Part 2 here….
Let’s read Yoonaders….

Kyuhyun memakirkan mobilnya di area parker yang disediakan rumah sakit. Hari itu bukanlah jadwalnya untuk check up ke rumah sakit, tapi ada alasan lain sehingga membuat ia untuk mengunjungi tempat itu. Tampak suasana rumah sakit itu cukup ramai, Kyuhyun pun memutuskan untuk tidak masuk. Ia lebih memilih tetap tinggal di dalam mobil sampai orang yang di tunggunya keluar dari tempat itu.
Sudah satu jam lebih Kyuhyun menunggu, tapi ia enggan untuk beranjak dari tempatnya. Untunglah Yoona, wanita yang ingin ditemuinya itu sudah terlihat meninggalkan rumah sakit. Yoona berjalan seorang diri sambil menenteng seragam dokter dan tasnya.

Sangat tepat untuk Kyuhyun datang karena Yoona sedang tidak membawa mobil. Langkah kaki Yoona terhenti ketika melihat mobil berwarna silver yang cukup mewah berhenti di sampingnya.
“mau kuantar pulang ??” ucap Kyuhyun dari dalam mobil.
“mwo Kyuhyun-ssi..kenapa kau ada disini ??”
“aku kebetulan lewat dan tak sengaja melihatmu disini, jadi aku putuskan untuk untuk menemuimu karena sepertinya kau tidak membawa kendaraan sendiri,”dusta Kyuhyun
Yoona tersenyum, “ne, mobilku sedang di service dan….”
“baguslah,” sela Kyuhyun cepat sebelum Yoona melanjutkan ucapannya, “kajja, ikutlah denganku, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,”

Yoona pun memutuskan untuk ikut bersama Kyuhyun. Sepanjang perjalanan muncul sedikit canggung diantara mereka. Tapi Kyuhyun mencoba bersikap tenang, ia pun memulai pembicaraan.
“apa pasienmu cukup banyak hari ini, Yoona-ssi ?” Tanya Kyuhyun basa-basi
Yoona mengangguk, “ne,” jawabnya singkat.
“hmm..yang kemarin lalu, saat aku menciummu aku rasa kau sangat gugup saat itu,” Kyuhyun mengganti topic pembicaraan. Yoona terkejut mendengar uucapan Donghae, “aishh..kenapa harus membahas itu, sih !!” batin Yoona.
“ahh..itu..hahahaha,,” Yoona tertawa pelan, sekedar mencairkan suasana, “aishh Kyuhyun-ssi, mana mungkin aku gugup, tidak seperti itu. Aku hanya sedikit terkejut karena kau melakukannyya tiba-tiba dan aku rasa itu hal yang wajar, yah setidaknya kau mencium pipiku sebagai salam perpisahan,”
“tapi aku tidak berpikir begitu, aku menciummu bukan sebagai salam perpisahan,”
Yoona terkejut lagi, “hahaha..” tawanya pelan.
Kyuhyun hanya tersenyum, Yoona benar-benar menghiburnya. Melihat tingkah dan ekspresi yang sangat lucu membuat ia sungguh menyukai gadis ini.Sekitar 10 menit lebih, Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung tinggi.
“ini dimana Kyuhyun-ssi ?”
“dorm SUJU “jawab Kyuhyun enteng
Yoona membulatkan matanya, cukup terkejut, ahh tidak tapi sangat terkejut. Kyuhyun lagi-lagi memandangnya penuh senyuman melihat ekspresi Yoona.
“waeyeo ? kau tidak suka aku mengajakmu kesini ?”
Yoona menggeleng, “aniyeo bukan itu..tapi…”
“kajja,” ajak Kyuhyun. Keduanya lalu turun dari mobil. Jantung Yoona kembali berdegup kencang, ia benar-benar tidak siap. Kyuhyun kemudian menarik tangannya menuju dorm suju yang terdapat dalam gedung yang cukup mewah itu.
“aku pulang…” seru Donghae saat memasuki dormnya. Yoona enggan melangkan kakinya memasuki ruangan itu. Jantungnya seperti akan terbang sesaat lagi.
“ kau darimana Kyuhyun-ah ??” Tanya Leeteuk saat melihat Kyuhyun.
