Tag

, , ,

Annyeong haseyeo..

Huahh..lama sekali rasanya tak berkunjung di blog kesayangan ini.. haha

Apa kalian merindukan postinganku ?? atau Fanfic buatanku ??

Jeongmal mianhe readers-deul, bulan lalu adalah bulan terpadatku,, jadwal praktek sangat padat, belum lagi di tambah buat laporannya yang minta ampun bejibun, belum ada waktu lowong, langsung di sibukan denga UAS yang juga menguras otak dan waktu..

Yahhh, aku rasa kalian dapat memakluminya..

Dan juga,, aku sangat minta maaf pada kalian-kalian yang sudah memberikan Komentar di blog ini tapi belum sempat aku balas, kalian sudah tahu alasannya kan ?? yahh, jadwal yang padat.

Jujur, aku sangat senang membaca komentar-komentar kalian apalagi tentang berita YoonHae, sepertinya kalian yang lebih up2date infonya dari pada aku… haha

Mungkin aku akan membahasnya di postingan lain, dan kali ini sebagai permintaan maafku, aku mau ngasih FF Kyuna,, yah maaf deh buat My Lovely Pyros belum sempat posting FF YoonHae, soalnya beberapa dari readers cukup banyak yang pengen FF Kyuna..

Okedehh.. let’s read this simple fanfic, biar pendek ga apa-apa yah.. hhehehe

Yoona dan Kyuhyun, murid SMA yang menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai. Walaupun hubungan mereka belum sepenuhnya mendapat restu dari orang tua Yoona, yang ingin anaknya menikah dengan seorang pria yang berasal dari keluarga ternama dan terpandang. Karen tekanan dari keluarga Yoona, pasangan ini jadi sering bertengkar.

“ oppa, Eomma dan Appa ku benar-benar menghukumku..kali ini aku tidak di biarkan keluar rumah setelah jam sekolah!!” rengek manja Yoona pada kekasihnya.

“ benarkah ?? kamu harus semangat Yoong !”

“ hanya semangat ?? tidak ada kah hal lain yang oppa bisa lakukan selain memberiku semangat ??

“ lalu apa yang harus ku lakukan ??

“ oppa !! kau tahu kan hubungan kita eomma tidak menyetujuinya, setidaknya oppa bisa berbicara pada eomma kalau oppa itu bisa menjagaku dan hukuman yang di berikan padaku di batalkan !”

“ oppa akan berusaha, Yoong !

Yoona mendengus kesal mendengar Kyuhyun.

“ oppa, apa kau benar-benar mencintaiku ?? seberapa dalam cintamu padaku oppa ??

Kyuhyun tak menjawab Yoona dan hanya tersenyum padanya. Memang itulah yang selalu di lakukannya, setiap Yoona menanyakan seberapa dalam cintanya pada Yoona, dia hanya tersenyum pada kekasihnya itu. Semua itu karena Kyuhyun sebenarnya tidak baik dalam berkata-kata, dia tidak mampu mengungkap sesuatu atau perasaannya lewat kata-kata yang baik. Dan hal ini sering membuat Yoona marah, tapi kemudian bisa luluh lagi karena Kyuhyun selalu bertahan dalam diamnya.

Walaupun sering terjadi percekcokan diantara mereka, Yoona dan Kyuhyun tetap mampu mempertahankan hubungan mereka sampai Kyuhyun lulus sekolah dan melanjutkan studinya di luar negeri.

Sebelum Kyuhyun berangkat ke luar negeri, Kyuhyun melamar Yoona lebih dulu.

“ aku tak baik dalam mengungkapkan perasaanku lewat kata-kata, tapi yang kamu harus tahu adalah aku sangat mencintaimu. Jika kau mengizinkan, aku ingin menjagamu sepanjang hidupku, tentang keluargamu aku akan berusaha sebaik mungkin untuk berbicara pada mereka. Will you marry me, Im Yoona ??” ucap Kyuhyun dengan penuh keromantisan untuk pertama kalinya.

Yoona terharu, dan menyetujui lamaran Kyuhyun padanya. “ ne oppa..” ucapnya.

