Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Okay….
Annyeong My Yoonaders… setelah postingan terakhirku tentang fanfic Christmas Snow Love Story, kini author comeback dengan membawa fanfic KyuNa lagi… yeah, sebagaimana permintaan kalian yang cukup banyak meminta ff Kyuna. Fanfic ini cukup banyak cast-nya. Siapa saja ?? silahkan temukan sendiri di fanfic ini.
Chapter 1
SM High School, sebuah sekolah bergengsi yang menawarkan berbagai subyek yang dapat membantu bakat siswanya untuk di asah dalam berbagai bidang seni, seperti bernyanyi, menari, seni, teater dan sejenisnya. Sekolah ini juga menyediakan satu tahun tambahan yang membantu siswa diperkenalkan di dunia nyata. Dan Im Yoon Ah, cukup beruntung berada di sekolah itu, atau seperti itulah yang dia pikir.

Gemuruh suasana kantin segera berubah menjadi hening ketika empat gadis cantik memasuki tempat itu. Leader dari keempat gadis itu, Jessica Jung seorang gadis pirang cantik yang memiliki keunggulan dengan kemerduan suara dan kepiawaiannya dalam berakting serta aura dingin yang melekat padanya juga sebagai presiden klub teater berjalan dengan kepala terangkat tinggi, menuju pusat kantin di mana meja mereka berada, tanpa melihat dan mengurus orang-orang yang memandanginya. Di belakangnya adalah seorang gadis mungil yang berhasil tetap terlihat lucu dan menggemaskan apapun yang dilakukannya, Lee Sunny. Tepat di samping Sunny, seorang gadis yang sangat popular dengan keindahan body yang dimilikinya, Kwon Yuri. dan tidak terlalu jauh dari belakang mereka, seorang wanita yang biasa di bilang Angel dari keempat gadis itu dan mungkin paling popular diantara mereka berempat, Tiffany Hwang yang berjalan dengan diiringi senyuman lembutnya memancarkan kebahagiaan di kafe itu. Empat gadis itu duduk di salah satu dari dua meja yang terletak di pusat kantin, Jessica menyibukkan diri dengan memakai cat kuku, Yuri dan Sunny masih tertawa dan berbicara sementara Tiffany cukup hanya duduk di sana, tanpa melakukan apapun, namun tetap menarik perhatian.

Terletak di paling sudut kiri kantin, desahan seorang gadis terdengar lemah. Yoona mendongak dan melihat mulut Sooyoung di sampingnya yang ternganga sambil terus menatap empat gadis di meja tengah.
“Bagaimana bisa mereka begitu cantik?”, Si gadis jangkung itu berkomentar sambil melamun menggigit telur gulung dari makan siangnya sambil tetap menatap keempat gadis popular di sekolah itu.
“mereka benar-benar beruntung “, kata Hyoyeon sambil mengunyah telur gulung miliknya juga.
Yoona hanya terdiam mendengar ocehan kedua sahabatnya itu.

Sebuah jeritan keras terdengar dari para gadis yang terletak dekat pintu kafetaria, dan Yoona tidak perlu mencari tahu apa yang terjadi. Dia tahu dan itulah mengapa dia segera duduk dan mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, berharap untuk melihat lebih baik pemandangan indah yang akan dilihatnya sebentar lagi. Empat namja tampan berjalan masuk di kafetaria itu, berbeda seperti sebelumnya, keempat namja itu di sambut dengan jeritan siswi yang melihat mereka. Lee Sungmin, namja lucu tapi tetap tampan berjalan dengan wajah berseri-seri di depan pacarnya Sunny. Kim Heechul, leader dari kelompok itu berjalan dengan sangat cool, semua mata tertuju padanya. Di belakangnya, namja misterius dan selalu tenang Lee Donghae. Jeritan para siswi semakin keras ketika namja terakhir mulai memasuki kafe, Seorang pria jangkung, tampan dan pintar yang berjalan di sepanjang gang, tersenyum dan membungkuk pada siswa sampai ia mencapai meja tengah dan bergabung dengan teman-temannya. Memang benar bahwa di antara kelompoknya, dia yang paling ramah. Tentu saja, karena dia adalah Ketua OSIS dan nomor satu sebagai pria yang diinginkan menjadi pacar di sekolah itu, Choi Siwon.

