Yoona Yesung Just For You

“yesungie oppa,, hentikan !! “ ucap yoona yang kaget melihat tingkah yesung yang sedang menghamburkan seluruh benda didekatnya. “ hentikan oppa”

“ untuk apa kau datang ke sini yoona-ah ?? untuk menghinaku bukan ??” kata yesung dengan tindakan yang semakin menjadi-jadi.

“ ani oppa.. aku .. aku hanya…”

“ sudahlah jangan campuri urusanku lagi”

“ tapi oppa.. aku hanya tidak ingin melihat oppa seperti ini… keadaan oppa seperti ini membuatku semakin menderita oppa.. kumohon hentikan” yoona tidak dapat menahan lagi air matanya. Yoona lalu mengahampiri yesung dan memelukknya, menenangkan yesung yang masih terlihat frustasi.

“aku sungguh tidak bisa terima semua ini yoona,, aku tidak bisa menghadapi kenyataan harus hidup selamanya hanya duduk di kursi roda yang jelek ini, apalagi kedua orang tuaku yang mungkin sebentar lagi akan bercerai dan meninggalkanku, rasanya sungguh berat yoona-ah” yoona semakin mempererat pelukannya pada yesung yang menangis. Tidak tega rasanya yoona melihat sahabatnya sekaligus orang yang sangat di cintainya itu menangis histeris seperti ini.

“ apa kamu melupakanku oppa??.. aku akan selalu disampingmu oppa.. tidak pernah terbesit dipikiranku akan meninggalkan oppa apalagi dengan keadaan seperti ini. Dan percayalah oppa pasti akan sembuh dan tidak akan duduk di kursi roda ini lagi, kamu harus yakin itu oppa !!!”

“ tapi yoona-ah..”

“ sudahlah oppa… jangan dipikirkan lagi..”

“ gomawo yoona-ah, aku tidak akan pernah melupakanmu” yesung kembali tersenyum ketika yoona mulai menghapus air matanya yang ada dipipinya. “ ok oppa,, sekarang waktunya oppa makan siang, aku akan masakan makanan kesukaan oppa !!” ucap yoona bersemangat.

“ arasso..”

Yoona mulai bereksperiman di dapur rumah yesung dan mulai memasak. 15 kemudian.. makanan buatan yoona pun sudah siap untuk disantap. Yesung mulai mencicipi masakan yoona.

“ bagaimana rasanya oppa ??”

“ hmmm… jeongmal massita (sangat enak )” ucap yesung sambil memberikan 2 jempol untuk yoona

“ benarkah ?? senangnya…. Kamu harus habiskan makanannya oppa”. Yesung hanya mengangguk sambil terus memasukan makanan ke dalam mulutnya.

Setelah selesai makan, yoona mengajak yesung jalan-jalan disekitar halaman rumah yesung yang memang sangat besar. Dengan sabar, yoona mendorong kursi roda yesung, mengambil minum ataupun kebutuhan yesung lainnya. Memang hal ini sudah menjadi kegiatan rutin Yoona yang setiap hari berkunjung ke rumah Yesung untuk menemaninya. Yoona tidak pernah lelah membantu ataupun menemani Yesung , bagi Yesung adalah orang yang sangat berharga untuknya dan sangat sedih ketika mendengar Yesung kecelakaan sampai harus melihat kelumpuhan di kaki Yesung.

“ Yoona, apa kamu tidak lelah setiap hari mengurusku seperti ini ?? Tanya yesung

“ aniyo oppa… kenapa oppa bertanya seperti itu ??

“ tidak… hanya aku bingung melihatmu. Setiap hari selalu membantuku, selalu denganlu, bahkan sepertinya aku tidak pernah melihatmu kini dekat dengan laki-laki, apa kamu tidak mau menikah nantinya ??

“pastii, suatu hari pasti aku akan menikah oppa, tapi tidak sekarang. Saat ini, aku hanya ingin membantu dan menemani oppa. Kalau perlu, aku akan menikah dengan oppa nantinya.

“ mwo ?? kau bilang apa ??

“ ha.. oo.. aa… itu.. aiisshh.. sudah lupakan saja”

Yesung hanya tersenyum melihat tingkah polos yoona yang terlihat malu.” Aku juga ingin menikah denganmu yoona” kata yesung dalam hati. Tidak terasa, sudah larut Yoona masih berada di rumah Yesung, dan kini saatnya Yoona harus pulang. Yoona lalu menyelimuti tubuh yesung dengan selimut.” Bibi…jaga yesung baik-baik ya” ucap yoona pada seorang pembantu yesung. “Ne.. agassii” jawab pembantu itu. Yoona tersenyum dan berlalu pergi.

Esok paginya Yesung terbangun karena mendengar suara teriakan yang tidak jauh dari kamarnya.