Setelah berusaha keras, akhirnya kedua orang tua Yoona juga luluh dan mengizinkan hubungan keduanya. Walaupun belum sebagai status resmi, tapi Yoona dan Kyuhyun sudah mengikat hubungan mereka dengan sebuah pertunangan sebelum Kyuhyun pergi ke luar negeri.

Setelah kepergian Kyuuhyun, Yoona melanjutkan pendidikannya di sebuah Universitas di Korea. Walaupun terpisahkan jarak dan waktu, keduanya tak pernah kehilangan kontak dan selalu berkirim email. Mereka tak pernah menyerah dengan cinta mereka.

Saat Yoona akan berangkat kuliah, tiba-tiba Yoona terlibat dalam sebuah kecelakaan mobil yang hilang kendali. Saat sadar, dia sudah merada di tempat tidur rumah sakit. Yoona bisa melihat Eommanya yang menangis di sampingya.

“ eomma….” Panggil Yoona, tapi suara tak terdengar.

“ eomma….” Panggil Yoona lagi, tapi suaranya tak ada. Hanya desahan kecil dari nafasnya. Saat akan mencoba lagi, tiba-tiba seorang Dokter masuk ke ruangan Yoona dan memberitahukan keadaannya.

“karena kecelekaan yang di alami anak anda,,, salah satu saraf otaknya terganggu dan berdampak pada pita suara,, anak anda kehilangan suaranya..” jelas sang dokter pada Eomma Yoona.

Yoona P.O.V

Deg…

Kalimat yang baru ku dengar sukses membuat pertahananku runtuh. Aku…kehilangan suaraku..

Tak ada lagi yang bisa ku ucapkan..

Tak ada lagi yang bisa mendengar suaraku..

Seakan duniaku dulu yang indah berubah kelam..

Bahkan aku tak bisa berbicara lagi dengan Kyuhyun oppa..

Bagaimana jika Kyuhyun oppa nanti menghubungiku lewat telepon ?? bagaimana aku akan menjawab ??

Apa yang harus ku lakukan ?

“Yoona….” ucap eomma, mencoba menghiburku, tapi itu tak bisa mengusir kesedihanku. Air mataku selalu jatuh..

Suara ponselku berbunyi, dan aku tahu itu dari Kyuhyun.. aku tak bisa menjawabnya, tidak ada suara yang keluar. Aku takut mendengar suaranya yang begitu lembut dan merdu..aku hanya bisa menangis dalam diam..

Aku juga tak ingin Kyuhyun mengetahui keadaanku, dia pasti akan kecewa..aku pun memutuskan menulis sebuah surat yang akan ku kirimkan untuk Kyuhyun.

Dear Kyuhyun oppa..

Oppa..bagaimana kabarmu ??

Aku disini baik saja..maaf belakangan ini aku tak bisa menjawab telepon darimu atau membalas e-mailmu..aku sekarang sudah beekerja di salah satu perusahaan swasta, dan pekerjaanku sangat banyak..aku harap oppa bisa mengerti akan hal itu..

Dan juga, ini yang paling penting, mungkin  ini adalah e-mail terakhir yang akan kukirimkan untukmu oppa..

Mungkin ini waktu yang tepat untukku mengatakannya..

Aku sudah lelah oppa..aku tak sanggup lagi..

Menjalani hubungan jarak jauh ini..

Aku harap oppa bisa mengerti hal itu..

Dan juga, aku harap oppa bisa berhenti menghubungiku karena aku ingin segera bisa melupakan oppa dari kehidupanku..

Aku harap oppa bisa menemukan seorang wanita yang lebih tepat untukmu oppa..

Aku sungguh minta maaf oppa…

Ini yang terbaik untuk kita berdua..

 

Yoona..

End of Yoona P.O.V

Akhirnya, Yoona mengirim e-mail itu pada Kyuhyun, pernyataannya yang ingin berpisah dari Kyuhyun, walaupun itu tak sesuai dengan keinginan hatinya..semua itu dilakukannya karena tak ingin Kyuhyun kecewa melihat keadaannya saat ini.

“Yoona..” sahabat baik Yoona, Yuri datang melihat keadaan Yoona.