Yoona memiringkan kepalanya ke samping terus menatap dan memimpikan Choi Siwon yang tampan. Dari pertama kali dia melihatnya, namja itu benar-benar telah memenangkan hatinya.

“Ya! Im Yoona! “, Bentak Sooyoung menghancurkan pemandangan indah Yoona.
Yoona kembali tersadar dan cepat menyeka mulutnya sebelum air liurnya benar-benar jatuh. Sooyoung tertawa dan menggelengkan kepalanya, “kau sangat menyukainya bukan ??”
Yoona tidak menjawab, Dia mengalihkan pandangannya ke orang duduk di samping Siwon, Tiffany Hwang , kekasih Choi Siwon.
“mereka begitu serasi.”, gumamnya tanpa sadar.

Tak lama kemdian, Yoona keluar kantin dan masih tertawa saat melihat Sooyoung dan Hyoyeon yang masih asyik beradu, lalu melemparkan pandangannya pada Siwon dan Tiffany yang saling bergandengan tangan. Tawanya berubah hilang, ia mendesah frustasi dan berjalan sendiri meninggalkan Hyoyeon dan Sooyoung sambil menunduk menuju kelasnya. Sambil terus menunduk ia sampai di kelasnya.
“mwo ?? kemana semua penghuni kelas ini ??” bingung Yoona ketika melihat keadaan kelas itu kosong. Yoona tak peduli dan ia tetap menuju tempat yang diyakini tempat duduknya di kelas itu. Yoona mendaratkan wajahnya pada dasar meja itu, pikirannya kembali melayang-layang mengingat pemandangan yang baru di lihatnya di kantin tadi.

“Eherm.” Sebuah suara mengalun dari sampingnya. Suara yang di yakininya adalah Sooyoung diabaikan begitu saja.

“Eherm!”, suara itu mengalun lagi, kali ini sedikit lebih keras. Yoona tetap mengabaikannya.

“Eherm!” suara itu lagi terdengar lebih berat.
“ pergilah Sooyoung-ah ! Aku sedang tidak mood untuk berbicara. Tinggalkan aku sendiri. ” tutur Yoona dengan nada frustasi.
“Hmmm ..”
Suara itu tak berhenti. Yoona mengambil napasnya dalam-dalam, ia menggigit bibirnya untuk menekan kekesalannya. Yoona menggertakan giginya dan berdiri sambil mengangkat kepalanya.
“ aku bilang per………” ucapan Yoona berhenti begitu saja ketika menyadari ia berdiri tepat di hadapan seorang namja yang wajahnya beberapa cm bahkan hidung mereka hampir bersentuhan.
Yoona shock dan tersentak ke belakang sehingga kehilangan keseimbangan dan jatuh terhenyak di samping kursi.

BAM!

“auuww……..” rintih Yoona yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya yang terkena kursi.Mengingat apa yang terjadi, dia mengalihkan pandangannya ke depan. Seorang namja jangkung berdiri tepat di depannya dengan posisi yang tak berubah sejak tadi, tangan berada di saku, headset tergantung di leher, dan matanya menatap Yoona tajam. Yoona mengerutkan keningnya melihat namja di depannya itu. Bukannya menolongnya yang terjatuh, namja itu malah memperbaiki kursi di samping Yoona dan memperbaikinya.
“aishhh….kursiku jadi bisa rusak karena tingkah bodohmu itu !” ucap lelaki itu.
Yoona memelototi namja di depannya. “ yaaa……!!” teriaknya.
Namja itu berhenti memeriksa kursinya dan melihat Yoona.
“Siapa kau? Dan apa yang kau lakukan di kursiku ? “, lanjut Yoona. Namja itu tak mempedulikan Yoona, dia megeluarkan PSP dari sakunya dan duduk di kursi yang baru ia perbaiki.
“ ya…………. !!!!!!!!!!!!!!” teriak Yoona lagi sambil membanting tangannya di atas meja, membuat namja itu terkejut.
“Aku berbicara padamu ! apa yang kau lakukan di kursiku ?!”,
Namja itu tak menjawab tapi malah melihat sekeliling kelas itu kemudian kembali menatap Yoona.
“ aku yakin ini adalah tempat dudukku” ucap namja itu.
Yoona mengangkat sebelah alisnya. “Kursimu ? Apa kau bergurau? Aku sudah duduk di kursi ini sejak awal semester! Apa kau siswa baru? Apa kau tidak tahu ini kursiku ? ”
“Aku bilang kursi ini milikku. Aku sudah duduk di sini sejak awal semester ini. “,namja itu tak mau kalah dengan Yoona.

