Tag

, , , , , , ,

heuuhhh…

setelah berbulan-bulan,, akhirnya ni fanfic ending juga !!!!

aku senang dengan koment-koment kaliaan,, bisa jadi motivasi untukku terus buat fanfic,, yahh ini adalah part terakhir dari FF pertama seriesku yang akhirnya terselesaikan juga,,,, huaahhh senangnya !!!

okee,, author minta maaf kalau selama ff ini banyak kesalahan, yah maklumi sajalah auhtor juga kan manusia.. ahaha

so, check this out Yoonaders ! semoga endingnya ga mengecewakan ^^

Kibum kini sudah berada tepat di depan pintu ruangan rawat Yoona. Perlahan-lahan,dia memasuki ruangan itu dan tampak Donghae sedang duduk di samping tempat tidur Yoona sambil menggenggam tangan Yoona.

“ aku tak tau ini salah atau tidak, aku hanya belum bisa melepasmu walau untuk sahabatku sendiri, Yoona..kumohon kembalilah padaku” batin Kibum.

Lalu disapanya Donghae yang belum menyadari kehadirannya.

“ Hyung..” panggil Kibum

“ oh,, bum-ah..” balas Donghae.

“ kau sudah menginap semalam disini hyung, kau pasti lelah..istirahatlah sebentar hyung,  biarkan aku mengganti menjaga Yoona disini,, “

“ tidak bum-ah, aku ingin menjaga Yoona sampai dia siuman”

“ kau tak usah khawatir hyung, aku pasti menjaga Yoona dengan baik. Hyung sebaiknya pulang mandi sebentar, setelah itu, kembalilah kesini”

“ baiklah.. tolong jaga dia Bum-ah, aku percaya padamu”

Donghae lalu menyempakan menyium kening indah Yoona lalu beranjak pergi dari tempat itu. Kibum pun menggantikan posisi Donghae menjaga Yoona.

Hampir satu jam Kibum hanya duduk memperhatikan Yoona, dia masih ragu untuk menyentuh tangan Yoona. Tiba-tiba, Yoona dengan perlahan-lahan mulai membuka matanya.

“ Yoongi-ah, kau sudah sadar ??” Tanya Kibum. Yoona belum bisa menjawab.

“ Donghae oppa….” Ucap Yoona saat setelah mampu membuka kedua matanya.

Kibum sedikit kecewa mendengar ucapan Yoona.

“ dia tidak disini, dia baru kusuruh pulang karena sudah semalaman menunggumu disini” jawab Kibum. Yoona tiba-tiba menatap Kibum, menatapnya lama kemudian matanya perlahan-lahan mulai berkaca-kaca.

“ Yoongi-ah, kau sudah mengingatku ??”

“ Yoong, kau sudah kembali mengingatku bukan ??” Lanjut Kibum lagi.

Sedetik kemudian, air mata Yoona jatuh menetes dipipinya.

“ Kibum oppa… benarkah itu dirimu ??” Tanya Yoona. matanya masih menatap Kibum.

Kibum lalu mengangguk pelan, kemudian memegang wajah Yoona dengan kedua tangannya seraya menghapus air matanya.

“ iya Yoong, ini aku.. oppa mu dulu,” Kibum lalu memeluk erat Yoona. Yoona pun membalas pelukan Kibum. Senang rasanya bisa bertemu orang yang sangat disayanginya itu.

“ gomapta Yoong, jeongmal gomapta kau masih mau mengingatku”. Kibum pun tak dapat menahan air matanya.

Yoona mengelus-elus pundak Kibum dengan lembut.

Seseorang dari luar pintu menatap dengan sedih Yoona dan Kibum yang berpelukan.

