Annyeong..annyeong..^^

Yoon kembalii lagii dengan lanjutan FF yang kemarenn,, hehe..^^

lanjutannnya lansung aku post supaya kalian para reader tidak kebosanan menunggu.., dan juga karena besok-besok Yoon akan disibukan lagi dgn kegiatan belajar menjelang UAN 25 april nanti.. *doakan mudah2an lulus*

okehh,, untuk lanjutan ff inii konfliknya masih seperti dulu dan belum mencapai klimaks,, mungkin ada beberapa penambahan cast lagii, tapi itu tergantung kalian reader, jd q harap bagi yang udah baca ff ini bisa ninggalin jejak / comment kalian yang mungkin bisa berpengaruh bagaimana endingnya ff ini,, okelahh spertinya terlalu banyak curcolnya,, hehehe ^^

selamat membaca ^^

Sepulangnya dari kampus, Krystal menemui kakaknya di rumah. Krystal menceritakan semua pengalamannya saat pertama masuk kampus termasuk pertemuannya dengan Minho.

“jadi, kamu sudah berterima kasih padanya ??” Tanya yuri pada adikknya yang tak berhenti cerita

“ untungnya sudah, tapi onnie sepertinya ada yang aneh saat aku bertemu dengannya”

“ aneh ??”

“ ne onnie, jantungku berdegup kencang saat berada di sampingnnya, itu aneh kan onnie??.. Yuri seketika tertawa mendengar jawaban polos Krystal. Krystal hanya kebingungan melihat kakaknya yang tidak bisa berhenti tertawa.

“ hahaha… saeng,, itu tandanya kamu menyukainya !!” jelas Yuri

“ mwo ?? masa baru pertama kali bertemu aku sudah menyukainya,, itu tidak mungkin onnie !!”

“ itu bisa saja saeng.. lihat saja nanti..”

Yuri kembali tertawa melihat kepolosan adiknya itu. Krystal sendiri masih bingung dengan perasaannya. Secepat itukan dia menyukai seseorang ??

Hari demi hari, Krystal semakin mengakrabkan diri dengan minho. Maklumlah, minho adalah orang yang pertama dia kenal di kampus, Minho pun tidak merasa terganggu dengan kedekatannya dengan krystal, toh di hatinya tetap hanya ada Yuri, noona yang sangat di cintainya itu, dan Yuri pun menaruh kepercayaan besar pada Minho dan minho tidak ingin menyia-nyiakan hal itu. Suatu hari yang cerah saat di kampus, minho berjalan berbarengan dengan Krystal menuju perpustakaan. Walaupun perasaan dag..dig..dug..di hati Krystal, dia merusaha tetap tenang dan tersenyum.

“ hmm.. minho sunbae kenapa kamu.. …” minho tiba-tiba memotong perkataan Yuri. “ panggil aku minho saja,, sunbae terlalu formal untukku” sela minho.

“hmm ne arasso..” Krystal mengangguk. “ apa yang tadi kamu mau katakan ??” Tanya minho

“ oh itu,, sebenarnya aku ingin Tanya kenapa oppa……” perkataan  Krystal kembali terpotong saat suara ponsel minho berdering. Krystal menatap minho yang seketika tersenyum dengan wajah yang berseri-seri saat menjawab telepon seseorang dari i-phone nya.

“ ne.. yeboseyeo noona… ne.. aku di kampus…………..” minho keasyikan menelepon sampai melupakan krystal yang berada di sampingnya. Minho berjalan lebih dulu sambil menerima telepon dari Noona-nya itu. Krystal hanya tersenyum kecut melihat kebahagian minho saat menerima telepon itu. Ada rasa yang membuatnya sakit melihat minho seperti itu. Tapi sesuatu masih mengganjal di pikirannya, “Noona ?? apa minho mempunyai seorang kakak perempuan ?? sepertinya tidak !! lalu siapa orang itu, yang di panggilnya noona dengan sangat mesra ?? apa mungkin noona itu ????” krystal membuang jauh prasangkanya. Yang ia harapkan adalah semoga seseorang yang menelepon minho bukanlah seseorang yang sangat berharga baginya.

Dengan wajah yang penuh raut kesedihan, Krystal datang menghampiri kakaknya di tempat kakaknya bekerja.

“ onnie……” ucap manja krystal pada kakaknya, yuri.

“ omo.. ada apa dengan wajahmu itu saeng ?? sepertinya kamu sangat sedih ??

“ onnie.. dia.. dia sudah punya kekasih….” Ucap krystal lirih

“ dia ?? maksudmu orang yang kamu suka itu ??

“ ne onnie…” mata krystal mulai berkaca-kaca

“ dari mana kamu tahu saeng ??