“ Ya! Jangan main-main denganku ! Bagaimana kau bisa berkata-…..”, tapi Yoona terdiam lagi saat dia melihat sekilas papan absensi di belakang namja itu. Gambar, tulisan, roster semua berbeda dengan kelasnya yang lalu. Dia terus melihat dan baru menyadari ada 20 wajah asing yang sedang memperhatikannya. Tatapan terakhirnya kembali ke namja tadi, yang sedang mengulurkan lidahnya mengejek Yoona yang salah tingkah.

“omo !! Aku salah masuk kelas ! “, Yoona memukul jidatnya. Diam-diam, dia berjalan menuju pintu sambil tertunduk. Ketika sampai pintu, ia melihat tulisan di pintu itu “Kelas 3-B”. yoona segera berlari dengan perasaan malu kembali menuju kelasnya yang sebenarnya “2-C”
“Ke mana saja kau?”, si Shikshin bertanya saat ia melihat Yoona yang baru masuk ke kelas itu. Yoona hanya tersenyum kecut dan kembali ke tempat duduknya yang sebenarnya.

♡ ♡ = = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡

Siwon buru-buru berjalan keluar dari gerbang utama sekolah dan mencari kekasihnya. Tak sampai semenit, ia melihat Tiffany yang tengah berdiri di samping mobilnya. Siwon segera menghampiri Tiffany dan langsung memeluknya.
“mianhe chagiya, aku terlambat karena banyak tugas yang harus aku selesaikan”
“ ne oppa..aku tahu. Bahkan aku sudah terlalu sering mendengar hal itu” Tiffany menjawab dingin, membuat Siwon kebingungan melihat sikap kekasihnya itu.
“apa kau baik-baik saja, chagiya ?”
Tiffany mendesah dan melepaskan pelukan Siwon. “sudah cukup oppa. Rasanya aku lelah menjalani hubungan ini denganmu. Kau selalu sibuk dan kita hanya bisa bertemu saat istirahat sekolah. Kau sangat jarang memperhatikan aku karena kau terlalu sibuk, menjadi ketua OSIS, belajar, nilai sekolah, beasiswa, dan masih banyak lagi”

“Jadi, maksudmu ?”
“ini yang terbaik oppa..lebih baik kita berpisah”
“ apa kau yakin ??”
Tiffany mengangguk dan meneteskan air mata “mianhe oppa” bisik Tiffany sebelum masuk dalam mobilnya dan melesat pergi meninggalkan Siwon yang tertegun dan terluka.
.
♡ ♡ = = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡

“Dia terlalu bekerja keras.”, gumam Yoona saat duduk di bangku gym, sikunya di atas lututnya, dagu menempel di tangannya. Dia mendesah sambil terus menatap Siwon yang tampak begitu sibuk dan stres mengatur panggung teater.
“kalau aku jadi dia, aku pasti melakukan hal yang sama. Menyibukkan diriku dengan berbagai pekerjaan daripada meratapi hubungan yang baru putus” ucap Sooyoung yang duduk di samping Yoona. Sudah lebih dari seminggu setelah kabar putusnya hubungan pasangan emas SiFany yang sudah menjalin hubungan 2 tahun lamanya.

“Mungkin ia membutuhkan seseorang untuk menghiburnya.”, Hyoyeon berkomentar yang juga duduk di sampingnya Yoona.
“ini kesempatan emas untukmu Yoong !”
“Ya! Aku tidak terlalu terobsesi dengan hal itu, dia membutuhkan waktu untuk melupakan Tiffany “, Seru Yoona.
“ Yoong, sekarang pasti sudah banyak yang mendafarkan diri untuk menjadi kekasihnya.” Tambah Sooyoung.
“Aku tidak akan heran jika suatu hari dia akan muncul dengan pacar baru.”, Gumam Hyoyeon.
Yoona membulatkan matanya, berharap hal itu tidak terjadi.
“ kau harus mengakui perasaanmu sekarang, Yoong ! sebelum orang lain mendapatkannya!”