“jalan-jalan sebentar, oh ya..aku membawa temanku kesini, masuklah..” suara Kyuhyun terdengar memanggil Yoona. Yoona menarik napasnya dalam-dalam, dengan pelan ia melangkahkan kakinya memasuki dorm super junior.
Dan kini Yoona tepat berada didalam ruangan itu. Ia menelan ludah saat menyadari semua mata member SUJU kini menatapnya. Ia menunduk malu kemudian menatap Kyuhyun yang berdiri di sampingnya.
“kenalkan, namanya….” Ucapan Kyuhyun terhenti karena Eunhyuk tiba-tiba berdiri di depan mereka. Dengan senyuman anehnya, Eunhyuk mengulurkan tangannya pada gadis itu, “kenalkan aku Eunhyuk, senang berkenalan denganmu,”
Belum sempat Eunhyuk menjabat tangan Yoona, tangannya buru-buru di tepis Kyuhyun.
“yaa Eunhyuk hyung !! aku belum selesai memperkenalkan dirinya, jinjja !!!!”
Member SUJU yang lainnya tertawa melihat keduanya.
“namanya Im Yoona, dia yang menyelamatkan nyawaku saat kecelakaan itu. Dia seorang dokter,” jelas Kyuhyun.
“dokter ??” seru semua member SUJU yang ada di ruangan itu, terkejut dengan profesi Yoona.
Kyuhyun mengangguk tersenyum, “reaksi kalian sama denganku saat pertama melihatnya. Dia memang terlalu muda untuk menjadi seorang dokter,” semua member SUJU mengangguk mantap. Tak berselang lama, mereka pun bergantian berkenalan dengan Yoona.
Kyuhyun tersenyum senang, matanya lalu memperhatikan satu persatu wajah member SUJU. Seperti ada yang kurang.
“Leeteuk Hyung, Donghae Hyung sedang keluar ?” tanyanya
Donghae yang sedang tertidur di kamarnya terusik karena mendengar kehebohan yang terjadi di luar ruangan. Ia melihat keluar, dilihatnya semua member SUJU sedang berdiri sambil tersenyum di hadapan Kyuhyun yang sepertinya sedang bersama seseorang. Ia tak bisa melihat jelas siapa orang yang bersama Kyuhyun karena terhalang tubuh Kyuhyu yang cukup tinggi. Dan dia yang dilanda kantuk berat tidak mau ambil pusing dengan kehebohan yang terjadi di tempat itu
“aisshh..aku sedang tidur, jadi bisakah kalian mengecilkan volume suara kalian ??” omel Donghae. Ia lalu berjalan kembali masuk kamarnya, tapi Kyuhyun memanggilnya.
“tunggu Donghae hyung, aku ingin mengenalkan…….” Ucapan Kyuhyun terhenti karena mendengar suara sesuatu terjatuh. Ia menoleh dan melihat Yoona yang berada di sampingnya. Suara itu berasal dari Yoona yang menjatuhkan tasnya dan wajahnya yang tiba-tiba berubah pucat. Matanya juga tampak berkaca-kaca sambil terus memandangi Donghae.
“Yoona-ssi, gwenchanayeo ?” Tanya Donghae, ia meraih tangan Yoona yang bergetar hebat. Ia terlihat sangat khawatir.
Langkah Donghae benar-benar berhenti, apalagi setelah mendengar nama orang yang di sebut Kyuhyun baru saja. Ia menarik napas dalam, menoleh ke arah Kyuhyun. Tepat disampingnya, Donghae menatap Yoona yang tengah menatapnya dalam.
Kyuhyun memandangi keduanya, Yoona dan Donghae yang saling menatap. Rasa penasaran muncul di benaknya.
Mata Donghae tepat menatap mata Donghae, sampai akhirnya senyuman manis terukir inda di bibirnya. Tepat saat itu juga, air mata Yoona tumpah. Ia berlari pelan, dan langsung memeluk Donghae. Erat.
“Donghae oppa…” ucapnya sambil terisak.
“lama tak melihatmu, Yoong~” balas Donghae
Yoona semakin mengeratkan pelukannya. Donghae, orang yang ingin dilihatnya selama ini, orang yang dirindukannya ternyata masih mengingatnya.
“neomu bogoshipo, oppa..” dengan lembut Donghae mengelus kepala Yoona. Semua member SUJU semakin terkejut, tak terkecuali Kyuhyun. Member SUJU yang lainnya saling memandang.