 

Tiffany P.O.V

“Ternyata benar…dia adalah teman kecil Yoona, mungkin juga orang yang dicintainya, sampai saat ini”

Aku tak kuasa menahan air mataku. Di satu sisi aku sangat senang mengetahui keadaan Yoona baik saja dan bisa kembali mengingat teman kecilnya tetapi disisi lain hatiku sangat sakit mengetahui teman kecil Yoona adalah seseorang yang telah mengisi hatiku.

Aku berusaha menutup mulutku dengan kedua tanganku agar suara tangisku tak terdengar oleh mereka. Tak tahu mengapa, kakiku enggan untuk beranjak dari tempat itu sampai seseorang datang memegang pundakku.

“ Tiffany…” ucapnya padaku.

Kudapati sosok Siwon sudah berada di sampingku. Tangannya masih ada di pundakku. Tanpa piker panjang langsung kupeluk Siwon dengan sekuat tenagaku. Melepaskan semua air mataku di pelukannya.

“ oppa..ottokhae ??” kataku yang masih terisak.

“ apa kau mencintainya ??

Pertanyaan Siwon belum mampu kujawab. Aku masih tenggelam dalam tangisku.

“ apa kau mencintainya Tiffany ??” Tanya Siwon lagi.

“ aku tidak tahu oppa, hanya saja hatiku sakit, sangat sakit melihatnya bersama orang lain, baru kali ini aku merasa benar-benar jatuh cinta dengan seseorang, cinta dengan perasaan yang tulus, cinta yang membuat hatiku selalu bahagia, tetapi cinta ini tiba-tiba berubah menjadi jarum yang sangat tajam yang menusuk hatiku oppa, rasanya sangat sakitt, dan aku…aku jatuh cinta padanya..” jawabku akhirnya.

Kudengar Siwon menghela napasnya. Tak kupedulikan itu, aku masih tetap menangis dan Siwon mulai mengelus pundakku. Lembut.

“gomapta” kulepaskan pelukan pada Siwon sesaat setelah merasa lebih baik.

“mau minum teh ??” ajak siwon

Aku menangguk dan perlahan melangkah menjauh dari tempat itu

@@@@@

Donghae P.O.V

“apa yang harus kulakukan saat ini ?? haruskah aku merelakannya demi sahabatku ?? tapi apa aku sanggup melepasnya sedangkan hatiku juga sangat perih menerima semua kenyataan ini ?? kenyataan bahwa kekasihku adalah cinta terpendam sahabat baikku ?? ku akui memang dia yang mengenalnya lebih dulu, mungkin dia yang juga lebih dulu jatuh cinta padanya, tapi salah juga aku juga ikut mencintainya di waktu yang berbeda ?? bukan di waktu dulu tapi di saat sekarang ini ?? tapi bagaimana jika dia juga sudah mengingat kembali teman kecilnya yg dulu sanga dia sayangi ?? kenapa semua ini begitu sulit ??” segala macam pertanyaan bertumpuk di benakku, memikirkan semua hal yang begitu mendadak terjadi.

Sesaat pandanganku beralih pada layar i-phone ku yang telah muncul sebuah pesan baru.

From : Kibum

“Hyung….. Yoona sudah siuman..dia mencarimu…cepatlah datang.. kami menunggumu..”

Aku tersenyum membaca pesan singkat itu. “aku kira saat kau sadar nanti kau sudah melupakanku, Yoong. Ternyata kau masih mencariku,, gomapta chagiya..”

Aku lalu bergegas menuju rumah sakit. Saat pertengahan jalan, kusempatkan membeli sebucket bunga dan beberapa buah segar untuk My Yoona. Tak lama kemudian, aku sudah sampai di rumah sakit, tepat di depan kamar rawat Yoona, sebelum masuk sempat ku dengar tawa canda dari dalam ruangan tsb. Aku menghilangkan segala pikiran burukku, dan tetap berpikir positif.

“ Yoonaaaa….” Seruku berjalan masuk ke dalam ruangan itu.

“ oppa…” balasnya

“ bagaimana kabarmu chagiya ???” tanyaku. Seakan melupakan semua fakta pahit yang baru kuketahui.

