Aku hanya tersenyum malu-malu pada mereka. Aku berpikir sejenak “apakah aku pacaran ini sah atau karena peristiwa itu malam ? mungkin kah dia menganggapku sebagai pacar yang dia sayangi seperti yang kurasakan seperti sekarang ini yang mulai menyukai  dan menyayanginya ???”….

part 2

Hari-haripun berlalu hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Aku mulai memutuskan komunikasi dengan siwon. Aku takut karena dia hanya mengangapku sebagai pacar yang di saat dia butuh dia datang. Siwon selalu menelponku tapi aku selalu merejectnya. Inilah yang harus aku lakukan yang terbaik untuk melupakannya. Aku terus berpikiran begitu terhadapnya.

Seusai makan malam, aku duduk diatas atap rumah sambil memandang kelap kelip bintang, aku sedih melihat mengingat hal itu lagi. Tiba-tiba handphoneku berbunyi ternyata yang menelpon adalah siwon. Aku tidak berani untuk mengangkatnya. Aku langsung merejectnya kemudian aku menangis. Dia mencoba menelpon lagi tapi aku hanya membiarkannya, aku tak sanggup mendengar suaranya yang begitu hangat bagiku, tiba-tiba dia SMS

“ yoong, kenapa teleponku tidak diangkat ??

“ ada apa denganmu yoong ??

“ apa kamu sakit ??  aku merindukanmu yoon-ah…

aku hanya membiarkan sms itu tanpa membalasnya.

Setelah membaca sms itu aku langsung menangis. Tiba” leeteuk oppa datang menghampiriku.

“ waeyeo saeng ??  kenapa kamu nangis?? tanya leeteuk oppa

Aku tak menjawab dan hanya berusaha menahan tangisku.

“ sudah jangan nangis, cerita sama oppa yang terjadi sebenarnya. Mungkin oppa bisa membantu “

Kemudian aku langsung memeluk leeteuk oppa dan menangis sepuas-puasnya. Lalu kuceritakan semuanya, tentang siwon dan hubunganku yang menggantung dengannya.

“ yoona-ah, kalau kamu benar benar menyukai dan menyayanginya jangan bersikap seperti ini, ini sama saja menyiksa kamu sendiri. Bilang saja pada siwon perasaanmu sebenarnya, dia tidak harus jadi pacar sesungguhnya kan ?? setidaknya kamu sudah mengungkapkan perasaanmu padanya”

Aku mencoba mencerna kata-kata leetteuk oppa. Memang benar, dan aku harus bilang perasaanku pada siwon !! fighting yoona !!

Esoknya aku kembali bersekolah dan mengobrol bersama kyu dan Jessica.

“ Kyu, Yoon, tahun baru ini kalian mau kemana ??” tanya Jessica

“ kalau aku akan mengajak seohyun kencan, kamu Yoona gimana ?? apa kamu mau kencan siwon ? kata Kyu

“ ohh iya ya pasti yoona akan kencan dengan siwon, betulkan yoona ? tanya Jessica. Aku hanya tersenyum.

Setibanya di rumah aku kaget dan jantungku berdetak lebih kencang melihat seseorang, Ternyata Siwon telah ada di rumahku sejak tadi dan dia di temani oleh bibi yang kayaknya sudah bercerita banyak.

“ eh Yoona sudah pulang ! ini ada yang menunggumu dari tadi ! kok kamu punya pacar tidak bilang-bilang sama bibi sih ?” kata bibi sedikit menggodaku

Kemudian aku berpikir “ apakah dia bercerita sama bibi kalau aku pacaran sama dia ? apakah dia menganggapku sebagai pacar ???

Kemudian aku tersenyum lembut kepada mereka , lalu bibi meninggalkan kami berdua.

“ apakah kamu sudah lama menungguku ? tanyaku memulai pembicaraan.

” tidak, belum lama aku sampai kamu sudah datang juga” jawab siwon

Mendengar jawaban siwon aku lalu menghela napas. Rasanya jantungku berdebar sangat kenang. Pada saat itu kami lebih banyak diam. Tiba- tiba siwon mulai membuka pembicaraan.

“ kenapa kamu tidak mengangkat  telepon atau membalas sms dariku ?” tanya siwon dengan tatapan yang begitu dalam

aku gelagapan. Tidak tahu jawaban apa yang harus kuberikan atas pertanyaan siwon itu.

“ohh.. ah.. itu… itu…itu karena ……..” belum sempat menyelesaikan perkataanku..

“ sudahlah.. oh ya apa sebentar malam kamu ada acara ?? tanya siwon lagi

“ sepertinya tidak ada, memangnya kenapa ??

“Owh bagus kalau githu, aku jemput kamu ntar malam jam 7, tidak boleh nolak !”.