“T-tapi ..”
” kau pasti bisa melakukannya! Apa kau ingin terus menyimpan perasaanmu itu selamanya ??”
Yoona menggeleng. “tapi…aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku benar-benar bingung. Aku takut nanti malah aku pingsan saat berbicara padanya.
Ketiga gadis itu berpikir keras. Sooyoung yang sedari tadi terdiam, langsung melompat dari kursinya.
“Valentine” seru Sooyoung.
“mwo ??” pekik Hyoyeon dan Yoona bersamaan.
“ne..dua hari lagi Valentine dank au bisa mengungkapkan perasaanmu padanya pada hari itu”
“tapi Soo, aku tidak bisa.. melihatnya saja aku sudah sangat gugup apalagi harus berbicara padanya” tutur Yoona lemah.
“bagaimana dengan surat ?? dan coklat ??” saran Hyoyeon.
“ saran yang cemerlang ! kalau kau tidak bisa mengatakannya, kau berikan saja surat itu padanya”
Mata Yoona berbinar-binar mendengar saran dari kedua sahabatnya. Ia pun mengangguk setuju.

♡ ♡ = = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡
Yoona P.O.V
“Aish, aku sama sekali tidak bisa berpikir!”, seruku sambil menempelkan kepalaku di meja. Sudah berjam-jam aku menatap kertas kosong di tanganku , tidak tahu harus menulis apa di kertas itu.
Ya, aku sangat menyukai Siwon, dan sangat banyak alasan untuknya menyukai namja itu. Hanya, aku tidak tahu darimana harus memulainya. aku mengalihkan matanya sekilas, memandangi potret keluargaku yang terpajang rapi di atas meja. Kutatap wajah umma, orang yang menurutku paling berpengalaman soal hal ini. Hanya saja, umma sedang tidak ada bersamaku sekarang. Tidak ada.
Aku kembali melirik sekilas gambar itu, menjadi inspirasi untukku. Aku mulai menulis beberapa kata di kertas itu.

2 hari kemudian…
Sebuah surat dan coklat sudah berada dalam genggamanku, tinggal memberikannya saja pada orang yang ku impikan. Dan itulah masalahnya.
“Yoong..apa kau sudah siap ??” Tanya Hyeyeon.
Aku menggeleng, “aku benar-benar tidak siap, Hyo !” gumamku lemah.
“ya sudah..jangan khawatir..kalau kau tidak siap, kau bisa menempatkan coklat dan suratmu itu di loker miliknya”
“tapi Hyo, anak perempuan tidak di perbolehkan masuk ke dalam asrama anak laki-laki”
“ aku tahu itu,, dan aku sudah punya solusinya” Hyoyeon tersenyum.

Yoona P.O.V End

SM High School memang menyediakan asrama bagi siswa yang memiliki tempat tinggal yang jauh. Siwon memilih untuk tinggal di asrama karena dia selalu mempunyai pekerjaan yang menumpuk di sekolah dan tidak sempat lagi untuk pulang balik rumah dan sekolah.
dengan ide cemerlang Hyeyeon, dia berhasil meminta Onew, adik Yoona yang juga bersekolah di situ untuk meminta bantuannya.
“ingat ! kau harus meletakan surat dan coklat ini di kamar Siwon sunbae ! kamar 312, lantai tiga. Arasseo ??
Onew mengangguk, “ne”
“ya ! Lee Jinki ! awas saja kalau kau sampai melakukan kesalahan ! aku akan membunuhmu” ancam Yoona pada adiknya itu.
“aigoo Noona ! kau tak usah meragukan adikmu ini ! hanya saja aku sedikit bingung. Untuk Mr.C ??”
Hyoyeon mengenyitkan alisnya. “siapa Mr.C ??”
“Mr.C..ini kode nama buatanku untuk Choi Siwon !” ucapnya tersipu malu.
“ sekarang lebih baik kau memastikan surat ini benar-benar sampai ke tangan Siwon. Jangan sampai kau mengacaukannya” ucap Yoona memperingatkan adiknya lagi.
“arasseo….”Onew pun berjalan meninggalkan Yoona dan Hyeoyeon menuju asrama pria.
“ kau tak usah khawatir. Lebih baik sekarang yang kau pikirkan bagaimana caramu menghadapi Siwon setelah dia membaca suratmu” ucap Hyoyeon sambil menepuk pundak Yoona.
♡ ♡ = = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡

