Tag

, , , ,

Ok chingudeul,,, untuk part ini aku ga jadi bikin ending, habisnya kalau di satuin akan panjang sekali..jadi author bagi ke part 4. Untuk di part ini,, semua rahasia akan terbongkar dan masih akan menyuguhkan kebahagiaan KyuNa..hahaha..tapi komplitnya ada di part 4.. okee..langsung read aja yaa..

Tak terasa hampir setahun Yoona dan Kyuhyun menjalani hubungan mereka tanpa ada hambatan, walau terkadang mereke terlibat pertengkaran kecil, karena sifat keduanya yang sama-sama nakal dan keras kepala. Tapi untunglah mereka saling memberitahukan dan meminta maaf sehingga membuat hubungan mereka tetap bertahan.

“oppa…tak terasa hubungan kita sudah berlangsung selama 1 tahun. Aku tak sabar lagi menantikan anniversary pertama kita !!” seru Yoona kegirangan saat berada di dalam mobil bersama Kyuhyun.

“ ne, oppa juga senang. Tapi, apa yang harus kita lakukan untuk merayakannya ?? bagaimana kalau candle light dinner ?? atau pergi ke pantai ?? jalan-jalan di Namsan ?”  Kyuhyun mengajukan beberapa usul.

“ itu sudah terlalu sering oppa kita makan malam bersama, hampir setiap akhir bulan kita juga rekreasi di pantai, dan di Namsan, hampir setiap weekend pasti kita kesana. Aku ingin sesuatu yang lebih berkesan oppa.”

“ hmm.. oppa terserah kamu saja Yoong, yang penting oppa bisa melewatkannya bersamamu..” Kyuhyun menyempatkan menoleh kea rah Yoona yang sedang bingung dan menggenggam erat tangan kekasihnya itu, sedang satu tangannya lagu untuk mengendalikan stir mobil.

“ tentu oppa.. oh ya, bagaimana kaluau kita merayakannya anniversary pertama kita saat Natal saja ?? kita buat acara kecil-kecilan bersama Sooyoung dan Donghae oppa, sepertinya menyenangkan.”

Kyuhyun mengangguk, menyetujui usul Yoona. “ide yang bagus. Baiklah, oppa setuju, sepulangnya ini oppa akan langsung memberitahu Donghae”

“ ne, aku juga akan memberitahu Sooyoung. Hmm..ngomong-ngomong, bagaimana keadaan oppa ?? apa hari ini oppa baik-baik saja ??”

“ tentu Yoong, oppa pasti akan selalu baik jika di sampingmu. Kau pasti masih menghawatirkan sewaktu oppa mimisan itu kan ??”

Yoona mengangguk pelan, “kau tidak tahu betapa khawatirnya aku saat itu oppa. Rasanya aku ingin menangis saat itu juga. Apalagi dulu oppa juga pernah pingsan sewaktu kena hukuman. Kumohon, jangan pernah buatku khawatir seperti itu lagi”

“ baiklah Im Yoona-ku yang cantik” ucapnya sambil mengelus lagi rambut Yoona, kebiasaanya yang sangat di sukai Yoona..

Kyuhyun P.O.V

“aku pulang…..” seruku saat masuk ke dalam rumah. Kulihat Donghae hyung tengah focus menonton TV. Aku pun duduk di sampingnya ikut menonton TV bersamanya.

“Donghae hyung, munggu depan aku dan Yoona akan merayakan anniversary pertama sekaligus natal bersama. Rencanya aku dan Yoona akan mengadakan pesta kecil-kecilan. Kau ikut yah hyung..?

Donghae terlihat berpikir sejenak, “nanti  kuusahakan. Lagipula itukan acaramu dan Yoona, kalau ada ada aku kan kalian jadi tidak leluasa”

“ hyung…ayolah…bukan hanya ada aku dan Yoona, tapi aka nada juga Sooyoung, Yuri, Jessica, dan teman-teman Yoona yang lain, dan kau juga Hyung harus ikut..ayolahh..”pintaku dengan wajah memelas.