“ baik oppa, maaf juga karena kencam kita kemarin hancur karena…”

“sudahlah, jangan membahas itu lagi. Apa kau sudah makan ?? ini oppa bawakan buah mangga untukmu.”

Yoona hanya tersenyum dan menerima buah yang kuberikan untuknya.

“ Yoong, bukannya kau tidak suka buah mangga ??” sahut Kibum. Aku tidak ingin bertanya lebih lanjut pada Kibum kenapa dia mengetahui hal-hal yang tidak disukai Yoona sampai sedetail itu, aku hanya mencoba tersenyum.

“ kau tidak suka dengan mangga, chagi ??” tanyaku pada Yoona.

“ sebenarnya tidak oppa, tapi karena oppa sudah membawakan ini untukku, pasti akan ku makan.”

“ tak perlu memakannya kalau tidak suka”

“ hey oppa,apa kau marah ??” aku menunjukkan wajah cemberutku.

“ kau tahu oppa, kau terlihat sangat jelek bila wajahmu  seperti itu”

“ Yoong….” Rengekku yang tak tahan dikibuli kekasihku.

Kibum tersenyum melihat kami berdua, walau aku yakin dalam hatinya tak seperti itu. Kulirik dia perlahan melangkah menjauh dari tempat kami tapi tiba-tiba Yoona menahannya.

“ mau kemana oppa ??” tanyanya.

“ aku ingin keluar sebentar” jawab kibum

“ tetaplah disini,aku butuh oppa”

Tiba-tiba saja aku merasa sedikit cemburu dengan perkataan Yoona. “ya Yoong, jadi kau tak membutuhkan aku ??”

“ neoddo oppa”

Walaupun aku hanya sedikit tersenyum mendengarnya, tetap saja selalu ada sesuatu yang mengganjil di hatiku.

Beberapa hari kemudian..

Langkahku terhenti saat hendak masuk keruangan rawat Yoona. hatiku semakin perih ketika melihat Kibum sedang menatap Yoona, kemudian perlahan memeluknya, Yoona pun terlihat nyaman dengan Kibum, melihat ketulusan hati Kibum yang dengan setia menyuapi Yoona untuk makan, kemudian membuatnya tertawa. Sungguh tak pernah kulihat Yoona tertawa selepas itu. Akankah semua berakhir seperti ini ?? haruskah aku merelakan Yoona, orang yang sangat kucintai ?

Author P.O.V

Hampir seminggu sudah, Yoona di rawat di rumah sakit. Keadaannya semakin membaik. Hubungan Kibum dengan Yoona pun semakin dekat, tapi tidak dengan Donghae, hubungan mereka berubah menjadi renggang, tak seperti yang dulu lagi. Donghae sudah jarang mengunjungi Yoona, dan Yoona pun merasa sedih akan hal itu.

“Yoong, kau dari mana ??” Tanya Kyuhyun, yang sedang duduk seraya menonton TV ketika melihat adik kesayangannya itu baruu saja pulang ke rumah.

“ habis bermain dengan Kibum oppa” jawab Yoona.

“ Yoong…duduk sini…” panggil Kyuhyun. Dilambaikan tangannya, memberi syarat untuk Yoona agar duduk di sampingnya.

Dengan perlahan Yoona pun duduk di samping Kyuhyun. “ada apa oppa ??”

“kulihat kau semakin dekat dengan Kibum belakangan ini” Yoona mengangguk, mengiyakan pernyataan Kyuhyun

, apa kau sudah putus dengan Donghae ??”

Yoona menggeleng. Raut wajahnya tiba-tiba berubah. Matanya mulai berkaca-kaca.

“ oppa,, apa yang harus kulakukan ?? ini sangat menyulitkanku oppa” Yoona menjatuhkan air matanya. Dengan segera Kyuhyun memeluk adiknya itu untuk menangis di pelukannya.