“ tadi onnie, dia menerima telepon dari seseorang dan dia terlihat sangat senang menerima telepon itu, tapi anehnya telepon itu dari seorang noona,, setauku dia tidak punya noona, mungkin saja noona itu adalah pacarnya onnie…” yuri memikirkan kata-kata krystal, terbesit dipikirannya bahwa dia sendiri mempunya seorang pacar yang lebih muda  darinya, walapun itu bukan lagi menjadi permalasahan untuk keduanya karena keduanya sudah saling menyayangi dan tidak memandang status umur.

“ umm.. boleh onnie tahu sapa nama orang itu ??

“ yeah..namaya minho, choi min ho !! jawab krystal tegas. Yuri diam. Cat kanvas yang di pegannya sedari tadi hampir saja jatuh. Tangannya bergetar.

“ onnie.. gwenchana ? onnie kenapa ?? apa onnie mengenalnya ?? yuri tak menjawab satupun pertanyaan krystal. Yuri hanya diam. Perlahan kemudian, yuri membuka suaranya.

“ apa kamu sangat menyukainya saeng ??

“ yeah….sepertinya itu benar. Bahkan, mungkin bukan rasa suka lagi, tapi cinta. Aku mungkin mencintainya onnie, hatiku sangat sakit saat melihat minho tadi.

“ yuri-sii bisa kamu membantuku sebentar ??” ucap tiffany, rekan kerja yuri yang tiba-tiba datang meminta pertolongan Yuri.

“ ahh ne,, fany-sii” yuri mengangguk

“ saeng,, kamu bisa melanjutkan ceritamu di rumah,, onnie harus kerja dulu sekarang” ucap yuri pelan.

“ ah ne onnie, sampai ketemu di rumah, annyeong ^^” salam krystal dengan wajah lugunya.

Sedangkan yuri masih belum memprcayai apa yang dikatakan adiknya barusan. Haruskah dia berbagi kasih orang yang dicintainya dengan adiknya sendiri ?? di satu sisi, dia begitu menyayangi minho dan tentu tidak rela kehilangan namjanya itu, tapi disisi lain dia juga tak ingin mengecewakan adikya yang begitu menyukai minho. Lagi, rasa dilemma menyelimuti relung hati yuri. Apa yang harus dilakukannya sekarang ?? otokhae ?? tapi, apa benar choi min ho miliknya adalah choi minho yang di sukai adiknya,, bukankah begitu banyak nama choi minho di sekolah itu?

Yuri bingung. Di tangannya, masih digenggamnya ponselnya bersiap menghubungi minho. Tapi apa yang harus kukatakan ??” ucap yuri dalam hati.

Tuuuttt…tutthh..

“ ne yeobeseyeo chagiya ??” suara manis minho menggetarkan Yuri

“ ahh ne,, minho-aa..” balas yuri

“ noona wae ?? ada apa ??

“ ne ini,, hmm itu,, akuu hanya..??” ucap yuri terputus-putus

“ ada apa noona,, yaaa,, apa noona merindukanku ?? noona bru sja td meneleponku..!!” minho mulai menggombal lagii

“yaaa,, kamu mulai lagii minho-aa !!”

“ hahahahah” suara tawa minho membuat yuri tersenyum. “ apa ada yang noona ingin katakan ??”

“ ne,, minho-aa, apa kamu sudah mengenal soo jung ? apa kamu sudah bertemu dengannya ??” yuri perlahan-lahan mengarah ke inti pembicaraan.

“ soo jung ?? maksud noona soo Jung Soo Jung adik tirimu noona ??

“ hmm” yuri mengiyakan

“ belum, aku belum pernah mengenalnya, bahkan melihatnya pun belum!!” jawab tegas minho

“ mwoo ??” yuri kaget. Tapii bukankah krystal/soo jung sendiri yang mengatakan kalau dia ketemu minho, bahkan menyukainya ?? lalu minho siapa yang dia maksud ? mungkinkah Lee min ho artis korea yang terkenal itu ?? ahh andwee !! jelas-jelas krystal menyebutkan marganya Choi, bukaan Lee !! tapii??” berbagai macam pertanyaan di pikiran yuri.

“ noona .. noona.. apa kamu mendengarku ?? noona ??” suara minho dari telepon terlihat khawatir

“ ne, minho,, mian,, oh ya,ada ada siswi baru di kampusmu ??

“ hmm,, ahh ada onnie,, namanya Krystal Jung”

“ mwo ?? k..krystal ? yuri terbata-bata. Ternyata benar. Orang yang diduganya ternyata benar. Apa yang harus kulakukan ?? apa aku harus beritahu Krystal kalau noona yang minho maksud itu adalah dirinya  sendiri ? atau tetap membiarkan krystal tetap larut dalam perasaannya yang begitu menyukai minho, kekasihnya saat ini ??

To be continued..

If you leave a comment, it’s make this fanfic more better. So I hope you can leave you comment.. ^^

author : Yooniquelf