“aigoo…kenapa kau selalu menunjukkan tampang seperti itu kalau sedang meminta sesuatu ??”

Aku makin menunjukkan muka memelasku beserta puppy eyes andalanku, dan berhasil.

“baiklah, aku akan ikut, tapi berhentilah menujukkan wajahmu seperti itu”

“ gomawoo hyung…” ucapku. Beberapa saat kemudian, aku melangkah pergi . ada suatu tempat yang harus kutuju.

“ kau baru pulang, Kyu.sekarang mau kemana lagi ?” Tanya Donghae hyung saat melihatku yang akan segera keluar rumah.

“ ada hal penting, hyung. Na khalkke…”

Dengan segera ku jalankan mobilku menuju tempat yang beberapa waktu lalu juga ku kunjungi, rumah sakit. Hari ini, dokter akan memberikan hasil lap dari pemeriksaan yang sudah kulakukan beberapa saat lalu.

“annyeong dokter” sapaku setelah sampai di rumah sakit dan bertemu dokter itu.

“ annyeong Tuan Cho.” Balasnya menyapaku dan mempersilahkanku duduk. “ baiklah, hari ini saya akan memberimu hasil lap beberapa waktu lalu. Apa anda sudah siap dengan dengan hasilnya ??

Aku mengangguk mantap, “ne dokter”

“ seburuk apapun hasilnya nanti, saya harap anda dapat menerimanya” aku tertegun mendengar ucapan dokter. “apa hasilnya benar-benar buruk ??”batinku.

Dokter itu pun menyerahkan hasil pemeriksaanku itu. Tanganku bergetar menerimanya. Kubaca perlahan demi perlahan hasilnya, dan tak pernah ku sangka. Hasilnya membuatku sangat terkejut. Segera kurapikan kembali kertas-kertas itu dan bergegas pulang.

Seminggu kemudian,,,

Hari ini aku sudah bersiap menjemput Yoona untuk pergi ke gereja bersama. Benar, hari ini hari Natal tepat di hari kami akan merayakan First Anniversary hubungan kami. Setelah sampai di rumahnya, kulihat Yoona sudah menunggu kedatanganku.

“oppa, kenapa baru datang sekarang ?? kita hampir terlambat” tutur Yoona saat melihatku yang datang terlambat.

“mianhe chagiya, oppa hanya ingin tampil lebih sempurna di hari ini, kan hari ini Natal dan Anniversary kita ??”

“ oppa, kau tidak perlu tampil sempurna. Tanpa apapun, kau sudah sangat sempurna di mataku”

“ benarkah ?? kau selalu memuji oppa mu ini. Kau juga sangat cantik hari ini Yoona”

“ gomawo oppa, kajja, kita pergi sekarang sebelum terlambat”

Aku dan Yoona pun bergegas naik mobil dan segera mnuju gereja tempat biasa kami berdoa.

End of Kyuhyun P.O.V

Suasana hening tampak di gereja itu. Di hari yang suci, setiap dari mereka memanjatkan doa untuk kebaikan mereka di masa yang akan datang. Tak terkecuali, Yoona dan kekasihnya Kyuhyun yang berada di sampingnya.

“Tuhan, sungguh-sungguh terimakasih karena kado terindahku setahun yang lalu masih setia menghangatiku di Natal yang dingin hari ini. Aku semakin mencintai dan menyayanginya Tuhan, ku mohon biarkanlah dia tetap di sampingku, menjadi malaikat penjagaku yang selalu setia menghangatiku di saat aku sedang dingin, memegang erat tanganku saat aku terjatuh, selalu memelukku saat aku bahagia, mengusap air mataku saat aku menangis dan menjadi sandaran hatiku selamanya. Sampai saatnya dia benar-benar menjadi pendamping hidupku, selamanya..” doa Yoona. Di sampingnya, Kyuhyun juga tampak serius berdoa sambil mengepalkan kedua tangannya di dada dan memejamkan kedua matanya.

