Tag

, , , ,

annyeong chingudeull..

chapter 2 sudah ada nih.. selamat membaca dan please tinggalkan komentar kalian..

ohya, next chapter udah ending.. jadi jangan sampai kelewatan..hehe

yapp,, terimakasih juga buat my readers yang juga mendukungku buat banyak banyak bikin FF YoonHaeKyuNa.. tapi author ttap kok, bakalan setia sama YoonHae..hehe *jiwa phyros*

doakan ya,, semoga author dapat banyak inspirasi dan bisa buat fanfic YoonHaeKyuna secepatnya.. hehe

okee..happy reading Yoonaders,, btw Yoonaders adalah nama panggilan buat pembaca blog aq..

okee Yoonaders ^^

Chapter 2 : The Warmest Gift of Christmas

 

Esoknya, Kyuhyun kembali bersekolah. Sama seperti Yoona, senyumannya tak juga lepas saat memasuki pekarangan kampus.

“ yaa….Cho Kyuhyun,, sepertinya kau sedang senang,, aku lihat, kau terus saja tersenyum saat masuk kampus ??” Donghae tiba-tiba datang dan langsung merangkul Kyuhyun.

“ hemm… kau benar hyung” jawab Kyuhyun sedikit malu

“ hyaa… ayo ceritakan pada hyungmu ini”

“ I’m falling in love, hyung”

“ mwo ?? benarkah ?? nuguya ?? siapa wanita itu yang berhasil mencairkan hatimu yang dingin seperti es itu ??

“ itu masih rahasia hyung, nanti saja, kalau aku sudah berhasil mendapatkannya, hyung adalah orang pertama yang akan kuberitahu, ara ??

“ ayolah Kyun-ah, jangan buat hyungmu ini penasaran”

“ andwe hyung, kajja, sebentar lagi kelas kita akan dimulai” Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Donghae yang masih penasaran.

 

Yoona POV.

 

Setelah pelajaran kelasku berakhir, aku dan Sooyoung lalu pergi ke perpustakaan, tempatku dan Sooyoung biasa menghabiskan waktu luang. Hobbyku membaca membuatku sangat menyukai perpustakaan. Sebelum sampai di perpustakaan, mataku tiba-tiba melihat sesosok namja tampan yang sedang duduk sambil memandangi sesuatu yang membuatku deg-degan ketika menatapnya saat ini. Itu dia, si Mr.Cho.

Tubuhnya yang six-pack dibalut seragam kampus ditambah kaca mata yang menghiasi mata indahnya dan headset yang terpasang di telinganya membuatnya tampak keren. Juga kulitnya yang putih dan rambutnya yang lurus berponi menambah kesan tampan dan gagah pada dirinya.

“bodoh, kenapa baru aku menyadari sekarang kalau dia itu begitu tampan ??” pikirku.

“ ya..Yoong, apa yang kau lihat ??” Sooyoung tiba-tiba membuyarkan lamunanku. “ah aniya” elakku. “palli, kita perpustakaan sekarang” aku dan Sooyoung kemudian berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih belum beranjak dari posisinya.

~~OoO~~

“huahh…akhirnya kuliah hari ini berakhir juga, rasanya otakku sudah tidak mampu lagi mencerna pelajaran itu dengan perut yang keroncongan” seru sooyoung saat keluar kelas.

“ heum, benar sooyoung-ah, aku juga sangat lapar” kataku mengiyakan perkataan Sooyoung

“ ya sudah, ayo kita pergi ke kantin sekarang” Sooyoung dan akupun pergi ke kantin bersama. Tapi ketika baru saja melangkahkan kakiku, tiba-tiba Donghae oppa datang menghampiri kami berdua.

“ Yoona-ah, Sooyoung-ah…” teriak Donghae oppa dari kejauhan.

“ oh oppa annyeong ..” sapaku dan Sooyoung bergantian

“ kalian mau kemana ??” tanyanya

“ kami mau ke kantin oppa”

“ wah, kebetulan sekali, baru saja aku akan mengajak kalian makan bersama”

“ baiklah, ayo kita pergi bersama,”

Aku, Sooyoung dan Donghae pun pergi ke kantin bersama. Lagi-lagi, banyak kecandaan kan kelucuan yang kami bertiga lontarkan saat bersama.

 

“ wah, rasanya sudah lama kita tidak kumpul bertiga seperti ini, aku jadi ingat masa-masa kita SMA” ucap donghae di sela-sela cerita.

“ benar oppa, terakhir kita kumpul bertiga itu saat perpisahan SMA angkatan kelasmu oppa, benarkan ??”

