Tag

, , ,

Only simple fanfic yang kubuat ditengah-tengah padatnya jadwal sekolah yang minta ampuunn… pengen bangett buat ini fanfic yang sesuai judulnya, “regret” yang benar-benar penyesalan dari hati yang paling dalam, tapi sepertinya author kurang bisa mendalami itu. Jadi, tolong saja dimaklumi jika banyak kekurangan di fanfic saya kali ini.

Okee,, let’s read Yoonaders ^^

Menyesal. Itulah perasaan yang belum pernah hilang dari hidup Kyuhyun. Bertahun-tahun menjalani kehidupan dengan perasaan menyesal yang tak kunjung bisa Ia lupakan. Penyesalan yang teramat dalam, mengenang sang kekasih tercintanya. Hanya beberapa kesempatan terakhir, keinginan terakhir sang kekasih yang tidak sempat ia penuhi. Pikirannya kembali berputar mengenang penyesalan itu.

Flashback

“ Yoong, kau mau kemana ?” Tanya Yuri, sahabat Yoona.

“ aku ingin menemui Kyuhyun oppa” jawab Yoona

“ tapi kan sebentar lagi masuk pelajaran Yoong”

“ izinkan saja aku sakit perut yah, tolong padamu Yul”

“ baiklah, hati-hati yah Yoong”

Yoona mengangguk dan kemudian berjalan keluar sekolah, lalu pergi ke tempat dimana sang kekasih berada, Cho Kyuhyun.

“ kyuhyun oppa…” panggil Yoona yang telah berada di depan pintu apartemen Kyuhyun. Tak sampai satu setengah menit, pintu apartemen terbuka dan muncul wajah sang kekasih yang terlihat baru bangun dari tidurnya.

“ mwo ?? kenapa kau disini Yoong ?? kau tidak sekolah ??” Tanya Kyuhyun dengan mata yang masih bengkak.

“ aniyeo oppa, sepertinya aku merindukan oppa, jadi kuputuskan menemui oppa disini”

“ ya..ya..ya.. mana boleh begitu, kau kan seharusnya sekolah,Yoong. Pulang sekolah kan kita masih bisa bertemu”

“ aku hanya ingin menghabiskan waktu lebih banyak denganmu oppa”

“ aigoo… baiklah baiklah… kita mau kemana sekarang ??”

“ ikut saja denganku..”

Yoona menarik tangan Kyuhyun untuk berjalan bersamanya. Mereka berdua berjalan menuju Namsan Tower, tempat dimana pertama kali Kyuhyun menyatakan cintanya pada Yoona. tempat yang menjadi saksi indahnya cinta mereka. Kyuhyun dan Yoona terlarut dalam indahnya kebersamaan mereka. Mencicipi jajanan khas korea, mengambil gambar bersama dan selalu berpegangan tangan menjadi hal rutin yang selalu dilakukan pasangan ini, yang telah menjalin hubungan selama setahun terakhir.

“ Yoong,, aku akan ikut audisi di SM Entertaiment, menurutmu bagaimana ??” celoteh kyuhyun di tengan-tengan kebersamaan mereka.

“ jinjja ?? oppa tidak bohong ?? huaaaa… neomu neomu hengbokhae..” jawab Yoona dengan penuh senyuman mendengar perkataan Kyuhyun. Senang rasanya ia melihat kekasihnya sebentar lagi akan meraih impiannya.

“gomapta Yoona, oppa jadi semangat mengikuti audisi itu”

“ ne” angguk Yoona, sesaat raut wajahnya langsung berubah. “ tapi oppa, jika oppa lulus audisi oppa waktu kita bersama tak sebanyak dulu lagi”

“ aigoo.. kenapa kau berpikir begitu ?? tak usah khawatir chagi, oppa tidak akan melupakanmu..”

“ janji ya oppa ??”

Kyuhyun menangguk dan mengaitkan jari kelingkingnya menyatu dengan jari Yoona, sebagai tanda janji mereka.