“ Tuhan, terimakasih karena Engkau masih memberiku kesempatan untuk hidup, masih membiarkan hadiah terindah dalam hidupku, yang menjadi kekasihku Im Yoona masih berada setia di sampingku. Kumohon Tuhan, berikanlah aku kehidupan yang lebih panjang lagi, aku sangat mencintainya. Aku masih ingin berada di sampingnya, menjadi malaikat penjaga untuknya, menjadi seseorang yang selalu membuatnya merasa hangat ketika dia dingin, menjadi orang pertama yang selalu memegang erat tangannya ketika dia terjatuh, memeluknya erat ketika dia bahagia, mengusap air matanya ketika dia menangis, menjadi sandaran hatinya yang terakhir sampai aku benar-benar menjadi pendamping hidupnya, selamanya…” Kyuhyun tampak haru menyelesaikan kata demi kata di setiap doanya.

Yoona P.O.V

Ku tengokkan kepalaku melihat Kyuhyun oppa yang sedang berdoa. Aku tersenyum melihatnya, tangannya masih di kepalkan tepat di depan dadanya. Kemudian, dia mengangkat kepalanya ke atas, perlahan membuka matanya yang tampak merah. Lalu diangkatnya lagi kepalanya lebih keatas, memandangi langit-langit gereja.

“oppa….”panggilku pelan. “ kau menangis ??” Kutahu kebiasaannya ini, jika mengangkat kepalanya ke atas, dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh dan terlihat olehku.

Dia menggeleng, tapi kepalanya masih diangkatnya ke atas.

“jangan bohong, ini di gereja oppa” Kyuhyun lalu menurunkan kepalanya, matanya masih tampak merah.

“oppa hanya terharu, tahun ini masih bisa merayakan natal bersamamu” ucapnya.

Aku memegang erat tangan Kyuhyun, “aku sangat bahagia bisa memilikimu Kyuhyun oppa, aku sangat berharap di natal tahun depan kita masih bersama”

End of Yoona P.O.V

Sepulangnya dari gereja, Yoona dan Kyuhyun kembali ke rumah Yoona, tempat mereka merayakan hari jadi mereka yang pertama. Disana sudah tampak teman-teman Yoona dan juga Sooyoung serta Donghae yang menikmati acara itu walau hanya sederhana. Dengan menggunakan pernak-pernik natal, acara itu dibuat sehingga terasa berkesan.

“mau dansa denganku ??” pinta Kyuhyun pada kekasihnya yang tengah duduk di sofa.

Yoona mengaggukan kepalanya dan menyambut uluran tangan Kyuhyun. Jadilah mereka berdansa bersama di tengah suasana romantis saat itu.

Dari sudut lain, tampak Sooyoung yang sedang menikmati makanannya, di temani Donghae.

“ sungguh, aku tidak pernah menyangka hari ini akan pernah ada. Yoona dan Kyuhyun merayakan anniversary mereka. Bahkan mereka berpacaran pun masih tak kusangka, apalagi sudah seahun lamanya” ucap Sooyoung membuka percakapannya dengan Donghae.

Donghae hanya tersenyum sambil memandangi Kyuhyun dan Yoona yang tengah berdansa dengan mesra. “benar, tapi mereka tampak cocok dan serasi. Keduanya saling melengkapi satu sama lain”

Sooyoung memandangi Donghae, sejenak berhenti dari aktivitas makannya, “pasi rasanya sakit ya, oppa ??

Donghae mengalihkan pandangannya pada Sooyoung, “sakit ? maksudmu apa Sooyoung-ah ??”