Onew mulai berjalan di dalam asrama. Seluruh ruangan asrama masih kosong, mungkin mereka sedang mengikuti acara undian yang di gelar di aula sekolah. Belum sampai ke ruangan Siwon, handphone milik Onew berdering.
“ yeoboseyeo” sapa Onew sambil mendengar ucapan dari lawan bicaranya di telepon itu.
“chinja ?? ayam !! baiklah, aku akan segera ke sana !” ucapnya berseri-seri dan kembali menaruh HP di sakunya. Saat ia hendak berbalik pulang, Onew baru teringat coklat dan surat Noona-nya yang berada di tangannya. Onew cepat-cepat berlari menuju kamar Siwon. Ia menemukan kamar itu. Terdapat dua loker di kamar bernomor 312 itu. Dia membuka loker yang bernamakan Choi Siwon dan terkejut melihat tumpukan coklat di dalamnya, bahkan tidak menyisakan satu tempat pun untuk meletakan surat dan coklat milik Noona-nya. Ia mendesah putus asa. Suara perutnya terus meraung-raung meminta Ayam. Onew melirikan matanya ke loker samping milik Siwon, loker 312 lainnya yang tak lain milik teman sekamar Siwon. Onew membukanya dan ternyata kosong !

“mungkin aku bisa menempatkan catatan kecil agar pemilik loker ini memberikan coklat dan suratnya untuk Siwon” Onew tersenyum bangga dengan idenya. Ia lalu memasukan surat dan coklat itu ke dalam loker kosong itu. Belum sempat mengambil kertas dan pena untuk menuliskan catatan itu, telepon Onew berdering sekali lagi.
“hyung.. kami akan segera memakan semua ayam ini” ucap namja di telepon itu.
“Ya! Jangan lakukan itu! Aku akan segera tiba di sana! “, Onew segera berlari keluar asrama, dan melupakan semua yang di lakukan sebelumnya.

♡ ♡ = = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡

Kyuhyun menggerutu sambil berjalan memasuki asrama. Dia sedang kesal karena tidak berhasil memenangkan undian yang di adakan di sekolah itu. Sebuah permainan edisi terbaru, sebagai hadiah undian itu gagal ia dapatkan, apalagi game itu sendiri limit edition. “aishhhh” teriak Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya.
Saat sampai di kamarnya, ia melihat lokernya yang terbuka. Keningnya mengerut ketika melihat sebuah coklat dan surat ada di dalamnya. “untuk Mr.C” baca Kyuhyun di sampul surat itu.