“ kau harus memilih diantara mereka Yoong, pasti Donghae akan terus sedih jika kau terus bersama Kibum sedang kau menggantung hubunganmu dengannya”

“ aku tidak bisa memilih diantara keduanya, oppa. Mereka terlalu berharga untukku”

“ ini yang terbaik Yoong”

“Kibum oppa…….” Sahut Yoona yang masih dalam isakannya.

“ kau mencintainya ??”

Yoona kembali hanya diam dan mengeratkan pelukannya pada sang oppa.

Setelah bangun dari tidurnya, Yoona dikejutkan dengan sebuah paket kiriman yang sudah ada di meja kamarnya.

“ apa ini ??” perlahan Yoona membuka paket itu. Sebuah gaun cantik dan undangan ada di dalamnya.

“from Kibum”

“Yoong, kutunggu kau mala mini jam 7, di taman tempat kita sering bertemu, pakailah gaun yang kuberikan, aku sangat mengharapkan kedatanganmu, Yoong. Sesuatu yang penting harus kukatakan padamu”

Yoona menatap galau undangan dari Kibum yang di alamatkan untuknya.
belum selesai merapikan kembali paket itu, ponsel Yoona bordering. Pesan masuk muncul di layar I-Phone miliknya.

From : My Lovely Fishy

Ada yang ingin kukatakan padamu. Datanglah malam mini di Namsan Tower, aku menunggumu jam 7. Aku mengharapkanmu Yoong,”

Dengan lemas Yoona membaca pesan itu. Bagaimana keduanya bisa minta bertemu pada saat yang sama ?? apa yang harus kulakukan ??” batin Yoona.

Jam 7 kurang, saatnya Yoona harus menentukan diantara dua pilihan. Dia sudah bersiap, dipakainya gaun yang di berikan Kibum untuknya, “aku yakin inilah pilihan yang tepat untukku”, ucap Yoona dalam hati.

Aku berjalan menuju tempat tujuanku, menentukan pilihanku..

“ Yoona, kau datang….”

Aku mengangguk, melepaskan senyumanku untuk Kibum oppa, yang berada tepat di depanku yang tampak gagah dengan menggunakan setelah yang membuatnya semakin terlihat tampan.

“ kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu, Yoong..

“ gomapta oppa…”

“ terimakasih kau mau datang,, ada yang harus kukatakan padamu, ini tentang perasaanku padamu…”

Yoona tetap diam mendengar kelanjutan kalimat yang akan di ucapkan Kibum.

“ Yoong… bisakah kita memulai lagi dari awal ?? aku mencintaimu Yoong,, aku harap kau bisa menerimaku lagi..”

Yoona terlihat berpikir sejenak, dan kemudian tersenyum memandang kibum.

“ aku juga menyayangimu oppa..”

Donghae P.O.V

Di lain tempat, hampir 1 jam lebih aku sudah menunggu kedatangan Yoona, rasanya sudah cukup lelah aku menunggu di tambah lagi hembusan angin malam yang semakin membuatku tak kuat untuk menunggu lebih lama lagi. “ sudahlah, aku yakin Yoona tak akan datang, dan pada akhirnya,, Yoona bukanlah untukku, dia sudah memilih orang lain” gumamku, dengan perasaan di hatiku yang semakin membuat sesak.

“oppa…..” kudengar samar-samar seseorang memanggilku, seperti suara Yoona. tapi tak mungkin, dia masih bersama Kibum sekarang.

“ oppa….” Ku dengar lagi seseorang memanggilku, dan lagi-lagi suara Yoona yang terdengar sama-samar. Tapi lagi-lagi tak kuhiraukan, rasanya tak mungkin dia ada disini..

“ aisshh..aku mulai gilaa !! bahkan saat seperti ini suara Yoona masih saja terngiang di telingaku.” Gumamku sendiri.