“ kau menyukai Yoona kan oppa ??” ucap Sooyoung pelan. Donghae tertegun mendengar perkataan Sooyoung. “ya..kau bercanda Sooyoung-ah, mana mungkin aku menyukai kekasih sahabatku sendiri”

“ jangan bohong oppa, semua tampak jelas di matamu. Orang bodohpun akan tahu kalau oppa menyukai Yoona, caramu memandangi Yoona benar-benar berbeda”

Donghae terdiam sesaat, “ apa semuanya begitu terlihat jelas ?”

Sooyoung mengangguk, “kenapa oppa tidak pernah mengatakannya ??

“mana mungkin aku mengatakannya, dia pacar Kyuhyun, dan Kyuhyun adalah sahabat terbaikku dan sudah kuanggap seperti adikku sendiri”

“tapi oppa yang lebih dulu mengenal Yoona kan ?? oppa yang lebih dulu mencintainya semenjak kita masih sekolah bersama di SMA !”

Donghae tertunduk, menyadari kesalahannya selama ini, dia terlalu takut mengungkapkan perasaannya kepada Yoona, dan pada akhirnya dia harus menyesali kesalahannya itu, orang yang di cintainya bertahun-tahun harus jatuh ketangan sahabatnya sendiri.

Hari itupun berakhir dengan menyisakan kebahagiaan di hati Yoona dan Kyuhyun.

~~~~~YoonHaeKyuNa~~~~~

Kyuhyun P.O.V

“hyung….Donghae hyung……”panggilku seraya berjalan masuk ke kamar Donghae.

“hyung..kau dimana ??” panggilku lagi, tapi tak ada suara yang menyahut. “mungkin dia sedang keluar” gumamku. Ketika akan berjalan keluar dari kamar Donghae, tiba-tiba sesuatu menarik perhatianku. Suatu buku yang tampak rapi tergeletak di meja belajar Donghae. Akupun tertarik melihatnya.

“apa ini milik Donghae hyung..??” tanyaku pada diri sendiri. Dengan sedikit keberanian dan rasa penasaran aku membuka buku yang tampak seperti Diary itu. Halaman awal, hanya berisi biodata singkat Donghae, kemudian pada lembar berikutnya dia menuliskan setiap pengalaman menariknya. Aku terkekeh sendiri membaca pengalaman unik dan lucu Donghae hyung. Sampai kulihat sebuah foto yang diselipkannya di tengah halaman. Di foto itu terlihat Donghae hyung yang tersenyum dan masih menggunakan seragam SMA bersama 2 orang wanita cantik di sampingnya, Sooyoung dan…Yoona.

“apa mereka sudah berteman semenjak SMA ??” aku bertanya-tanya dalam hati.

Kubuka lagi lembar berikutnya, hanya ada foto Yoona. Aku terkejut. Karena Dilembar-lembar berikutnya pun sama, semua terisi foto Yoona semenjak masih SMA sampai sekarang hingga lembaran terakhir. Dan di setiap foto, Donghae menuliskan bagaimana perasaannya tentang foto itu, foto Yoona.

“jadi selama ini Donghae hyung menyukai Yoona ?? bahkan semenjak mereka masih SMA ?” aku cepat-cepat menutup buku itu dan kembali menempatkan buku itu ke tempat semula. Tapi tak berapa lama, kepalaku tiba-tiba terasa sakit. Aku memegang erat kedua tanganku, dan berjalan keluar dari kamar Donghae dengan sisa tenagaku. Darah mengalir deras dari hidungku, dengan kepala yang masih terasa sangat sakit aku berusaha menghentikan agar tak banyak darah yang keluar.

Obat yang selama ini kusimpan rapi dan tak terlihat segera kuminum dan membaringkan tubuhku ke tempat tidur. Sampai rasa sakit itu perlahan menghilang dan mataku pun terlelap.

Esoknya, aku kembali menemui dokter yang tahu kondisiku dan menceritakan hal yang kualami semalam.

“rasanya sangat sakit, dok. Seperti kepalaku akan pecah saat itu” ceritaku.

“ itu gejala dari penyakitmu, Kyuhyun-ssi. Dan itu belum seberapa, rasanya akan lebih sakit lagi di waktu yang akan datang”

“ jadi, apa yang harus kulakukan dokter?”

“sebaiknya anda segera melakukan perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini agar menghambat penyebaran kanker otak yang akan menggerogoti saraf otak anda, Kyuhyun-sshi”

“aku akan memikirkannya lagi dokter”

“ saya harap anda bisa memutuskannya segera, sebelum semuanya terlambat. Kanker otak anda sekarang sudah pada stadium 3, Kyuhyun-sshi. Ingat itu !”

Pikiranku bukan lagi tertuju pada penyakitku, tapi Yoona yang berada di pikiranku.

“aku tidak pernah meminta penyakit ini Tuhan. Jika aku meninggal nanti, siapa yang akan menjaga Yoona ? siapa yang akan berada di sampingnya ?siapa yang akan memegang erat tangannya ?”

End of Kyuhyun P.O.v

