hanya meregangkan kepalanya ke samping, untuk kembali bisa melihat layar TV.

Yoona langsung berdiri tepat di depan wajah Kyuhyun, “dengarkan aku !” Serunya dan Kyuhyun menatapnya. Kyuhyun hanya mengerutkan kening kemudian mengangkat satu tangannya dan mendorong wajah gadis itu menjauh darinya.

Yoona tak pantang menyerah, ia menatap tajam namja itu !!

“ yaa !! aku bilang dengarkan aku !! lihat aku, kepala brokoliiiiiiiii !!” teriak Yoona tapi Kyuhyun lagi-lagi mendorongnya ke samping. Mereka terus melakukan hal itu berulang-ulang, Yoona berteriak dan menuntut perhatian Kyuhyun, tapi Kyuhyun selalu mengabaikannya, terus mendorong Yoona ke kiri dan kanan, sehingga Yoona harus terpontang panting jatuh bangun di atas lantai. *udah kelewatan evil ni magnae…haha*

Tak jauh dari mereka, ketiga namja yang juga ada di ruangan itu hanya mendengus dan menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Kyuhyun dan Yoona.

Kesabaran Yoona benar-benar habis, setelah Kyuhyun terus melemparnya dan ia benar-benar harus merasakan lantai ruangan itu. Ia bangkit, kemudian berjalan ke arah belakang TV dan dengan perlahan mencabut kabel TV.

“ apa yang ter……..?” gumamnya saat kemudian dia mendapati Yoona muncul dari belakang TV.

“ yaaa !! apa yang kau lakukan ??” Kyuhyun berdiri.

“ oh kenapa ?? apa terjadi sesuatu ??” ucap Yoona sepolos mungkin lalu menatap layar TV, “uppsss…aku tidak sengaja mencabut kabel TV”

“ apanya yang tidak sengaja ??!! aishh…jangan seperti itu, ini benar-benar tidak lucu. Kau tahu, aku hampir saja memecahkan rekor! Tinggal sedikit lagi, !” serunya dengan tegas, tapi Yoona hanya mencemooh. Kyuhyun mengerutkan bibir dan mengacak-acak rambutnya

“Jika saja kau dari awal mendengarkan aku bicara, ini tidak mungkin terjadi. Dan kau mungkin bisa memecahkan rekor itu” Kata Yoona dengan dingin dan Kyuhyun hanya mendesah.
“lalu, apa yang kau inginkan?”,
“Kau tahu apa keinginanku ! Aku sudah menunggu selama dua hari! “, Yoona mengeluh. Kyuhyun memutar matanya setelah mendengar nada cengeng gadis itu. Dia kemudian duduk dengan benar dan menempatkan salah satu sikunya di lutut, dagunya menempel di tangannya dan menatap gadis di depannya.
“jadi, apa rencanamu ?”, Tanyanya.
Yoona mengerutkan kening. “Rencana apa?”

“ ya rencana untuk bisa mendapatkan Siwon. Jangan bilang kau tidak punya rencana sama sekali ??!!”

“ aku pikir kau yang akan membuat  rencananya, “ gumam Yoona santai.

“ yaaaaa !! bagaimana mungkin aku yang harus membuat rencananya ??!! jelas-jelas kau yang menyukai Choi Siwon, kenapa harus aku yang repot menyusun rencana ??!

“ aisshh.. kalau kau pikir aku bisa membuat rencana itu sendiri, mana mungkin aku harus repot-repot meminta bantuanmu !”

“ kau hanya belum berusaha,” balas Kyuhyun.

“ aku bahkan sudah berusaha semampuku, tapi hasilnya gagal. Lagipula, aku juga sudah memberikan yang kau inginkan, dan sekarang gantian kau yang penuhi keinginanku !” Katanya dengan nada menuduh dan Kyuhyun hanya memutar matanya. “Lakukan sesuatu sekarang, atau aku akan mengambil kembali game milikku!!”
“Koreksi, game itu sudah jadi milikku sekarang.”,

Yoona mendengus. “Tidak akan kalau kau tidak melakukan sesuai janjimu !”
“Aish, arasso, arasso.”, ucap Kyuhyun dan berdiri, memperbaiki seragamnya dan melihat arlojinya.

“Masih ada waktu.”, lanjutnya lalu menyambar tangan Yoona.
“Aa-apa yang kau-lakukan?”, Yoona terkejut karena Kyuhyun tiba-tiba menarik tangannya.
Yoona dan Kyuhyun berjalan di sepanjang koridor. Ia mencoba bertanya pada Kyuhyun apa yang akan mereka lakukan dan kemana mereka akan pergi, tapi namja itu terlalu cepat berjalan di depannya.

Kyuhyun tiba-tiba berhenti, napas Yoona masih belum stabil dan melatakan tangannya di atas lutut untuk mengatur napasnya. Ia kemudian terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di kantin sekolah itu.

 

Yoona berdiri tegak menatap namja di sampingnya, “apa yang kita lakukan disini ??”

Kyuhyun hanya memandang ke depan, tampak begitu santai dan dingin seperti biasa, tangan di saku, kepalanya terangkat tinggi.

“menjalankan rencana pertama!”

“ mwo ?? lalu apa hubungannya dengan tempat ini?”

Kyuhyun mengejek kemudian menjitak kepala Yoona, “aishh,..sampai kapan kau bisa pintar ?? coba lihat namja yang ada di sana!” Yoona melihat arah tangan Kyuhyun, yang menunjuk tepat pada Siwon.

“saatnya menjalankan rencana pertama. Sebuah perkenalan!!” lanjut Kyuhyun dengan tegas.

“ a-appaa ??”
“ kau harus memperkenalkan diri.”

Yoona membuka matanya lebar-lebar dan langsung kembali memandangi Siwon, yang sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya di dua meja  kebesaran di tengah kantin itu.

“tt—tapi..” Yoona menelan ludah menyembunyikan rasa gugupnya.

“aishh…sudah, ikut saja denganku..!” Kyuhyun kemudian menarik tangan Yoona lagi, menuju pusat kantin, lebih tepatnya menuju meja kebesaran tempat Jessica dkk dan Siwon dkk berada.

 

To be Continue

———————————-

credit : asianfanfic

author : ifallelsefails

trans : Yooniquelf

———————————–

Jangan lupa,, tinggalkan komentar kalian, don’t be silent reader… ^^