 

Donghae mengangguk, kemudian kembali menyantap makanannya. Tiba-tiba, Kyuhyun datang ke kantin dan memanggilku dengan teriakan keras.

 

“Im Yoona-ah…..” teriaknya keras dari jarak yang cukup jauh dan sukses membuatku kaget. Akupun menoleh,

“aishh mau apa dia kesini??” uccapku dalam hati

“yoong, apa kamu punya masalah lagi dengan Kyuhyun ?” tanya Sooyoung padaku. Tentunya tidak, dan aku pun menggelengkan kepalaku.

Kyuhyun menghampiri meja dimana tempat kami makan.

 

“ oh, Donghae hyung, kau juga disini” serunya saat baru menyadari Donghae oppa tengah makan bersamaku dan Sooyoung.

“ annyeong Kyu-ah” sapaku. Mendengar sapaanku, Kyuhyun mengalihkan pandangannya padaku dan melototkan matanya. Well, tentunya ada yang salah dengan ucapanku dan aku hampir melupakan hal itu.

“ em..maksudku Kyuhyun oppa” akupun membenarkan ucapanku sesuai dengan yang Kyuhyun kehendaki.

“jadi, apa yang membawamu kesini dan berteriak memanggil namaku sekeras itu di depan orang banyak, Oppa ?? lanjutku.

“ tidak ada hal yang penting, oppa hanya ingin menemuimu, Yoona-ah” jawabnya lembut dan berhasil membuatku sesak napas mendengar ucapannya.

“oppa ??  Im Yoona…Cho Kyuhyun..apa yang terjadi pada kalian ?? bukankah kalian musuh bebuyutan ?? tapi kenapa sekarang kalian begitu akrab ?? Sooyoung terperangah tak percaya dengan keakrabanku dengan Kyuhyun.

“ hey.. Miss Shikshin..” ucap Kyuhyun pada Sooyoung

“sekarang aku mengumumkan bahwa aku dan Yoona itu sudah resmi menjadi teman, dan mungkin sebentar lagi akan menjadi sepasang kekasih”

Sooyoung shock mendengar ucapan Kyuhyun, apalagi aku, tapi tidak dengan  Donghae oppa, dia masih tetap diam tak bergeming.

“ Yoongi-ah, apa benar yang dikatakan Kyuhyun ?? kau dan dia….. ya Tuhan… apa dunia sudah terbalik ??” Sooyoung masih terlihat kaget. Bagaimana tidak ?? temannya yang baru beberapa hari bertengkar hebat dengan musuhnya sekarang sudah sangat akrab dan bahkan sebentar lagi akan menjadi sepasang kekasih.

“ itu tidak benar Sooyoung, kau jangan percaya perkataanya..” ucapku menenangkan Sooyoung dan mengklarifikasi pernyataan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tertawa melihat ekspresi Sooyoung, kemudian melirik jam tangannya, lalu tiba-tiba menarik pergelangan tanganku.

“ yaa..Kyu-ah kita..”protesku tapi buru-buru ucapanku di potong Kyuhyun.

“panggil aku Oppa”

“ yah itulah maksudku,, tapi kita mau kemana ??”

“ kita ke toko buku, mau tidak ??

“ wah tentu aku mau Kyu-ah, ehmm  maksudku oppa, tapi tunggu biar aku panggil dulu Sooyoung, pasti dia mau ikut juga”

“tak usah, kita pergi saja berdua saja, kajja” Tanpa menunggu jawabanku,

 

 

Kyuhyun lalu menarik Yoona keluar dan ikut bersamanya ke toko buku. Kyuhyun kemudian menjalankan mobilnya, tetapi saat diperjalanan…

“ oppa, kau mau bawa aku kemana ?? ini bukan jalan ke toko buku kan ??” ucapku tiba-tiba saat menyadari jalan yang dituju Kyuhyun bukan lagi arah menuju toko buku.

“memang bukan, aku akan membawamu kesuatu tempat” jawab Kyuhyun dengan laganya yang sangat santai. Padahal, dihatinya sendiri dia sudah tidak mampu menahan getaran yang ada didadanya saat berada disamping Yoona. Hal itupula yang dirasakan Yoona.

 

“ tapi kita mau kemana oppa ??” tanyaku lagi

“ kamu tak perlu tahu itu Yoona-ah”

“ hya…kamu tidak punya maksud jahat padaku kan ??Jangan-jangan kau mau menculikku lalu………..” Curigaku lalu disilangkannya kedua tanganku menutupi tubuhku yang mungil dan mataku tertuju pada Kyuhyun dengan pikiran yang tidak-tidak.