~~~~~YoonHaeKyuNa~~~~~

“Yoongi-ah, ini ada bingkisan untukmu” ucap Sooyoung sambil memberi sebuah bingkisan yang baru di terimanya saat masuk ke rumah Yoona.

“ ini dari siapa, Sooyoung-ah ?” Yoona mengambil bingkisan itu dari tangan Sooyoung dan membukanya. Sebuah gaun malam yang cantik perwarna putih beserta sepatu high-heels dengan warna senada berada berada di dalam bingkisan itu. Dibawahnya terselip sebuah surat kecil untuk Yoona.

“ To My Yoona, ku tunggu kedatanganmu malam ini di “KyuNa Resto”. Gunakan gaun yang kubelikan khusus untukmu beserta sepatunya. Persiapkan dirimu dan tampilah secantik mungkin. Malam ini akan menjadi malam terindah untuk kita, from Your Kyuhyun”

Malam pun tiba, Yoona tengah bersiap dengan berdandan secantik mungkin dengan menggunakan gaun putih dan sepatu yang diberikan Kyuhyun untuknya. Setengah jam kemudian, Yoona sudah selesai dan segera meluncur ke tempat dimana ia dan Kyuhyun akan bertemu. Sesampainya disana, Yoona sedikit kebingungan karena kondisi restoran itu gelap dan sepi.

“apa restorannya hari ini tutup ??”gumam Yoona. Dilangkahkannya kakinya beberapa langkah untuk mencari keberadaan Kyuhyun. “Kyuhyun oppa dimana ??”

Yoona berusaha menghubungi Kyuhyun, tapi Kyuhyun tidak mengangkatnya. Yoona mencoba untuk menunggu beberapa menit lagi, tapi belum ada tanda-tanda kemunculan Kyuhyun. “jangan bilang kalau Kyuhyun oppa lupa janjinya malam ini” keluhnnya, lalu dia memutuskan untuk opergi dari tempat itu.

Tapi, baru hendak akan melangkah, restorannya yang semulanya gelap itu berubah menjadi terang benderang. Di tempat Yoona berdiri sudah tersedia karpet merah dan lilin yang menuntun langkahnya. Dengan perlahan, Yoona mengikuti arah ujung lilin yang berjejer rapi itu sampai ia tepat pada lingkaran yang berbentuk hati. Dilihatnya Kyuhyun yang berdiri gagah dengan jas putih menanti kedatangannya.

“ini surprise untukmu chagiya..” ucap Kyuhyun lembut. Yoona hanya memandangnya, tak sanggup berkata apa-apa. Terharu dan bahagia tengah memancar di wajahnya. Air mata haru tengah menumpuk dimatanya yang perlahan jatuh di pipinya.

“kau menangis ??apa yang kulakukan kali ini salah ?”Tanya Kyuhyun dengan polosnya.