Esoknya..

“ Yoong, kau mau kemana lagi ??” Tanya Yuri lagi, melihat Yoona yang tengah membereskan bukunya dan dimasukannya ke dalam tas sekolahnya.

“ menemui Kyuhyun oppa”

“ lagi ?? apa harus bolos seperti ini Yoong ?? kan kemarin kau habis bertemu juga dengan Kyuhyun”

“ izinkan saja aku sakit yah, Yul” pinta Yoona kemudian melangkah keluar kelas, tapi Yuri menahannya.

“ kenapa seperti ini Yoong ?? tidak bisakah kau pergi menemuinya setelah pulang sekolah saja ?? kita juga harus sekolah”

“ Yul…” Yoona memegang tangan Yuri “aku hanya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Kyuhyun oppa”

“ terserah kau sajalah”

“ jangan khawatirkan aku Yuri, aku akan baik saja”

Yuri pun tak bisa berbuat apa lagi dan membiarkan Yoona pulang menemui kekasihnya. Sesampainya di tempat Kyuhyun, Yoona datang penuh senyuman melihat Kyuhyun yang sedang focus berlatih untuk menghadapi audisi yang tinggal menghitung hari.

“ kau tidak sekolah lagi ??” Kyuhyun menatap Yoona yang kini dihadapannya.

Yoona menggeleng. “aku ingin jalan denganmu oppa”

“ seharian kemarin kita baru saja jalan bersama Yoong,apa itu tidak cukup??”

Yoona menggeleng lagi sambil menggandeng manja tangan Kyuhyun. “oppa kan akan segera ikut audisi, dan setelah itu oppa menjalani trainee yang lama, kita akan jarang bertemu oppa”

“ aku sudah bilang jangan khawatirkan itu Yoong, lagi pula aku juga belum tentu lulus audisi nanti, aku harus serius berlatih untuk semua ini” Kyuhyun terlihat sedikit kesal dengan sikap manja Yoona yang tak biasa.

“ aku mohon oppa, untuk hari ini saja” rengek Yoona

“ tidak Yoona !”

“ oppa jeball…”

“…………”

“oppa…kyuhyun oppa..”

Bagaimana pun akhirnya, Kyuhyun pun luluh dengan sikap manja Yoona yang meminta padanya. “baiklah, kita kemana ??”

Yoona tersenyum menatap sang kekasih dan kembali merangkulnya.

Esoknya lagi..

Di hari minggu yang mendung, deruan petir dan guntur membangunkan Yoona dari tidurnya. Dihelanya napas sejenak sebelum melanjutkan aktivitasnya. “tak boleh melewatkan waktu sedikitpun untuk bersamanya” gumam Yoona.

Lalu setelah memilih baju yang tepat dikenakannya dan sedikit memolesi wajah cantiknya dengan bedak tipis Yoona berjalan keluar dari rumahnya. Walau hujan deras dan petir tak memutuskan langkah Yoona untuk segera bertemu dengan Kyuhyun. Tak berapa lama, Taxi yang membawanya dari rumah tiba juga di tempat Kyuhyun berada.

Dengan baju yang basah kuyup, Yoona masuk ke dalam ruangan Kyuhyun, dilihatnya dia yang sedang tampak serius berlatih.

“oppa…” panggil Yoona pelan. Sontak Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Yoona.

Yoona melambaikan tangannya kea rah Kyuhyun dengan maksud mengajaknya jalan. Kyuhyun kesal melihat tingkah aneh Yoona yang menjadi-jadi. Tak biasanya kekasihnya itu selalu mengajak jalan, apalagi sudah 2 hari berturut-turut mereka menghabiskan waktu bersama.

Dengan langkah sigap, Kyuhyun menarik kasar tangan Yoona yang basah karena hujan keluar dari ruangan itu.

“ ada apa denganmu Yoona ?? kenapa kau seperti ini ??” ucap Kyuhyun dengan nada yang cukup tinggi.