“ niat jahat maksudmu ?? yaa… dasar otak yadong !! ”Kyuhyun menjitak kepalaku.

“auuw… sakitt oppa” aku hanya meringis kesakitan

“ siapa suruh kau berpikir yang aneh-aneh tentangku!! Aku bukan orang yang seperti itu Yoona-ah, aku sangat mengargai seorang wanita!! Dengar itu” ujar Kyuhyun. Yoona hanya mangut2 mendengar perkataan Kyuhyun. Kemudian, Kyuhyun melirikan matanya kearahku kemudian berkata “lagipula tidak ada yang bisa diandalkan dari dirimu itu. Selain tidak seksi, badanmu juga itu sangat kurus kayak papan triples tak berbentuk.”

Aku  tersenyum kecut mendengar ucapan Kyuhyun.

“berhentilah mengejekku oppa”

Kyuhyun tak mempedulikan omongan Yoona, dan tetap fokus menjalankan mobilnya.

“ kita sampai..ayo masuk”seru Kyuhyun. ]

Lalu mereka berdua masuk kesebuah ruangan luas dan gelap, dindingnya bertempelkan kaca. Di dalamnya terdapat beberapa alat musik. Kyuhyun lalu menyalakan lampu diruangan itu.

“iini tempat apa, oppa ?? tempat ini seperti…

“ basecamp,, ini basecamp musik milikku dan Donghae hyung”

“oh, kalian suka dengan musik ?? setauku Donghae oppa adalah seorang pecinta music dan kemampuan vokalnya pun cukup baik, bahkan dia pintar membuat lagu ”

“benar, kami biasa menghabiskan waktu disini, berlatih nyanyi atau bermain alat musik seharian”

“tempat ini bagus dan cukup luas, hanya sedikit kotor dan berantakan”

“maka dari itu aku mengajakmu kesini, bantu aku membersihkan tempat ini”

“ apa ???? “ pekikku

“ kau jauh-jauh membawaku ke sini hanya untuk membersihkan tempat ini ?!! shireo !!

“ kita bias membersihkannya berdua..” tawar Kyuhyun

“ tidak !

“ harus !”

“tidak mau !!

“ harus !!!”

“ tidak “

“ baiklah, aku akan meninggalkanmu disini sendiri, terkunci di dalam ruangan gelap ini sendiri” ancam Kyuhyun

“ ya… kenapa kau begitu pemaksa dan selalu mengancamku akan meninggalkanku sendiri ??!!” kesal Yoona. Tapi apapun itu, pada akhirnya mereka berdua pun membersihkan tempat itu hingga bersih.

Dari ujung ke ujung, sudut ke sudut, lantai ke lantai, dinding ke dinding sampai alat-alat yang mulai berdebu pun di bersihkan.

“ heuah…akhirnya selesai juga !!” sahut Yoona.

Setelah beristirahat beberapa menit, mereka berdua pun bersiap untuk pulang, tiba-tiba turun hujan salju.

“ saljunya semakin deras…” ucap Kyuhyun

“ oppa, ayo kita pulang sekarang… ayo oppa..” Yoona menarik tangan Kyuhyun. Tampak wajah khwatir menyelimutinya.

“kau kenapa ?? kita tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini..!!”

“ ayoo oppa,, ku mohon,, aku tidak suka kalau turun salju begini jika tidak berada di rumah..” mata Yoona mulai berkaca-kaca.

“ kau takut ??” Tanya Kyuhyun

Yoona mengangguk pelan, lalu kembali menarik tangan Kyuhyun untuk segera pulang.

“ aku tidak bisa..” ucap Kyuhyun pulang.

“ tapi kenapa ?? kau mau aku mati ketakutan disini sendiri ??”

Kyuhyun tak menjawab.

“ baiklah..aku akan pulang sekarang, sendiri !!” Yoona kemudian beranjak pergi. Tapi Kyuhyun menahan tangannya. Lalu memeluk Yoona dari belakang.

“ jangan pergi..”

“ oppa !! apa yang sedang kau lakukan ?? lepaskan !!” Yoona berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun, tapi Kyuhyun malah mengencangkan pelukannya.

“ temani aku disini..aku juga takut..jebal”

 

~~OoO~~

 

Bersama derasnya salju yang turun, Yoona dan Kyuhyun bersama berdua duduk bersampingan di dalam dinginnya salju di tengah ruangan yang baru saja mereka bersihkan. Kyuhyun masih tetap mengaitkan tangannya dengan erat di tangan Yoona, dan kepalanya di sandarkan ke pundak Yoona, seakan dirinya tak ingin jauh dari wanita yang telah mengisi hatinya itu.