Yoona menggeleng pelan, dan segera menghapus air mata di pipinya, “aniyeo oppa, aku hanya terharu dan tak menyangka oppa seromantis ini. Aku kira  oppa janji kita malam ini”

“mana mungkin aku lupa ? aku sudah mempersiapkan ini sejak lama dan sangat menunggu malam ini” Kyuhyun kemudian menuntun langkah Yoona dan duduk di kursi yang sudah di siapkannya.

“apa oppa mempersiapkan semua ini sendiri ??”

“ tentu, aku juga sudah menyewa restoran ini untuk kita berdua. Apa kau senang chagiya ??

Yoona mengangguk mantap. Kyuhyun kemudian mengeluarkan kotak kecil dari sakunya. Di dalamnya,terdapat sebuah kalung indah dengan dihiasi 2 buah cincin. Dengan lembut, Kyuhyun memasangkan kalung itu di leher Yoona.

“ kenapa oppa menyatukan kalung ini dengan cincinnya ??” Tanya Yoona yang bingung.

“ aku sengaja. Supaya kelak nanti kalau kita menikah, kau menggunakan cincin di kalung itu untuk dipasangkan di jariku dan satunya lagi kupasangkan di jarimu” Yoona tersenyum, “jeongmal gomawo oppa..neomu neomu saranghe..”

Kyuhyun mengusap lembut kepala Yoona, kemudian mengeup lembut kening Yoona. “na ddo saranghe”

Diirngi alunan music instrument yang romantic, keduanya larut dalam suasana itu dengan berdansa berdua. Setelah beberapa saat berdansa, Kyuhyun kemudian menunjukkan kemampuannya bermain piano. Tuts demi tuts piano di tekannya menjadi rangkaian nada-nada romantic. Yoona memandangi dan menikmati permainan piano Kyuhyun.

Tapi sesuatu yang tak pernah Kyuhyun harapkan terjadi, rasa sakit kepala mulai dirasakannya kembali. Tak ingin membuat Yoona khawatir lagi, Kyuhyun tetap melanjutkan permainan pianonya. Tapi semakin lama ia diamkan, rasa sakit itu semakin sulit di tahannya. Nada-nada pianonya pun menjadi amburadul sampai permainan pianonya terhenti. Kyuhyun menunduk sambil memegang kepalanya. Yoona yang terkejut melihat Kyuhyun dengan segera menghampiri kekasihnya itu.

“ oppa, gwenchanayeo ??

Kyuhyun berusaha mengangguk. “nan gwenchana”

Tapi kemudian, Yoona melihat darah jatuh menetes di jas putih Kyuhyun. Yoona memegang wajah Kyuhyun yang menunduk. “oppa, kau mimisan lagi. Apa kau sedang tidak sehat oppa ??” Yoona semakin terlihat khawatir.

“gwenchana, Yoona. Oppa baik-baik saja. Oppa hanya sedikit kelelahan. Duduklah disana, oppa akan ke kamar mandi membersihkan darah di hidung oppa”

“ tak usah oppa” Yoona menahan langkah Kyuhyun. “kita pulang saja sekarang, lebih baik oppa istirahat di rumah. Aku tidak ingin oppa jadi sakit”

“andwe Yoona. Oppa tidak ingin merusak malam kita ini. Oppa mohon, tunggulah disini” Yoona tak bisa melawan, dan membiarkan Kyuhyun untuk pergi membersihkan darah yang mengenai jasnya.

“ Tuhan, kumohon jangan biarkan rasa sakit itu muncul lagi untuk malam ini. Jangan buat malam ini menjadi kacau karena penyakitku. Kumohon Tuhan, hanya untuk malam ini. Biarkan aku bersama Yoona”

Tak lama kemudian, Kyuhyun kembali dari kamar mandi. Senyuman cerah sudah mengiringi langkahnya.

“apa oppa sudah merasa lebih baik ?”