“ Lee Donghae oppa !!” kali ini terdengar lebih jelas, dan baru aku yakin seperti benar-benar suara Yoona. segera ku menoleh ke belakang, asal suara itu terdengar. Aku tak percaya apa yang ku lihat, saat ini Yoona berada di depanku, dengan napas yang terengah-engah, seperti kelelahan mengejarku dan baru ku sadari itu.

“ oppa !! dari tadi aku berteriak memanggilmu dan kau tidak mendengarnya ??” seru Yoona yang masih ngos-ngosan dan mulai berjalan pelan ke arahku.

“ Yoong, kenapa kau ada disini ??” tanyaku, menatap Yoona.

“ bukankah oppa yang menyuruhku datang kesini ?? maaf telat oppa”

“ tapi bukankah kau….dan Kibum akan bertemu juga mala mini..juga aku kira kau telah memilih kibum” ucapku ragu-ragu

“ aku memilihmu oppa, maaf atas sikapku belakangan ini kurang memperhatikanmu lagi..”

 

Flashback..

““ terimakasih kau mau datang,, ada yang harus kukatakan padamu, ini tentang perasaanku padamu” ucap Kibum pada Yoona.

Yoona tetap diam mendengar kelanjutan kalimat yang akan di ucapkan Kibum.

“ Yoong… bisakah kita memulai lagi dari awal ?? aku mencintaimu Yoong, aku menyangimu,, aku harap kau bisa menerimaku lagi..”

Yoona terlihat berpikir sejenak, dan kemudian tersenyum memandang kibum.

“ aku juga menyayangimu oppa…..”

Aku menghela napas kemudian melanjutkan ucapanku.

“ aku sayang padamu, tapi baru aku sadari bahwa rasa itu hanya sebatas rasa sayang, seorang adik pada sosok kakak laki-laki, hanya itu dan tidak lebih. Dan saat kepergianmu dulu, aku benar-benar sedih, karena kehilangan sosok kakak lelaki yang aku sayangi, tapi perlahan-lahan semua itu sirna dengan kehadiran Kyuhyun oppa yang selalu menjagaku dan memperhatikanku selama ini sampai aku tumbuh dewasa, dan aku telah menemukan sosok kakak lelaki lagi. Dan saat inilah, aku jga menyadari sosok pria yang benar-benar aku cintai, yang aku duga akan hilang dengan kedatanganmu, tapi ternyata tidak, malah semakin aku menjauh dengannya semakin aku merindukannya.. belaian tangannya, suaranya, candaan khasnya padaku, dan aku temukan sosok itu pada Donghae oppa, orang yang aku cintai..”

“ tidak ada satu kesempatan saja untukku Yoong ??

“ maaf oppa, hal itu akan membuat hal ini semakin sulit dan kesakitan antara kita bertiga..”

“ baiklah.. jika ini memang yyang terbaik.. aku bangga padamu Yoong…adik kecilku yang dulu ternyata sekarang benar-benar tumbuh dewasa…”

Yoona tersenyum mendengar ucapan Kibum dan tak berapa lama kemudian pergi menemui Donghae..”

End of flashback

Yoona dan Donghae duduk berdua di salah satu tempat duduk di tempat itu. Tangan mereka berdua saling terikat satu sama lain. Yoona menyandarkan kepalanya pada Donghae.

“ oppa….  Aku tak pernah menyangka kalau aku juga akan mengalami masalah sulit seperti ini, harus menentukan diantara dua pilihan”

“ itulah kehidupan Yoong, hidup itu adalah sebuah pilihan..”

“ oppa benar..”

Donghae lalu membisikan suatu kata di telinga Yoona.

“ saranghae…” bisik Donghae.

“ ne ???? ulangi sekali lagi oppa!!” pinta Yoona

“ saranghae Yoona….”

“ na ddo oppa… saranghae…”

Kemudian di bawah malam yang indah.. kedua kembali terhanyut dalam suasana romantic malam itu..

 

The end..