“yaa….apa yang terjadi sebenarnya ??” celetuk Sungmin.
“darimana Donghae bisa mengenal Yoona ?” gantian Leeteuk yang ikut bertanya.
“apa yang terjadi diantara mereka ?”
“sepertinya akan terjadi cinta segitiga,” celetukkan Eunhyuk langsung mendapat lototan dari semua member SUJU. Eunhyuk haya tersenyum sungging sambil membentuk jarinya dengan tanda “peace”
Ponsel Yoona berbunyi membuat ia melepaskan pelukannya dari Donghae. Mimic wajah Yoona berubah setelah membaca pesan singkat dari Sulli.
“mianhe, aku harus segera kembali ke rumah sakit, ada pasien yang kritis” ucapnya. ia lalu membungkuk singkat pada Donghae dan mengucapkan perpisahan kepada member SUJU lainnya. Kyuhyun pun memutuskan untuk mengantar Yoona.
Selama perjalanan, belum ada pembicaraan diantara mereka. Kyuhyun juga enggan untuk bertaya lebih lanjut antara hubungannya dengan Donghae. Ia hanya merasa wanita itu pasti akan memberitahunya jika waktu yang tepat nanti. Lagipula Yoona juga pasti sedang sibuk memikirkan pasiennya di rumah sakit.
“gomawo Kyuhyun-ssi, sampai jumpa lagi,” ucapnya setelah mereka sampai di rumah sakit. Kyuhyun membalas hanya dengan senyuman. Yoona pun keluar dari mobil dan perlahan menjauh dari mobil Kyuhyun.
Kyuhyun melihatnya dari jauh. Ia lalu memutuskan keluar dari mobil dan berlari mengejar Yoona.
“Yoona-ssi..” panggil Kyuhyun. Yoona berbalik badan dan memandangi Kyuhyun yang berjalan kea rahnya. Kyuhyun semakin mempercepat langkahnya dan langsung meraih tangan Yoona, lalu memeluknya dengan erat.
“Kyuhyun-ssi..apa yang kau lakukan ?” seru Yoona yang masih berada di pelukan Kyuhyun. Namun tak ada niatnya untuk melepaskan pelukan itu, ia hanua cukup terkejut.
“ Yoona-ah,”ucap Kyuhyun lembut, masih setia memeluk Yoona. Untunglah di tempat itu sedang sepi sehingga tak ada yang memperhatikan mereka.
“hmmmm..”
“aku tidak ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi antara kau dengan Donghae Hyung, aku hanya ingin kau tahu kalau aku menyukaimu, sangat sangat menyukaimu,”
Tak ada jawaban dari Yoona. Yeoja itu hanya tersenyum simpul sembari menepuk pelan pundak Kyuhyun. Ponselnya berbunyi lagi dan ia baru sadar kalau dirinya sedang sangat di butuhkan sekarang. Ia hampir melupakan hal itu.
“mianhe, kyuhyun-ssi..aku benar-benar harus pergi,” ucap Yoona lalu melepaskan pelukan dari Kyuhyun. Yoona semakin berjalan menjauh sementara Kyuhyun hanya memandangnya, tak ada lagi niatnya untuk menahan gadis itu. Dari dalam hatinya ia jauh merasa lega karena Yoona kini tahu akan perasaannya.
~~~I Love You,too !~~~
“Dr.Im, ada yang mencarimu. Sekarang dia menunggumu di lobi rumah sakit,” tutur Sulli, saat menemui atasannya Yoona.
“nuguseyeo ??”
“molla, aku tidak begitu jelas melihat wajahnya karena dia memakai topi,”
“arasseo, aku akan menemuinya,”
Yoona lalu berjalan menuju lobi rumah sakit, menemui orang yang sedang menunggunya. Dilihatnya seluruh orang yang berada di lobi rumah sakit itu, sampai ada seseorang yang berdiri tepat di depannya. Menggunakan kaus polos dengan topi berwarna hitam. Tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, tangannya bergetar, menyadari orang yang menunggunya adalah Donghae.
“Do..Dong..Hae..o.pp.pa..” ucap Yoona gugup. Lagi-lagi ia tidak bisa mengontrol dirinya.
Suasana berubah. Tempat yang kini tengah diramaikan oleh pasien kini sunyi. Ya, saat ini Yoona dan Donghae berada di taman samping rumah sakit. Keduanya masih enggan untuk berbicara, cukup lama keheningan itu terjadi sampai Donghae akhirnya memutuskan untuk memulai pembicaraan.