Kyuhyun mengangguk, lalu duduk di hadapannya. Tangannya perlahan menggenggam erat tangan Yoona. “mianhe..kau pasti khawatir lagi”

“oppa, kenapa kau selalu memperhatikan keadaanku ? aku baik-baik saja. Oppa lah yang sedang tidak baik. Periksakan keadaanmu ke dokter oppa, besok aku akan mengangantarmu ya oppa ??”

“aku sudah ke dokter Yoona, dan dokter bilang aku baik-baik saja”

Akhirnya, makan malam itu pun tetap berakhir dengan kebahagiaan walau sedikit menyisakan kekhawatiran di benak Yoona. Saat pulang, Kyuhyun dan Yoona menyempatkan untuk singgah di sungai Han, untuk menikmati keindahan sungai terbesar di Seoul itu pada malam hari.

“huahh dingin sekali..”tutur Yoona saat duduk di salah satu kursi yang memang sudah di siapkan yang bisa menyuguhkan pemandangan sungai Han dengan jelas.

Melihat sang kekasih yang tengah kedinginan, Kyuhyun melepaskan jasnya untuk di kenakan Yoona agar menutupi tubuh mungilnya.

“ tidak usah oppa” tolak Yoona.”aku masih bisa tahan dinginnya kok, oppa saja yang pakai jas ini suapaya oppa tidak tambah sakit”

Tapi Kyuhyun tetap bersihkeras memakaikan jas itu untuk Yoona, dan Yoona pun kembali tak bisa berbuat apa-apa selain menerima jas itu.

“kau sungguh keras kepala, oppa”

Kyuhyun terkekeh mendengan ucapan Yoona, “oppa hanya ingin melakukan yang terbaik untukmu”

Yoona menatap sendu wajah kekasihnya yang tampak pucat itu. Kemudian dengan tubuh mungilnya ia memeluk Kyuhyun seerat mungkin untuk menghangatkannya.

“hanya ini yang bisa kulakukan untukmu, oppa. Aku hanya ingin membuatmu sedikit lebih hangat”

Kyuhyun kembali mengusap kepala Yoona dengan lembut sebelum membalas pelukan itu dan Yoona semakin membenamkan dirinya dalam dekapan Kyuhyun, tangan mereka saling bertaut dengan erat. Seakan tak ingin pisahkan lagi, malam itu hanya milik mereka berdua.

“Oppa, kau masih takut dengan salju ??”Tanya Yoona, tangannya masih setia berada di pelukan Kyuhyun

“tidak Yoong, oppa sekarang sudah tidak takut lagi. Dulu oppa takut karena selalu melewati musim salju sendirian, tp sekarang sudah ada kamu yang menemani oppa untuk melihat indahnya salju yang jatuh dari langit, bagaimana denganmu ??”

“ aku juga oppa. Sekarang aku sangat sangat menyukai musim salju. Pengalaman burukku di masa lalu perlahan-lahan mulai pudar dari ingatanku. Karena dirimu oppa, kau yang berhasil mengubah pengalaman buruk itu menjadi masa-masa yang sangat indah saat  bersamamu. Di suatu saat nanti, setiap musim dingin tiba dan salju sudah mulai turun aku pasti akan mengingat masa-masa seperti ini”

Kyuhyun tersentuh mendengar ucapan kasih Yoona. Tanpa Yoona sadari, Kyuhyun tengah berusaha menahan air matanya. Ia tak ingin air matanya tumpah saat itu, di saat bahagianya bersama Yoona.karena ia sadari, hanya malam inilah dia bisa bersama Yoona sebelum Tuhan mengambil nyawanya.

Malam semakin larut, keduanya memutuskan untuk pulang. Setelah mengantar Yoona, Kyuhyun kembali ke rumah. Di lihatnya Donghae yang tengah duduk sendiri di teras rumah itu.