“ seharusnya kamu itu lebih memperhatikan Yesung daripada mengurus wanita-wanita selingkuhanmu yang sangat banyak di luaar sana !!

“ heiii.. jaga bicaramu…!! Seharusnya kamu yang lebih memperhatikan Yesung bukan hanya pekerjaanmu terus menerus.

“ apa ?? pekerjaan ?? itu semua ku lakuakan demi Yesung. Kalau aku tidak bekerja, dia mau hidup dengan apa… apalagi dengan keadaannya yang lumpuh seperti itu..pokoknya aku minta cerai sekarang juga

“ jangan……………

Yesung tiba-tiba datang ke tempat orang tuanya yang masih sibuk bertengkar itu. Yaa,, orang tua Yesung lah yang dari tadi meributkan masalah dan tidak mau kalah akan ego masing-masing. Yesung datang dan menatap kedua orang tuanya itu dengan tatapan tajam dan mulai marah.

“ kenapa kalian selalu bertengkar ????????? apa kalian pikir dengan bertengkar hanya dapat meyelesaikan masalah kalian ?? kalian itu hanya memikirkan ego masing-masing. Tapi, apa kalian pernah pikirkan aku?? Setiap hari aku harus mendengar pertengkaran kalian, setiap hari harus menghadapi kenyataan dengan kelumpuhan ini ?? apa kalian pikir betapa sedihnya  tiap hari harus merepotkan orang dan terus menerus bergantung pada seseorang ?? apa kalian pikir aku senang dengan hal ini ??? jawabb !!!! apa kalian pernah memikirkan itu semua ?? Yesung tidak dapat lagi menahan amarahnya yang meledak-ledak dan air matanya yang sudah berhamburan membasahi pipinya.

Kedua orang tua yesung diam. Tidak pernah ada dipikiran mereka Yesung mengalami stress dan kesedihan yang sangat membuat yesung begitu terpukul.

“ heuh… benarkan..?? sudah kuduga.. kalian tidak pernah memikirkan itu semua, kalian memang jahat !!!” kata yesung lagi sambil berlalu pergi dengan kursi rodanya. Ibu yesung berusaha mengejar yesung tapi yesung tetap tidak memperdulikannya.“ yesungi-aa…tunggu”

Yesung terus keluar rumah sambil mendorong sendiri kursi rodanya. Yoona melihat yesung lalu menghampiri Yesung.

“ oppa… kenapa oppa seperti ini lagi “ kata yoona yang masih berjalan ke arah yesung

“ hentikan langkahmu !! jangan dekati aku !!” yoona tidak pedulikan ucapan yesung dan tetap melanjutkan langkahnya.

“ kubilang hentikan !!” ucap yesung kali ini lebih keras. Yoona menghentikan langkahnya.

“ aku sedang ingin sendiri. Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum aku benar-benar marah.

“ tapi oppa, aku hanya ingin memberimu ini” dengan memberanikan diri,Yoona mendekati Yesung dan memberikannya sebuah kalung yang bertuliskan “YeNa” pada Yesung.

“ hah ?? apa yg kamu berikan ini ??kamu coba merayuku dengan kalung murahan seperti ini ?? jangan pernah berharap yoona-ah.” Kata yesung dengan tatapan sinis ke arah Yoona. Yesung lalu melempar kalung pemberian Yoona itu. Yoona terkejut dengan perkataan Yesung, apalagi melihatnya membuang kalung darinya.

“ oppa…aku tidak pernah menyangka oppa mengatakan hal seperti itu, kamu sangat jahat oppa.” Yoona tidak bisa menahan air matanya yang terus mengalir.

yoona tears

“ sudahlah, sudah kubilang pergi dari sini.. aku benar-benar sudah muak melihatmu. Sebaiknya cepat pergi dari sini !!” bentak yesung

“ kau tega oppa !!! kamu bukan Yesung oppa yang ku kenal dulu… oppa… kamu benar benar jahat oppa !!” yoona menangis dan pergi meninggalkan Yesung. Yoona berusaha mencari kalung yang dibuang Yesung itu, dan berhasil menemukannya di tengah jalan. Tepat saat Yoona akan mengambil kalung itu, ada sebuah truk yang berada tepat di hadapan Yoona dan…. Brukkkkkkkkkkkkkkkkkk…………

Yesung mendengar suara benturaan keras. “Yoona-ah” spontan nama Yoona yang langsung di ingat Yesung. Semua orang yang berada di dekat situ datang menolong Yoona. Yesung berusaha melihat keadaan Yoona, tapi sia-sia karena tenaganya hilang, yesung tak mampu lagi mendorong kursi rodanya, tubuhnya melemah. “Yoona… jeongmal mianhe” yesung hanya bisa duduk di kursi rodanya sambil meneteskan air mata.

To be Continue..