“kau sangat cantik dengan seragam doktermu,” puji Donghae.
Yoona hanya membalas dengan senyuman, bukan bahagia mendengar pujian dari Donghae, ia malah makin sedih mendengar hal di ucapkan Donghae.
“benarkah ?? bukankah kau membenci setiap orang yang memakai seragam dokter ??” ucap Yoona. Kini matanya menatap wajah Donghae dari samping.
“aniyeo, aku tidak membencinya. Hanya saja…”
“ atau hanya kau membenci appa-ku ??” sela Yoona cepat. Kini Donghae menatap Yoona kembali.
“ternyata benar. Kau benar-benar masih membenci Appa,” tutur Yoona pelan. Hampir tak terdengar.
“Yoong,”
“aku sudah tahu semuanya oppa, aku tahu beberapa tahun yang lalu. Saat itu aku sangat sedih karena kau tiba-tiba menjauh dari kehidupanku semenjak Appamu meninggal. Bahkan kau tidak mau menemuiku saat pemakaman Appamu. Sampai akhirnya aku tahu kalau Dokter yang merawat Appamu adalah Appaku. Kau membenci Appaku karena tidak bisa menyelamatkan nyawa Appamu. Kau menyelahkan Appaku atas kematian Appamu. Benarkan oppa ??”
Donghae hanya tertunduk. Dipikirannya kembali melintas bagaimana Appanya meninggal di rumah sakit tempat Yoona bekerja saat ini. ia mencoba menahan air matanya saat kembali mengingat sosok Appanya yang kini tenang di surga.
“Oppa..tidak bisakah oppa melupakan semua kebencian itu ? menghapus semua rasa dendam Oppa terhadap sosok seorang dokter ?” pinta Yoona.
“kau tidak tahu Yoong, saat itu Appa benar-benar kesakitan dan dokter hanya diam melihatnya, bahkan tidak melakukan tindakan medis apapun. Ia bahkan tidak mengucapkan kata terakhir untukku, Eomma dan Hyung. Aku sudah berteriak meronta-ronta pada dokter, termasuk Appamu untuk segera menyelamatkan Appaku tapi mereka enggan untuk melakukannya. jika saja mereka mau berusaha saat itu mungkin Appa masih berada disini. Rasanya sangat menyakitkan Yoong,”
“tidak seperti itu oppa. Para dokter itu bukannya tidak berusaha untuk menyelamatkan nyawa Appamu. Hanya saja Appamu saat itu tengah kesakitan dan tindakan medis pun akan memperparah keadaannya dan dia akan mengalami kesakitan yang berlebih. Aku Oppa…aku juga seorang dokter. Dan tidak ada dokter di dunia ini yang ingin menghilangkan nyawa pasiennya. Aku bisa mengerti keadaannya,”
“sudahlah Yoong,” Donghae mulai berdiri, “sampai kapanpun perdebatan ini takkan pernah usai, kita ada di pihak yang berbeda. Kau takkan bisa merasakan betapa besarnya kebencianku dan aku juga tidak pernah tahu bagaimana kecintaanmu tentang dokter,”
“Donghae oppa..” panggilan Yoona menahan langkah Donghae, “sepertinya kau masih belum bisa menghapus kebencianmu itu. Atas nama Appaku dan seluruh dokter yang kau benci aku mewakili mereka untuk meminta maaf padamu. Jeongmal mianhanda. Hanya ini yang bisa aku lakukan,”
Meskipun sedikit terkejut, Donghae tetap bergeming. Ia kembali melangkahkan kakinya menjauh dari tempatnya berada. Yoona semakin sedih, air matanya tak terbendung dan mengalir begitu deras. Ia sedih karena usahanya gagal untuk menghapus semua kenangan pahit Donghae dimasa lalu.
“Oppa..” Yoona berlari menahan Donghae, ia meraih tangan namja itu agar berhenti.
“ ottokhaeyeo oppa,,ottokhae..” ucap Yoona sambil terisak, “apa yang harus aku lakukan agar kau tidak membenci dokter lagi. Aku takut oppa, takut jika kebencianmu terlalu berlebih dank au ikut membenciku juga, karena aku seorang dokter. Ottokhae oppa ??”