“ oppa….” sahut Yoona pelan, memastikan namja di sampingnya itu masih terjaga atau tidak.

“mmmm” Kyuhyun berdehem, menanggapi sahutan Yoona.

“aku kira kau sudah tidur”

“ pundakmu terasa hangat, bolehkan aku terus seperti ini sampai aku tertidur ??

Yoona mengangguk, mengiyakan permintaan Kyuhyun.

“oppa, boleh aku bertanya sesuatu padamu ?? kenapa kau juga takut dengan hujan salju ?? bukankah salju itu indah, tapi kenapa kau tidak suka ??

“ bukan aku tidak menyukainya, hanya saja aku tidak pernah merasa nyaman jika harus melihat salju sendiri, menikmati salju sendiri, aku sangat tidak suka sendiri terlebih di musim salju, itulah sebabnya aku ingin kau tetap disini menemaniku..kalau kau sendiri ??”

“aku  ?? ini hanya trauma masa kecil,, aku di lahirkan saat musim salju, di tengah badai salju yang dingin, Appaku sempat koma karena kecelakaan lalu lintas saat badai salju, aku dan unnieku hamper berpisah saat musim salju, dan Eommaku meninggalkanku berdua dengan unnie dan Appa saat badai salju, itulah sebabnya saat turun salju aku ingin berada di rumah, bersama unnie dan Appaku, karena hanya saat bersama mereka aku mampu bertahan saat musim salju” papar Yoona

“ begitukah ?? sepertinya kau banyak mengalami hal yang sulit saat musim salju”

Yoona mengagguk.

“ tapi sekarang, ada aku juga yang akan melindungimu dari musim salju!”

“ maksud oppa ??”

“ mulai detik ini, biarkan aku yang menjagamu dari badai salju, mengerti ?? Saranghae Im Yoona !”

“ mwo ?? coba ulangi ?

Tapi Kyuhyun tak mengindahkannya, matanya sudah tertutup, tertidur dengan nyaman di pundak Yoona. Yoona hanya tersenyum mendengar ucapan Kyuhyuh yang semakin mengeratkan pegangan tangannya pada Yoona.

 

~~OoO~~

 

Yoona dan Kyuhyun datang bersama ke kampus, di sambut ratusan pasang mata mahasiswa di universitas itu yang melihat mereka. Dengan gayanya yang santai, Kyuhyun dengan erat menggandeng tangan Yoona di sepanjang perjalanan.

“ OMO ! OMO ! kalian benar telah menjadi sepasang kekasih ??” seru Sooyoung saat menghampiri Kyuhyun dan Yoona.

“hey Miss Shikshin, tahu aja kamu.. aku tak menyangka kabar ini berhembus sangat cepat, benarkan chagi ??” celoteh Kyuhyun.

Yoona hanya diam dengam pipi merah merona menahan rasa malu.

“ aigoo,, bagaimana ini bisa terjadi ??” Sooyoung geleng-geleng kepala

“ baiklah Miss Shikshin, kami pergi dulu, jangan ganggu kami dengan panggilan makanmu itu ya !! Bye..” ucap Kyuhyun lalu beralih bersama Yoona meninggalkan Sooyoung yang kesal karena terus di panggil Shikshin oleh Kyuhyun. Yoona pun menyempatkan melambai singkat pada Sooyoung.

Yoona dan Kyuhyun duduk di salah satu tempat duduk yang tersedia di taman itu. Tempat yang sejuk dan menyuguhkan pemandangan yang indah dan rindang di bawah pohon dipilih mereka untuk menghabiskan waktu siang bersama mereka. Untunglah salju saat itu tidak turun mengganggu kebersamaan mereka, hanya hawa dingin yang masih dapat di tahan.

“kau kedingingan ??” Tanya Kyuhyun ketika melihat Yoona yang tengah menggosokkan kedua telapak tangannya.

Yoona menggeleng pelan. “anniyeo oppa” elak Yoona.

Tapi Kyuhyun bias merasakannya, lalu di rengkuhnya kedua tangan Yoona dan menggosokkannya dengan kedua telapak tangannya, di tiup dan di genggamnya erat lalu di masukkannya tangan itu ke dalam saku hoodie miliknya.

“bagaimana ? sudah merasa lebih hangat ???”

“ ne, ini lebih baik, gomapta oppa !”