“ wae oppa, aku hanya ingin mengajakmu jalan, itu saja”

“ Yoong !!” teriak Kyuhyun lebih keras, “aku harus latihan dengan serius, bukannya jalan terus denganmu, aku juga butuh waktu Yoong !! audisi itu tinggal beberapa hari lagi”

Yoona menutup telinganya dengan kedua tangannya.

“ aku hanya ingin terus bersamamu oppa” ucapnya pelan.

“ aku tahu, Yoong !! tapi waktunya tidak banyak lagi, tidak akan lama lagi” teriak Kyuhyun lagi.

Yoona mengeramkan kedua tangannya. Air mata yang di tahannya seketika tumpah.

“ akulah oppa.. aku yang tidak punya banyak waktu lagi, akulah yang tidak akan lama lagi, salah jika aku meminta sedikit waktuku yang tersisa hanya untuk bersamamu, oppa ?” teriak Yoona juga.

“apa maksudmu Yoong ?? apa yang kau katakan ??

Yoona menggelengkan kepalanya.

“ jangan terlalu khawatir tentang audisi itu Yoong, belum tentu aku akan menjadi trainee di SM juga, aku masih punya banyak waktu untukmu Yoong, masih banyak waktu”

“ ini terlalu sulit oppa, sulit untuk di mengerti, tak ada waktu lagi”

Yoona kemudian lari meninggalkan Kyuhyun sendiri. Yoona berlari di tengah-tengah hujan yang amat deras.

3 days later…

Hari dimana menjadi hari yang paling bersejarah untuk Kyuhyun, audisi SM Ent. Duduk ia tenang di salah satu kursi peserta, mencoba menghafal lirik lagu yang akan di bawakannya pada saat audisi. Beberapa menit sebelum namanya di panggil, sebuah pesan muncul di layar telephone Kyuhyun.

“ pesan dari Yoona… tiga hari tak menghubungiku baru sekarang mengirim pesan..awas kau Yoong !” gumam Kyuhyun sambil tersenyum ketika melihar sender dari pesan tsb. Lalu di bacanya pesan itu.

“ oppa… fighting !! semoga audisimu berjalan lancar ! anggaplah masalah kemarin tak pernah ada, sekarang yang terpenting adalah audisimu, tak usah terlalu tegang oppa, oppa pasti lulus audisi ! ku yakin itu.”

Pesang singkat dari Yoona membuat Kyuhyun tersenyum lega. Belum sempat membalas pesan itu, nama Kyuhyun sudah lebih dulu di panggil juri.

Kemudian, setelah hampir 20 menit berada dalam ruangan audisi, keluarlah Kyuhyun dengan penuh senyuman. “pikiranmu benar Yoong, aku LULUS !” gumam Kyuhyun sembari mengangkat kedua tangannya.

Beberapa bulan kemudian, Kyuhyun sudah mulai mengikuti training dan pindah ke asrama SM, belum sempat sekalipun dia mempunyai waktu bertemu Yoona semenjak kelulusan audisi. Walau sedikit sedih, tapi rasa rindunya sedikit berkurang dengan surat-surat yang Yoona kirimkan untuknya tiap bulan.

Akhirnya, setelah 8 bulan masa trainee, Kyuhyun kembali di perbolehkan menggunakan telepon seluler dan segeranya di hubungi kekasih tercinta. Tapi setelah beberapa kali mencoba, Kyuhyun tetap tidak bisa menghubungi Yoona. lalu diputuskannya lah untuk menghubungi Yuri, sahabat Yoona.

“ yeoboseyeo, Yul-ah” sapa Kyuhyun dari telepon.

“ oh, Kyuhyun oppa…annyeong haseyeo..bagaimana kabarmu oppa ?? apa pelatihanmu berjalan baik baik saja ?? kenapa baru sekarang menghubungiku ?? ” balas Yuri juga dengan segerombol pertanyaan.