Donghae menghela napas sejenak, “aku akan memaafkanmu dan juga Appamu, asalkan kau mau memenuhi permintaanku,” Donghae diam, menghela napas lagi sebelum melanjutkan perkataannya, “aku ingin kau meninggalkan pekerjaanmu sebagai seorang dokter,”
Yoona yang menahan erat tangan Donghae perlahan-lahan melonggarkan pegangannya. Dan akhirnya ia melepaskan tangannya Donghae dari genggamannya. Ia menggeleng pelan.
“tidak oppa..itu tidak mungkin. Tidak akan pernah mungkin.. aku sangat mencintai diriku yang seorang dokter. Aku rasa ucapanmu memang benar. Kita berada dipihak yang berbeda, karena sampai kapanpun aku tidak pernah bisa tahu besarnya rasa kebencianmu. Dan kaupun juga tidak akan pernah tahu betapa senangnya diriku saat menjadi seorang dokter, betapa besarnya usaha yang dilakukan seorang dokter, dank au juga tidak akan pernah bisa merasakan besarnya kebahagian saat berhasil menyelamatkan nyawa seseorang, memberikan kehidupan untuk seseorang,” Yoona perlahan melangkah mundur. Ia berusaha menahan isakan tangisnya.
Donghae tertegun, ia sudah tahu reaksi Yoona pasti akan seperti ini. ia tahu dirinya terlalu egois untuk meminta Yoona meninggalkan profesinya. Donghae kembali melangkah pergi tanpa membalas satupun ucapan Yoona.
Yoona masih terisak. Tak jauh dari belakangnya, seorang namja menatapnya dengan sendu. Kyuhyun, yang ingin menemui Yoona tak sengaja mendengar semua percakapan antara Donghae dan Yoona. Kyuhyun melihat Donghae mulai melangkah pergi, dan ia pun memutuskan untuk mendekati Yoona.
“Dr.Im ?” panggil Kyuhyun pelan, takut kedatangannya membuat Yoona merasa risih. Yeoja itu menoleh, ia melihat Kyuhyun yang kini tepat di depannya. Dengan cepat ia menghapus air matanya.
“menangislah jika hal itu membuatmu lebih nyaman,” Kyuhyun menahan tangan Yoona yang mencoba lagi menghapus air matanya.
“aku tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan Donghae hyung. Aku tahu pasti rasanya sangat berat untukmu,” lanjut Kyuhyun lagi.
Air mata dengan mudahnya menetes dipipi mulus Yoona, tak bisa di bendungnya. Ia membiarkan air matanya mengalir begitu saja. Memang ini sangat berat untuknya.
“apa kau mencintai Donghae-hyung ??”
Yoona yang sedari tadi menunduk kini mengangkat kepalanya lagi. Mencoba mencerna pertanyaan Kyuhyun, meyakini perasaannya saat ini.
“apa aku benar mencintai Donghae oppa ? atau hanya sekedar rasa sayang yang tulus ? atau mungkin hanya perasaan bersalah yang berlebih ??” batin Yoona.
“saranghaeyeo, jeongmal saranghae, Yoona-ah” ucap Kyuhyun lantang.
Yoona menatap Kyuhyun, tepat di matanya. Pandangan mereka bertemu. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona, dan semakin dekat. Kini Yoona bisa merasakan hembusan nafas Kyuhyun. Tinggal 2 cm lagi bibir keduanya bertemu, Yoona langsung mengalihkan wajahnya. Ini sudah kedua kalinya Yoona menolak ciuman namja itu. Ia masih enggan Kyuhyun menciumnya, karena sendiri masih gundah dengan perasaannya. Meski perasaan kecewa timbul di benaknya, Kyuhyun mencoba untuk bisa mengerti keadaan Yoona. Mungkin waktu itu bukanlah hal yang tepat atau mungkin Yoona belum bisa membuka hatinya untuk Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum simpul, mencoba mencairkan suasana antara keduanya yang canggung.