Kyuhyun tersenyum memandang Yoona kemudianmengelus lembut kepala Yoona. Yoona pun memberanikan diri untuk menyandarkan kepalanya di pundak Kyuhyun, untuk merasakan kehangatan punggung kekasihnya itu.

@@@@

Yoona P.O.V

 

“oppa, besok adalah hari natal, apa yang akan oppa lakukan besok ?” tanyaku saat kami sedang makan siang bersama.

“entahlah, sepertinya oppa sendiri di rumah,Donghae akan kembali ke Mokpo hari ini.”

“ kan masih ada aku oppa !! bagaimana besok kalau kita merayakan natal bersama ??

Kyuhyun oppa tersenyum mendengar ideku. “ baiklah, besok pagi oppa akan menjemputmu, kita pergi gereja bersama ya.”

Esoknya kami berdua pergi gereja bersama. Gereja yang biasa aku kunjungi dengan Sooyoung, tapi kali aku pergi bersama Kyuhyun.

Sejenak kami khusyuk memanjatkan doa, tak ketinggalan aku juga ingin berdoa pada Tuhan di hari yang penuh kebahagiaan.

“Tuhan, terimakasih atas kado natal terindah dan terhangat tahun ini. Engkau mengirimkanku sosok malaikat yang kini berwujud namja tampan yang berada di sampingku, sebagai kekasihku Kyuhyun oppa. Aku sangat menyayanginya Tuhan. Jangan pernah pisahkan aku dengannya, sampai hanya kematian yang memisahkan kita.biarkan aku melewati natal sepanjang hidupku hanya bersamanya.”

 

Selesai berdoa, kutengok Kyuhyun oppa yang berada di sampingku yang juga tengah berdoa. Aku memandangnya sambil tersenyum.

“apa doamu, oppa ?” tanyaku padanya sesaat setelah dia selesai berdoa

“ rahasia, dan kau sendiri ?? sepertinya kau berdoa cukup lama”

“ itu juga rahasia, hanya aku dan Tuhan yang tahu”

Kyuhyun mengelus-ngelus lembut kepalaku, “doaku hanya untukmu. Aku berdoa semoga bukan hanya natal ini aku bisa merayakannya bersamamu, tapi selamanya” ucapnya yang membuat hatiku semakin menyayanginya.

“sarangheyeo oppa”

“ nan neomu neomu saranghae Im Yoona” Kyuhyun lalu menggenggam erat tanganku.

 

@@@@

“huahh panasnya…” keluhku saat mencoba menghirup udara segar di bawah pohon yang cukup rindang di tempat itu. “kenapa musim panas jadi datang secepat ini ? Tak berapa lama, seseorang datang dan langsung menyentuh pundakku. Dan aku tahu siapa itu.

“ Nae sarang Kyuhyun oppa” seruku

“ huahh..yeojachingu oppa yang satu ini !! dari mana kau tahu itu oppa ?”

“ hanya menebak, dan ternyata benar. Mungkin kita benar-benar jodoh”

“ ne, tentu saja ! jodohku maunya aku dirimu”

Kyuhyun lalu memberikanku sekaleng soft drink yang di bawanya. “ini untukmu..”

“ gomawo oppa, kau memang tahu apa yang sedang ku inginkan. Rasanya hari ini panas sekali…” melihatku kepanasan, Kyuhyun lalu mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap keringatku yang berjatuhan. Aku tersenyum memandangnya. “oppa..kenapa kau begitu sempurna di mataku ? kau sangat baik dan perhatian. Ini sangat cukup untukku, biarkanlah kau hanya untukku oppa..untukku..”

 

Tiba-tiba aku merasa sesuatu jatuh mengenai tanganku saat masih berada di rangkulan Kyuhyun. Kulihat tetesan darah jatuh di tanganku. Kualihkan pandanganku pada Kyuhyun, di hidungnya darah mulai berjatuhan.

“oppa…hidungmu berdarah” ucapku tergugup melihat keadaan Kyuhyun.

Kyuhyun menyentuh hidungnya dan langsung mengangkat kepalanya keatas, agar darahnya segera berhenti mengalir.

“ oppa, ada apa denganmu ? kau sedang sakit ??” kataku seraya membersihkan darah dari hidung Kyuhyun menggunakan sapu tangan tadi.

“gwechana Yoona. Oppa hanya mimisan biasa, mungkin karena cuaca yang panas hari ini. Kau tak usah khawatir, chagiya” Kyuhyun berusaha menenangkanku yang sudah panic setengah mati melihatnya. Kemudian, di genggamnya kedua tanganku dengan erat.

To Be Continued