♡ ♡ = = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡ = ♡

Yoona tersenyum memandangi bayangan wajahnya di cermin. Ia kembali merapikan rambutnya dan menjepit rambut yang menghalangi matanya untuk memperlihatkan kening indahnya. Memperhalus setiap lipatan rok dan baju seragamnya yang sedikit kusut. Sebuah syal kuning cerah di lilitkan pada lehernya membuat dia tampak lebih manis. Ya, hari itu bukanlah hari yang biasa untuk Yoona. Hari itu mungkin saja akan menandai sejarah dalam kehidupan SMA-nya. Setelah terlihat cukup baik, Yoona pun bergegas untuk menuju koridor dekat aula sekolah, tempat dimana ia akan bertemu dengan Siwon.
Sekitar 15 menit menunggu, pintu yang tadinya tertutup rapat kini terbuka dan tampaklah sekelompok laki-laki yang tengah mengoceh dan tertawa. Empat namja itu berjalan dengan menebarkan senyuman terindahnya. Choi Siwon, namja yang sedang di tunggu Yoona berjalan paling belakang dan tetap terlihat tampan dibalut seragamnya.
Sambil meluruskan punggungnya dan berdiri dengan sempurna, Yoona tersenyum kepada namja itu yang berjalan semakin dekat ke arahnya. Kim Heechul, yang berjalan paling depan mengerutkan keningnya memandangi Yoona yang tengah tersenyum, tapi tetap berlalu melewati Yoona. Dibelakangnya Sungmin juga bingung tapi masih sempat memberi senyuman hangatnya pada Yoona. Donghae, namja misterius itu bahkan tidak menoleh sama sekali pada Yoona. Namun itu bukan masalah bagi Yoona, karena yang terpenting adalah namja paling belakang yang berjalan semakin dekat ke arahnya.
Yoona menelan ludahnya, berusaha unuk memberikan senyuman terindahnya pada Siwon. Yoona semakin memperlebar senyumannya ketika namja itu kini berada tepat di depannya. Siwon yang tampaknya sedikit terkejut melihat ekspresi Yoona yang berlebihan kemudian menghentikan langkahnya, membungkuk dan tersenyum pada Yoona seperti yang biasa dia selalu lakukan, kemudian berjalan lagi melewati Yoona. Yoona yang masih terpesona melihat Siwon baru menyadari bahwa Siwon melewatinya dan hanya ia sendirian di koridor itu.
“apa yang terjadi ? apa itu maksudnya dia menolakku ?” batin Yoona.
“ atau mungkin dia tidak mengenaliku ? aishh… tapi jelas-jelas di surat itu aku sudah bilang kalau aku menunggunya dan menggunakan syal kuning.. apa dia tidak membaca suratku ?” Yoona terus berpikir mencari alasan yang tepat kenapa Siwon mengabaikannya begitu saja.

“ aku berharap Oppa lebih banyak tersenyum, karena senyummu selalu mencerahkan hari setiap orang”
Yoona menegang ketika mendengar suara yang mengungkapkan penggalan kalimat dalam suratnya. Seorang namja tinggi dan ramping, tangannya berada di saku celana, earphone tergantung di lehernya, kepalanya terangkat tinggi, menyeringai dan menatap Yoona tajam dan sangat percaya diri.
“nde ??” Tanya Yoona sembari mengingat kembali bahwa namja yang di depannya saat ini adalah namja yang buatnya terjatuh saat ia salah masuk kelas. Tunggu…apa yang baru saja di katakan namja ini…?
“ aku tidak tahu kalau senyumanku akan mencerahkan harimu” ucap namja itu dengan nada mengejek, “apa ini cukup ?” lanjutnya sambil memamerkan senyuman lebarnya pada Yoona sebelum ia kelepasan untuk tertawa.
Yoona terperangah menatap namja itu, “ya….bagaimana bisa kau…..” ucapnya tergagap.
Namja itu menggeleng sambil mengeluarkan suara, “ckckckckckck..” lagi-lagi dengan nada yang mengejek.
“ahh..sepertinya kau masih terpesona dengan senyumanku. Haruskah aku tersenyum lagi ??
Yoona merasa dirinya menggigil diseluruh tubuhnya mendengar ocehan namja itu.
“oh ya, dan syal itu terlihat cukup baik kau kenakan. Jujur, aku merasa sedikit aneh kau memilih syal berwarna kuning agar aku bisa mengenalimu dan juga tempat ini sebagai tempat pertemuan kita” ucap namja itu sambil memperlihatkan wajah jahatnya pada Yoona. “yahh, tapi setelah melihatmu disini aku rasa kau benar-benar aneh. Sudah tidur di meja orang lain, cerewet dan pergi diam-diam tanpa rasa bersalah. Aishh…dasar gadis aneh” namja iitu menggelengkan lagi kepalanya, tapi tatapan kejahatan belum menghilang dari matanya.
Yoona tertegun sekali lagi. Syal, tempat itu, dan kata yang di ucapkan namja itu adalah bagian dari suratnya. Bagaimana dia bisa tahu ? apalagi lagak bicaranya seperti surat itu untuknya. Oh tidak, apa mungkin…?