“cinta….”ucap Yoona pelan, “cinta..aku sendiri tidak tahu aku pernah mencintai seseorang atau tidak. bahkan aku tidak bisa membedakan antara rasa suka, kagum, sayang, perasaan bersalah, kasihan, apalagi cinta dan benci. Aku benar-benar tidak tahu,”
Kyuhyun menggengam tangan Yoona lagi, “aku tidak memaksamu untuk mencintaiku saat ini, tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan menyadari seberapa besar rasa cintaku untukmu,”
~~~I Love You,too !~~~
Sudah hampir 4 bulan lamanya, semenjak Kyuhyun mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada Yoona, hubungan keduanya semakin merenggang. Kyuhyun selalu berusaha untuk menemui Yoona di tengah-tengah kesibukannya, tapi yeoja itu selalu menghindar. Sampai akhirnya ia sadar mungkin Yoona belum bisa membuka hatinya untuk dirinya. Dan perlahan ia pun juga mulai tidak lagi memasuki lebih jauh kehidupan Yoona.
“aishh…benar-benar menyebalkan,” kesal Eunhyuk, saat dirinya memasuki dorm SUJU. Di tempat itu juga ada Kyuhyun, Leeteuk, Sungmin, dan beberapa member SUJU lainnya. Sedangkan Donghae dan Siwon sedang melakukan promo untuk drama terbaru mereka di Taiwan.
“memangnya ada apa, Hyukkie ? dan juga kau darimana ??” komentar sang Leader
“aku dari rumah sakit tempat Dr. Im, maksudku Yoona, bekerja. Ada yang ingin kutanyakan padanya tentang kesehatan. Tapi sudah 2 hari berturut-turut dia tidak juga datang.”
Kyuhyun, yang sedari tadi diam kini mulai tertarik mendengar perkataan Eunhyuk setelah mendengar nama Yoona. Walaupun ia terus mencoba untuk melupakan gadis itu, tapi ia rasa hal itu benar-benar sulit. Bagaimanapun juga Yoona adalah wanita pertama yang benar-benar merebut hatinya.
“lalu, kau tidak Tanya kenapa ia tidak datang ?” timpal Sungmin.
“asistennya bilang padaku kalau Yoona hampir sebulan terakhir terlalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan di rumah sakit,apalagi seminggu terakhir dia sampai bekerja sampai subuh dan pagi lagi ia kembali bekerja. Asistennya sangat khawatir melihat sikapnya itu dan dia berspekulasi kalau Yoona mungkin sedang kelelahan saat ini,” jawab Eunhyuk
“saat ini juga dia tidak bisa dihubungi,” lanjutnya.
DEG..Jantung Kyuhyun berubah berdegup kencang lagi. Baru satu jam lebih yang lalu Yoona menghubunginya. Tapi Kyuhyun tidak ingin menjawab telepon itu, karena ia sendiri sedang berusaha melupakan Yoona. Sekarang perasaan bersalah timbul di benaknya, ia khawatir dengan Yoona.
~~~I Love You,too !~~~
Bruk…
Yoona terkulai lemas di lantai. Tenaganya hilang. Kakinya sudah tidak mampu menobang tubuhnya. Wajahnya semakin pucat. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Ia menggigil kedinginan. Yoona benar-benar sakit.
Dengan tenaga yang tersisa ia mencoba meraih ponsel yang tak jauh darinya. Ia lalu mencari nomor Sullu untuk di hubunginya tapi tak ada jawaban dari Sulli. Ponsel Sulli juga sedang tidak aktif. Menghubungi Appanya juga pun percuma karena kedua orang tua Yoona sedang berada di luar negert. Nama Kyuhyun tiba-tiba saja di ketiknya,walau sempat ragu untuk menghubungi namja itu. Yoona mencoba memanggil, sama seperti halnya dengan Sulli, juga tak ada jawaban dari Kyuhyun. Bukannya tidak aktif, tapi Kyuhyun tidak mengangkat telepon darinya.
Yoona menyerah, kekuatannya hilang sudah. Orang yang diteleponnya tak ada yang menjawab. Air matanya kini mengalir di pipinya. Ia terisak. Saat ini ia hanya berharap semoga ada orang yang bisa menolongnya. Dan semuanya berubah menjadi gelap.
Cleck…
Bunyi pintu terdengar dan tampaklah sosok namja jangkung memasuki ruangan itu.
“Yoona-ah,” teriak Kyuhyun, ia kemudian dikejutkan saat melihat Yoona yang tergeletak di lantai. Ia segera mendekati Yoona dan berusaha menyadarkannya.
“Yoona-ah, gwenchana ??”
Namun tak ada respom dari Yoona. Kyuhyun menyentuh wajah Yoona dan semakin panic ketika menyadari Yoona yang tengah demam tinggi. Ia lalu membawanya ke rumah sakit.