Yoona mencoba untuk tersenyum melihat sahabatnya datang mengunjunginya. Ingin disapanya Yuri, tapi lagi-lagi tak ada suara yang terdengar.

“bagaimana keadaanmu ??” Yuri mencoba membuat suasana menjadi lebih hangat.

Yoona hanya mengaggukkan kepala, sebagai pertanda dia merasa lebih baik.

“Yoong..masalah Kyuhyun oppa..apa dia tahu keadaanmu ??

Yoona menggeleng pelan, kemudian menuliskan sesuatu di secarik kertas untuk di berikannya pada Yuri.

“Jangan membahasnya lagi Yuri-ah..

Aku sudah memutuskan hubungan dengannya..

Sekarang,aku sedang mencoba melupakannya dari hidupku” tulis Yoona pada kertas itu.

“putus ?? kalian sudah bertunangan Yoona ! dan kalian juga saling mencintai bukan ?

“aku tahu itu. Aku bisa merasakan besarnya rasa cinta tulus dia padaku..

Karena itulah, aku tak ingin mengecewakannya..

Aku tak ingin membuatnya sedih karena harus mempunyai seorang calon istri yang bisu sepertiku”

kau salah Yoona. Ini malah akan membuat Kyuhyun  oppa semakin kecewa dan sedih”

“mungkin takdir berkata lain..pada akhirnya aku dan Kyuhyun oppa tak bisa bersama”

Air mata Yoona pun menetas pada kertas itu sebelum di berikannya pada Yuri. Yuri mencoba menenangkan sahabatnya yang sudah di anggap sebagai adiknya sendiri, kemudian memeluknya dan mengelus pelan pundak Yoona.

“kamu harus sabar Yoona, aku yakin pasti ada rencana lain Tuhan di balik semua ini..kamu harus percaya itu”

“gomawo Yuri-ah..” ucap Yoona dalam hati, berharap Yuri bisa mendengarnya.

Beberapa minggu kemudian, setelah Yoona mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit, dia dan keluarganya memutuskan untuk pindah, berharap Yoona bisa melupakan masa lalunya dan memulai kehidupan yang baru yang lebih bahagia.

“berhentilah menangis Yuri-ah…” tulis Yoona pada kertas yang saat ini menjadi bahan wajid yang selalu di bawanya. Di berikannnya kertas itu pada Yuri yang sedari tadi menangis mengantar kepindahan Yoona.

“bagaimana tidak sedih Yoona-ah ?? sebentar lagi kita akan berpisah dan kau tidak mau memberitahuku di mana tempat tinggalmu yang baru!” isak Yuri

“ mianhe Yuri-ah, aku sengaja melakukan ini karena aku benar-benar ingin melupakan semua yang berkaitan dengan masa laluku, agar aku bisa mudah memulai kehidupanku yang baru nantinya”

“ termasuk aku ??”

“tentu tidak ! nanti aku pasti akan menghubungimu dan memberitahumu tempatku yang baru di saat waktunya sudah tepat. Aku janji Yuri-ah !

Yuri mengangguk dan memeluk kembali tubuh mungil Yoona.

“ Yuri, bisakah kau membantuku ??” pinta Yoona yang masih di tulisnya pada secarik kertas.

Yuri menatap Yoona, lalu Yoona kemudian menuliskan lagi sebuah kalimat untuk Yuri sambil melepaskan cincin pertunangan yang masih berada di jari manisnya.

“ jika Kyuhyun oppa pulang nanti, tolong berikan cincin ini padanya..

Aku mohon, jangan pernah menceritakan tentang keadaanku pada Kyuhyun oppa”

Yuri mengangguk perlahan, menyanggupi permintaan sahabatnya itu.

2 tahun kemudian..

Yoona P.O.V

Dua tahun sudah aku hidup dengan lingkungan yang baru, hidup tanpa suara, dan hidup tanpa Kyuhyun oppa. Sejauh ini aku masih sanggup tidak melihat wajahnya, tidak mendengar suaranya, tidak berada di sampingnya. Tapi aku tidak tahu sampai kapan aku bertahan, tidak tahu mengapa belakangan ini aku semakin rindu pada sosoknya yang hangat, hatiku selalu berteriak memanggilnya.