“hmm..jadi kau akan mengakui perasaanmu sekarang ?? tunggu..” ucap lagi namja itu sambil merapikan dirinya, mengusap jas seragamnya dan berdiri dengan tegak dan sopan, kemudian menarik napas panjang lalu tersenyum pada Yoona.
“ oke, aku siap. Kau bisa mengatakannya sekarang.” Lanjutnya seraya menyilangkan tangannya di depan dada dan tersenyum lebar, masih mengejek.
Yoona mengambil napas dalam-dalam sebelum kembali menatap wajah namja di hadapannya.

“maaf, sepertinya ada kesalahpahaman disini” Yoona mencoba memperbaiki suasana. Tapi namja itu mengerutkan keningnya lagi.
“ kesalahpahaman ? Gwenchana. Kau tidak perlu menyangkal atau malu dengan perasaanmu padaku. Tapi aku tidak bisa menyalahkanmu, pesonaku memang sangat mematikan” dengan pedenya namja itu berucap sambil mengedipkan matanya pada Yoona.
Yoona menatap ke arahnya dengan ngeri dan mencoba untuk mengendalikan dirinya.
“tidak. maksudku……..”Yoona mencoba berpikir lagi. “aku tidak tahu bagaimana surat itu bisa jatuh ke tanganmu, tapi yang pasti surat itu bukan untukmu. Seperti yang kau lihat, surat itu untuk seseorang bernama Mr.C dan……”
“aku Mr.C” sela namja itu dan menunjukkan ID Card nya. “aku Cho Kyuhyun. Aku Mr.C” namja bernama Kyuhyun itu menyeringai lagi.

sekali lagi, mulut Yoona terbuka., “bagaimana bisa mereka memiliki awal nama yang sama ? aishh..bodohnya aku ! seharusnya aku menulis nama Choi Siwon dengan lengkap!” Yoona menyalahkan dirinya sendiri.
“tidak, Mr. C yang aku maksudkan bukan anda. Surat itu untuk Mr.C yang tinggal di asrama laki-laki nomor 312. Aku tidak tahu bagaimana kau mendapatkannya, tapi aku yakin kalau………..”
“Jadi surat ini memang untukku” Kyuhyun menyela lagi.
“ Hah ?”
“ aku tinggal di asrama laki-laki nomor 312”
“ apa ??”
“ aku menemukan surat dan coklat dalam lokerku. Ahh,, kau sedang menyangkal perbuatanmu ?? sudahlah, jangan seperti itu!”
“ kau tinggal di asrama laki-laki, lantai 3 nomor 312 ??” Yoona tersentak tak percaya.
“ya, tentu saja kau tahu. Itu sebabnya kau mengirimkanku surat dan coklat di lokerku kan ?” Kyuhyun lagi-lagi menunjukan evil-smile yang menjengkelkan.
“di mana kau menemukannya ?”
Kyuhyun mengerutkan keningnya sebelum menjawab, mengamati Yoona yang tampaknya akan segera terpisah dengan tengkoraknya.
“di dalam lokerku..aishh…aku sudah menyebutkannya berulang lagi. Pembicaraan ini mulai membuatku bosan.
Kyuhyun kemudian meletakan kedua tangannya di belakang kepalanya dan mulai berjalan menjauh, meninggalkan Yoona yang terperangah.
“oh ya, dan satu hal lagi” ucapnya sebelum benar-benar pergi, “coklat buatanmu cukup enak, hanya sedikit pahit. Tapi,, ya….tidak apa-apa…” Kyuhyun lagi-lagi mencibir Yoona dan berjalan semakin menjauh.
Yoona memandanginya dan jatuh berlutut.
“ LEE JINKI !!! AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUHMU !!!” teriak Yoona di sepanjang koridor yang kosong itu.
To Be Continue
———————-
credit : asianfanfic
author : ifallelsefails
trans : Yooniquelf
———————–

Ok ! Stop ! chapter 1 sampai sini aja dulu ! mian karena chapter ini kependekan ! virus malas sedang menyerangku..hehe..
Oke, tunggu untuk chapter 2,, kita lihat bagaimana Yoona akan membunuh Lee Jinki karena kecerobohan adiknya itu, dan bagaimana selanjutnya yang akan terjadi dengan Yoona dan Kyuhyun..juga si ketua OSIS yang cakep Choi Siwon..hahaha !
Tapi, sebelumnya, tinggalkan comment kalian tentang chapter ini !

Iklan