~~~I Love You,too !~~~
“Dr.Im..” panggil Kyuhyun pelan. Setelah mendapatkan perawatan intensif keadaan Yoona berangsur membaik. Kini ia tengah duduk di bangku taman samping rumah sakit, masih dengan menggunakan seragam pasien.
Yoona menoleh, dan menemukan Kyuhyun kini berdiri di sampingnya.
“jangan memanggilku begitu, sekarang aku masih menjadi pasien,” coloteh Yoona sambil mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk di sampingnya.
Namja itu tersenyum, sungguh ia sangat merindukan saat seperti ini. ia sangat merindukan Yoona.
“gomawo, Kyuhyun-ssi,” ucap Yoona.
Kyuhyun menoleh padanya, “untuk apa ?”
“kau yang telah membawaku ke rumah sakit,”
Kyuhyun terdiam sejenak, “mianhe, saat itu aku tidak menjawab teleponmu,” balas Kyuhyun pelan.
Yoona tersenyum simpul, “kau tahu, aku kira aku akan mati saat itu juga. Aku begitu takut karena tak ada orang yang peduli lagi padaku,”
Kyuhyun meraih tangan Yoona,menggenggamnya erat. “jangan pernah berpikir seperti itu. Sekecil apapun dirimu dan seburuk apapun keadaanmu yakinlah aka nada seseorang yang selalu memegang tanganmu, karena meski bagi dunia kau hanyalah seseorang, tapi bagi seseorang itu kau adalah dunianya,”
Yoona terdiam, matanya memandangi Kyuhyun. Terkesan mendengar ucapan Kyuhyun barusan.
Kyuhyun tersenyum lagi, “Yoona-ah, ada yang ingin ku tanyakan padamu dan kau hanya perlu mengangguk dan menggelengkan kepalamu untuk menjawab pertanyaanku, arra ?”
Walau sedikit bingung, ia mengangguk dan mengikuti pinta Kyuhyun.
“apa kau masih mencintai Donghae hyung ?” Tanya Kyuhyun.
Yoona tertegun, lagi-lagi perasaannya gundah. Ia tidak menggeleng dan tidak mengangguk, ia hanya menunduk menandakan ia tidak begitu nyaman dengan pertanyaan Kyuhyun. Dan Kyuhyun menyadari hal itu.
“aishh..seharusnya aku tidak bertanya seperti itu. Kita ganti pertanyaan saja, arra ??”
Yoona kemudian mengangguk.
“Yoona-ah, apa kau merindukanku ?”
Yoona diam, tapi ia jujur dan perlahan menganggukkan kepalanya, memang ia sangat merindukan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum setelah mendapat anggukan dari Yoona, “na ddo bogoshiponi”
“kemudian, selama kau sibuk dengan pekerjaanmu, apa kau memikirkanku ?”
Sekali lagi Yoona mengangguk, dan senyuman semakin mengembang di bibir Kyuhyun.
“lalu, apa kau mencintaiku ?”
Yoona yang tertunduk mendongakkan kepalanya, terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun. Ia tidak tahu harus menjawab apa.
Melihat tak ada reaksi dari Yoona, Kyuhyun perlahan mendekati Yoona. Mendekatkan wajahnya dengan wajah Yoona.
Chu~
Kyuhyun mengecup lembut bibir Yoona, kali ini tak ada penolakan dari Yoona. Singkat dan pelan, Kyuhyun lalu melepas ciumannya. Ia tersenyum bahagia.
“gomawo,, karena kau sudah mengizinkanku untuk memiliki hatimu saat ini,”
Yoona hanya membalas dengan senyuman. Pipinya merah merona.
“mulai sekarang kita jalani hubungi yang lebih dekat lagi, arraseo ?”
Yoona mengagguk lagi.
“nan jeongmal saranghaeyeo, Dr.Im”
“ na ddo saranghae, Kyuhyunnie..”

The End.
Huahhh…finally !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Gimana endingnya ?? semoga tidak mengecewakan. Buat kalian yang baca, jangan lupa comment atau like ajah,, atau setidaknya paling mudah langsung mention aja ke twitter author : @Ratiiihhmeilda
Okee,,sampai berjumpa di FF Yoona unnie selanjutnya…

About these ads