“ kau belum tidur Hyung ??” Tanya Kyuhyun. Tapi Donghae tak menjawab, ia menatap Kyuhyun dengan tajam.

“ini apa Kyuhyun-ah ??” Donghae kemudian memperlihatkan sebuah kertas-kertas yang di sampul dalam sebuah amplop dan beberapa obat-obatan.

Kyuhyun terkejut, dan terbata-bata.  . “Hyung itu….itu…..” ia belum mampu menjawab pertanyaan Donghae. Kertas yang sedang di pegang Donghae itu adalah hasil lap yang menyatakan ia mengidap kanker otak.

“apa benar ini semua, Kyu ?? kau benar-benar mengidap kanker otak ??” lagi-lagi Kyuhyun hanya berdiri mematung dengan wajah yang semakin pucat menanggapi semua kata-kata Donghae.

Tangan Donghae bergetar, tak pernah terbesit di pikirannya kalau Kyuhyun akan mengida penyakit separah itu. “kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku ? aku ini Hyungmu, Kyuhyun-ah. Kau sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri”

“ mianhe hyung..aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu. Aku hanya belum siap memberitahukan ini pada siapapun. Aku tidak ingin membuat kalian khawatir dan sedih”.

Belum sempat berkata lebih panjang lagi, tiba-tiba rasa sakit di kepala Kyuhyun muncul kembali. Rasa sakit yang berkali-kali lipat rasanya semakin membuat Kyuhyun tak bisa menahannya. Darah pun mulai mengalir lagi dari hidung Kyuhyun Pertahanan Kyuhyun akhirnya runtuh. Dia terkulai lemas tak sadarkan diri.

“ Kyuhyun-ah,, kau kenapa ??” Donghae panik begitu melihat keadaan Kyuhyun dan langsung membawanya ke rumah sakit.

Setelah menungguh hampir satu jam Kyuhyun diperiksa di rumah sakit itu, akhirnya dokter yang menangani Kyuhyun keluar dan memberitahu Donghae keadaan Kyuhyun.

“ Dokter, bagaimana keadaan Kyuhyun ??”

“ keadaannya sudah lebih baik. Saya harap anda dapat menyarankan pada tuan Kyuhyun agar secepatnya melakukan perawatan sebelum kanker otak yang di idapnya tidak cepat menyebar dan mematikan saraf-saraf otaknya”

“ baiklah, dok. Aku akan berusaha. Tapi, apa dia masih bisa di selamatkan ?”

“ hidup dan matinya hanya ada di tangan Tuhan. Kami hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk pasien kami” ucap dokter itu lalu berjalan meninggalkan Donghae.

Pukul 3 pagi, Donghae masih terjaga dan setia menunggu Kyuhyun sendiri di ruangan Kyuhyun di rawat. Tak berselang lama, Kyuhyun mulai sadarkan diri.

“Hyung…”ucap Kyuhyun pelan.

“ kau sudar sadar Kyu ?? apa kau sudah merasa lebih baikkan ?”

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. “gomawo hyung, kau sudah mau menjagaku disini”

“ini sudah jadi kewajibanku sebagai sahabatmu, Kyu. Kita harus saling membantu.”

“ Hyung…boleh aku meminta bantuanmu lagi ??”

“ bantuan apa ?”

“ Yoona tidak tahu semua ini. Tolong,jangan beritahu dia tentang keadaanku yang sebenarnya. Aku tidak ingin membuatnya khawatir.’

“tapi Kyu….”

“aku mohon Hyung, dia pasti akan sangat sedih kalau mengetahui hal ini” Donghae pun hanya mengangguk menyetujui permintaan Kyuhyun.

To be Continue

Okee,, sampai sini aja part 3 nya.. dari pada lama-lama langsung baca aja part 4,,karena udah sekalian aku post dengan part 4 nya..biar kalian ga penasaran..hehe eitss tapi tinggalkan dulu komentar kalian untuk part 3 ini..okeee