“ ne, Yul, nan gwenchana. Maaf baru menghubungimu, aku sangat sibuk dan kami masih di larang menggunakan ponsel selama training. Oh ya, aku tidak bisa menghubungi Yoona, apa kau tau dia kemana ?? aku ingin sekali mendengar suaranya dan mengajaknya jalan-jalan berdua”

“ eh……….” Suara Yuri tiba-tiba berhenti.

“ yul….”

“……………………………….” Yuri belum menjawab. Terdengar dia mengambil napas yang dalam dengan berat, dengan sedikit terisak.

“ Yul, ada apa dengan Yoona ?? apa dia baik-baik saja ?? jangan buatku khawatir !” desak Kyuhyun

“ oppa….Yoona…”

“ waeyeo ?? cepat jawab aku Yul”

“ Yoona tak ada oppa, Yoona sudah pergi”

“ mwo ?? pergi kemana maksudmu Yul ??”

Terdengar suara Yuri semakin terisak. “ percuma saja oppa mengajaknya jalan, Yoona tak punya waktu lagi. Yoona sudah tak ada. Yoona di surga…oppa, Yoon a telah meninggal” ucap Yuri akhirnya.

“ heh.. candaanmu sudah kelewatan Yul”

“ aku tak bercanda oppa, aku serius ! ini kenyataan oppa !” beberapa saat, hening diantara mereka.

“ kapan ? kapan itu terjadi, Yul ?” suara Kyuhyun terdengar hambar, suaranya bergetar.

“ dihari saat oppa lulus audisi”

Kyuhyun semakin tak percaya. Pada hari itu dia masih bisa menerima pesan singkat dari Yoona yang menyemangatinya.

“ bagaimana mungkin Yul, dia masih mengirimkan pesan untukku saat itu dan selama ini….tiap bulan dia mengirimkanku surat, Yul, dan itu jelas-jelas tulisan tangannya.”

“mungkin Yoona tahu bahwa waktunya tak lama lagi, dan surat-surat itu sudah lama ditulisnya sebelum meninggal, dia menitipkannya padaku untuk di berikannya padamu setiap bulan”

“…………………………………….” Tak ada jawaban dari Kyuhyun. Samar-samar Yuri mendengar suara Kyuhyun yang berubah menjadi isakan tangis.

“ oppa uljima….”

“ ini salahku Yul, aku tak bisa membuat Yoona bahagia disaat-saat terakhirnya. Yoona selalu minta padaku untuk jalan bersamanya, tapi aku menolak. Dia hanya bilang aku pasti lulus dan tak punya banyak waktu lagi untuknya, jadi dia minta ingin terus bersamaku. Tapi apa yang telah kulakukan…….bahkan pesan terakhirnya pun tidak kubalas. Pertemuan terakhir adalah sebuah pertengkaran. Aku….aku sangat menyesal Yul, sangat menyesal..” suara tangisan Kyuhyun hampir tak terdengar. Bisa dirasakan Kyuhyun menangis dengan tersedak-sedak.

And of flashback.

Kyuhyun telah berada di tengah-tengah sebuah panggung besar dan megah. Di tangannya ia memegang sebuah penghargaan sebagai Penyanyi terbaik dan mendapat Daesang award, peringkat tertinggi sebagai seorang penyanyi. Kyuhyun benar-benar berada di puncak karirnnya.

Kini Kyuhyun tengah terduduk manis di sebuah batu nisan yang bertuliskan Im Yoona, sang kekasih yang dicintainya.

“ini untukmu Yoong, penghargaan ini untukmu. Walau kutahu, penghargaan ini tak mampu menandingi rasa penyesalanku yang sangat besar terhadapmu, tak bisa bersamamu di saat-saat terkhirmu, mianhe Yoong..Jeongmaleo saranghaeyeo..”

Sedikit demi sedikit tetes air mata jatuh di pipi Kyuhyun. Lalu di letaknnya sebuah karangan bunga untuk Yoona, diatas pembaringan terakhirnya.

The end.