Dan sahabat terbaikku yang pernah ada, Kwon Yuri..aku juga merindukannya. Semenjak dua tahun ini aku putus hubungan dengannya, walau aku tahu dia pasti mengerti alasanku.

Selama 2 tahun ini pula, dengan suasana yang baru, aku belajar bahasa isyarat dengan menggunakan tangan. Dan saat ini aku sudah sangat fasih menggunakan bahasa isyarat, dan berhasil menjadi seorang guru yang mengajarkan bahasa isyarat pada anak-anak yang terlahir tanpa suara semenjak dari kecil.

“Yoong….” Seseorang membuyarkan lamunanku. Suara seseorang yang memanggil namaku, suara yang ku kenal dan kurindukan.

Aku beralih pada sumber suara. Aku tersenyum melihatnya. “Yuri-ah..”ucapku dalam hati.

“jeongmal bogoshipo Yoona…bogoshipo..”Yuri langsung beranjak memelukku.

Lagi-lagi aku mengangguk, pertanda aku juga merindukannya.

“ada sesuatu yang harus ku berikan padamu” ucap Yuri lalu mengambil sesuatu dari tasnya. Sebuah kartu undangan yang lalu di berikannya padaku.

“ini undangan pernikahan Kyuhyun”

Dadaku berubah sesak mendengar ucapan yang baru saja di katakan Yuri. Kyuhyun akan menikah ?? dengan siapa ? secepat itukah dia melupakanku ?? ku akui aku memang membuatnya kecewa. Tapi satu hal yang baru aku sadari, sangat sulit melupakannya dan hatiku hancur harus mendengar ini semua, Kyuhyun harus bersanding dengan wanita lain.

Pertahananku hampir runtuh, tapi aku masih berusaha tegar. Aku mencoba mengambil undangan itu dari tangan Yuri. Tanganku bergetar.

Kaget dan syok saat aku pertama membuka lembar pertama undangan itu. Fotoku yang sudah lama bersama Kyuhyun terpajang di undangan itu, kemudian aku melihat nama mempelai wanita : Im Yoona, itu namaku.

Dadaku semakin sesak, tanganku bergetar makin kencang, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ku tatap Yuri baik-baik, meminta penjelasan darinya.

“kamulah Yoona yang akan menjadi mempelai wanitanya, kamu yang akan menikah dengan Kyuhyun oppa” ucap Yuri.

“tapi bagaimana bisa ??” pertanyaanku  belum sempat ku tanyakan pada Yuri.

Yuri kemudian menjauh perlahan, betapa kagetnya aku setelah melihat sosok laki-laki yang berada di belakang Yuri.

“Kyuhyun oppa…” ucapku yang tak terdengar. Air mataku seketika tumpah.

“ Dia kembali ke korea setahun yang lalu, dan dia terus memaksaku memberitahu tentang keadaanmu. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain member tahu keadaanmu yang sebenarnya” Yuri mencoba menjelaskan.

Langkah Kyuhyun oppa perlahan mendekatiku, “ aku sangat merindukanmu Yoong, neomu neomu bogoshipo…” ucapnya yang sukses kembali membuat air mataku kembali tumpah.

Kemudian, dia menggerakan jari-jari tangannya,sebuah bahasa isyarat yang di tujukannya padaku.

“ untukmu aku telah menghabiskan waktuku setahun untuk mempelajari bahasa isyarat. Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku tak pernah melupakan janjiku. Berikan aku kesempatan untuk menjadi pengganti suaramu. Aku mencintaimu Yoong, jeongmal saranghe”

Bahasa isyarat yang bisa aku mengerti, dengan air mata yang masih mengalir, ku jawab  itu juga dengan bahasa isyarat. “naddo saranghe oppa..”

“tak peduli yang terjadi padamu, aku tetap mencintaimu. Karena takdir yang menyatukan kita. Maukah kau kembali menjadi pendamping hidupku ??

Aku mengangguk dan tersenyum padanya. Kyuhyun membalas senyuman itu sambil menyelipkan cincin yang dulu di ku kembalikan untuknya di jari manisku.

“biarlah aku menjadi suara untukmu Yoong, karena aku mencintaimu…”bisiknya di telingaku.

The End