Kemudian dia berpamitan dan bergegas pulang tanpa sempat aku membalas jawabannya tadi dan belum sempat mengutarakan tentang isi hatiku sama dia. Huuh dasar sikapnya seperti itu terus ! tapi hatiku itu sangat senang tidak tau kenapa.

Malam pun tiba, aku telah berpakaian rapi untuk menunggu kedatangan siwon  menjemputku. Misiku pada saat itu adalah mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya kepadanya walaupun nantinya akan di tolak aku harus bisa terima itu. Daripada menjalani hubungan yang terpaksa selama ini kurasakan tanpa tahu jelas hatinya padaku apakah dia serius atau tidak.

“ yaa yoona-ah, neomu yeppeota, kamu pasti mau kencan sama cowok yang tadi siang kan ?” goda donghae oppa sambil tersenyum.

Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

”cieh orang mau kencan ? sindir hae oppa lagi. Hati-hati di jalan yoona-ah..

Tidak berapa lama, Siwon datang dengan mobil celica birunya. Aku kagum melihatnya karena dia begitu tampan malam ini. kamipun berpamitan untuk pergi jalan-jalan.

Aku dan siwon berjalan-jalan keliling kota, lalu pergi ke restoran untuk makan malam. Setelah itu dia mengajakku untuk naik Roller Coaster Tadinya aku takut tapi karena Siwon ada di sampingku dan menggenggam tanganku, akhirnya aku memberanikan diri. Aku sangat menikmati malam itu dan rasanya tidak ingin malam ini cepat berakhir.  Kemudian siwon mengajakku ke basecamp nya untuk memperkenalku pada teman-temannya, maklumlah, Siwon leader gank itu. Kami pun asyik cerita, tapi karena waktu menunjukan sudah agak larut malam aku pun minta pulang dan Siwon mengantarku.

Dalam perjalanan pulang tiba-tiba Siwon memberhentikan mobilnya di suatu tempat yaitu di pantai. Kemudian kami berdua turun dari mobil dan duduk sejenak di pasir, walaupun tempatnya agak gelap tapi karena ada cahaya lampu dari gedung-gedung yang tinggi sehingga membuat tempat itu menjadi agak terang.

“ Yaaa Siwon-aa maunya kamu mengajakku siang hari supaya pemandangan pantainya lebih jelas!” ucapku memulai pembicaraan.

Baiklah nanti aku ajak kamu siang hari” balas Siwon

Beberapa saat hening diantara kami. Tiba-tiba siwon membisikan sesuatu ditelingaku yang membuat aku merinding..

“….saranghe yoona-aa !! bisiknya

“ apa ? “ balasku

“ saranghe”,  kemudian siwon mengeluarkan sebuah sapuh tangan dan memberikan padaku !

” ini adalah sapu tanganmu yang pernah kamu berikan kepada adikku Sooyoung waktu kamu menolongnya, sebenarnya sapu tangan ini aku ingin aku berikan kepadamu waktu kita bertemu di taman, tapi pada saat itu aku mulai suka dan jatuh cinta padamu, jadi sayang kalau aku berikan padamu begitu saja. Sebenarnya  aku katakan perasaanku ini karena aku takut kamu pacaran denganku hanya karena ingin menyelamatkan Jessica. Bagaimana kamu mau jadi pacarku yang sesungguhnya ? kata Siwon padaku

Aku diam. Rasanya telingaku sudah terbang jauh mendengar perkataan siwon barusan. Tidak kusangka, Siwon juga memiliki perasaan yang sama denganku. Hatiku sangat senang. Kemudian aku tersenyum pada siwon dan menjawab pertanyaannya.

“ne aku mau oppa, aku mau jadi pacarmu yang sesungguhnya” siwon tersenyum dan menggenggap tanganku.

“ maaf kalau belakangan ini aku menjauhi mu oppa, itu karena aku takut oppa hanya menganggapku bukan sebagai pacar oppa sesungguhnya “

“ sudahlah,  yang penting sekarang sudah menjadi pacarKu” ucap siwon lembut

“ na ddo saranghe oppa” ucapku. siwon tersenyum dan mencium keningku lembut.

Kemudian Siwon mengampil i-pod yang ada di sakunya dan memutarkan lagu It’s Love, aku sangat terharu dengar lagu itu karena ini sama persis dengan kisahku yang ku alami sekarang ini. Aku pun langsung bersandar di bahu siwon sambil memandangi pesta kembang api yang begitu meriah di mana-mana yang menandakan telah bergantinya tahun. Malam itu itupun malam yang sangat menyenangkan buatku dan sangat sulit untuk melupakannya…………………JJ

Terima kasih sooyoung-ah,, kamu telah memperkenalkanku pada kakakmu, seorang pria yang sangat baik, pria yang mengisi hari-hariku dengan kebahagiaan.. gomawo…

The end.